
Pagi harinya perawat datang membawakan sarapan untuk Charlie.
Alexa mengambil makanannya dan mau menyuapi ke mulut suaminya.
"Aku bisa makan sendiri sayang" , ucap Charlie yang mau mengambil mangkuk bubur yang sedang di pegang oleh istrinya.
"Gak apa-apa mas , aku mau menyuapi kamu makan" , jawab Alexa sambil menahan mangkuk yang ada di tangannya.
"Baiklah sayang" , ucap Charlie sambil membuka mulutnya dan Alexa memasukkan sendok yang berisikan bubur ke dalam mulut Charlie.
"Enak gak mas makanannya?" , tanya Alexa.
"Sebenarnya kurang enak sayang , tapi karena aku makannya sambil memandangi wajah cantik kamu , rasanya jadi enak" , jawab Charlie.
"Kamu sakit-sakit masih bisa gombal aja mas" , ucap Alexa sambil terkekeh.
"Aku juga cuma bisanya gombal sama kamu" , jawab Charlie sambil meletakkan tangannya di wajah Alexa yang mulus itu.
"Iya mas , iya" , jawab Alexa.
"Tapi kalau kamu marah , semua gombalan aku sudah gak berarti lagi sama kamu. Itu yang aku takutkan sayang" , ucap Charlie sambil memandangi mata Alexa dengan perasaan yang mendalam.
"Kenapa kamu takut kalau aku marah?" , ucap Alexa.
"Karena kamu susah di rayunya" , jawab Charlie sambil mencubit kecil pipi Alexa dengan lembut.
Alexa hanya tersenyum melihat suaminya.
"Bulan bagaimana ya sayang?" , ucap Charlie.
"Kamu tenang aja mas , ada mbok Siti yang menjaganya" , ucap Alexa.
"Nanti bagaimana kalau mbok Siti memasak atau bekerja?" , ucap Charlie.
"Bulan kan bisa diletakin di kursinya yang beroda mas , dia kan suka menekan tombol yang berisikan lagu disana" , ucap Alexa.
"Iya juga ya sayang , aku hanya takut nanti Bulan mencari kamu , karena kan biasanya Bulan bersama kamu terus" , ucap Charlie.
"Iya mas , tapi sekarang yang lebih penting itu kamu" , ucap Alexa.
"Terima kasih ya sayang" , ucap Charlie sambil mengecup bibir istrinya.
"Maaf saya mengganggu kayaknya" , ucap polisi yang datang ke rumah Alexa kemaren.
"Oh , gak pak , gak ganggu kok" , jawab Alexa yang sudah melepaskan bibirnya dari suaminya dan meletakkan mangkuk kosong ke atas lemari yang ada di samping ranjang suaminya.
"Baiklah , pagi ini saya mau menanyakan masalah kecelakaan yang terjadi kemaren kepada bapak Charlie. Apakah keadaan pak Charlie sudah baik-baik saja?" , ucap polisi tersebut sambil berjalan mendekati ranjang Charlie.
__ADS_1
"Keadaan saya sudah mulai baik pak" , jawab Charlie.
"Baiklah , kalau gitu kita mulai saja ya" , ucap polisi tersebut.
Charlie pun menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana bapak bisa mengalami kecelakaan? Setelah kita tinjau lokasinya kejadian , sepertinya ini adalah kecelakaan tunggal. Apakah bapak sedang mengantuk saat mengendarai mobil?" , ucap polisi tersebut.
"Gak pak , saya saja yang kemaren mau pulang dengan cepat dan tidak sengaja melihat ada orang yang berjalan kaki menyeberang di jalan , karena pada saat itu saya sedang membawa mobil dalam kecepatan yang agak tinggi , jadinya saya menghindari orang tersebut dan menabrak dinding pembatas jalan" , jawab Charlie.
"Baiklah , berarti ini murni kecelakaan tunggal" , ucap polisi tersebut.
"Iya pak" , jawab Charlie.
"Baiklah , kalau gitu sudah jelas semua , nanti buat mobilnya bisa diurus di kantor polisi ya" , ucap polisi tersebut.
"Baik pak" , jawab Charlie.
"Kalau gitu saya permisi dulu , terima kasih" , ucap polisi tersebut.
"Iya pak sama-sama" , jawab Charlie.
"Mas , mobil kamu rusak parah gak?", tanya Alexa.
"Pastinya iya sayang , karena aku mendengar suara benturan yang keras pada saat itu" , jawab Charlie.
"Bukankah kalau mobil itu di perbaiki di bengkel bisa ya sayang" , ucap Charlie.
"Sudah mas , nanti mobilnya di perbaiki , lalu di jual saja. Aku gak mau kamu menaiki mobil yang sudah pernah mengalami kecelakaan , gak bagus mas" , ucap Alexa.
"Tapi bukankah itu namanya kita pemborosan sayang?" , ucap Charlie.
"Itu mobil kamu juga sudah lama banget mas , kamu pakai sejak masih kerja dengan papa dan mama. Sudah saatnya juga kamu mengganti mobil yang lebih bagus" , jawab Alexa.
"Aku gak tau lagi mau ngomong apa sama kamu sayang. Satu hal yang pasti , aku sangat mencintai kamu" , ucap Charlie yang sangat bahagia saat itu sambil memeluk tubuh istrinya.
"Aku juga sangat mencintai kamu mas , apalagi sekarang hanya kamu dan anak kita yang aku punya di dunia ini selain mbok Siti" , ucap Alexa.
"Iya sayang , aku pasti akan selalu menjaga cinta kita dengan baik" , ucap Charlie sambil mencium leher istrinya.
"Hm...hm... kayaknya saya ganggu nih" , ucap dokter yang merawat Charlie.
Charlie dan Alexa langsung melepaskan pelukan mereka dengan lembut.
"Gak ganggu kok dokter" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Baiklah , kita periksa kondisinya hari ini ya" , ucap dokter tersebut.
__ADS_1
"Charlie pun menganggukkan kepalanya.
Dokter tersebut memeriksa kondisi Charlie untuk beberapa saat.
"Bagaimana dengan rasa pusingnya? Apakah masih ada?" , tanya dokter tersebut.
"Sudah gak ada lagi dokter" , jawab Charlie.
"Baiklah , kalau gitu bapak sudah boleh pulang. Untuk perbannya boleh diganti setelah 24 jam , dan nanti tolong di bersihkan lukanya dengan sangat teliti , jangan kena air dulu di bagian yang ada jahitan. Nanti saya juga akan memberikan resep obatnya" , ucap dokter tersebut.
"Kapan benang jahitannya di buka dokter?" , tanya Alexa.
"Kita akan melihatnya dalam 5 hari lagi ya , diusahakan bapak istirahat dulu saja selama beberapa hari ini" , ucap dokter tersebut.
"Baik dokter , terima kasih" , jawab Alexa dan Charlie bersamaan.
Dokter pergi meninggalkan kamar perawatan Charlie setelah memberikan kertas putih yang berisikan obat untuk Charlie di rumah.
"Aku pergi mengurus administrasi dan sekalian membeli obat untuk kamu dulu ya mas" , ucap Alexa.
"Baiklah sayang , tapi aku mau kamu mencium aku dulu" , ucap Charlie sambil memajukan bibirnya.
"Tumben banget kamu manja hari ini" , jawab Alexa sambil mencium bibir Charlie.
Charlie pun mulai mencium bibir istrinya dengan intens sambil memainkan lidahnya untuk beberapa saat.
"Aku sudah kangen banget sama kamu sayang , sudah 2 hari aku gak bisa memeluk dan menciumi kamu" , ucap Charlie setelah mereka puas berciuman.
"Baiklah mas , setelah ini kamu bisa memeluk dan mencium aku sepuasnya di rumah" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Iya sayang , ditambah aku juga harus istirahat di rumah selama beberapa hari , jadi aku bisa puas puaskan memeluk kamu seharian di atas kasur" , jawab Charlie sambil mengulum senyumnya.
"Ingat , masih ada anak kita di kamar" , ucap Alexa.
"Ketika anak kita tidur kan boleh sayang" , ucap Charlie sambil mengangkat alisnya.
"Iya suamiku sayang , apa aja boleh buat kamu , asalkan kamu jangan kecelakaan seperti ini lagi ya" , ucap Alexa sambil menyentuh wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Kalau kamu gak marah-marah sama aku , aku pasti gak akan kecelakaan lagi" , ucap Charlie.
"Kalau kamu gak membuat aku marah , aku pasti gak akan marah sama kamu" , jawab Alexa.
"Baiklah sayang , besok-besok aku akan mengikuti semua keinginan kamu. Kalau kamu bilang aku gak boleh pergi , aku gak akan pergi" , ucap Charlie.
"Iya mas , aku mau mengurus administrasi kamu dulu supaya kita bisa cepat pulang" , ucap Alexa.
"Baiklah sayang" , jawab Charlie.
__ADS_1
Alexa berjalan keluar menuju ke kantor administrasi untuk mengurus kepulangan suaminya hari itu , setelah itu Alexa berjalan menuju ke apotik untuk membeli obat yang sudah diresepkan oleh dokter.