
"Nanti barang-barang saya siapa yang bawa Lulu?" , tanya Jeremi kepada asisten pribadi papanya.
"Pak Anton , sopir dari kantor yang akan membawakannya tuan muda" , jawab Lulu.
"Nanti mobil saya tetap untuk saya kan?" , tanya Jeremi yang ingin memastikan kalau mobilnya tidak diambil papanya juga.
"Iya benar tuan muda" , jawab Lulu.
Jeremi langsung menghempaskan tubuhnya di kursi dan tidak bisa membayangkan bagaimana dia akan hidup setelah ini , karena kartu kredit yang diberikan oleh papanya sudah diambil semua.
.
.
Frescha berjalan masuk ke dalam rumahnya sambil dibantu oleh WO yang ditugaskan untuk membantunya seharian ini.
Setelah Frescha masuk ke dalam kamarnya , dia langsung menyalakan AC nya dan mengganti bajunya dengan baju rumah.
Frescha berjalan keluar dan menuju ke ruang makan , dimana papa Teddy , mama Vivi , Charlie dan Alexa sedang makan makanan yang sudah disediakan oleh Lulu untuk mereka semua disana.
"Nanti sore MUA kamu baru akan datang lagi , kalau kamu mau istirahat siang ini bisa nak" , ucap mama Vivi.
"Aku masih harus membereskan beberapa baju aku untuk dibawa malam ini ma , karena kata Jeremi kami akan langsung tinggal dirumah yang diberikan oleh papanya" , ucap Frescha.
"Nanti kamu setelah menikah harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah ya nak" , ucap mama Vivi.
"Harusnya Jeremi pasti menyediakan pembantu untuk kami ma , gak mungkin kan dia sudah menikmati tubuh aku , aku disuruh membersihkan rumah" , jawab Frescha.
Membuat Alexa yang sedang makan langsung tersedak mendengarkannya.
"Minum dulu sayang" , ucap Charlie sambil memberikan segelas air kepada Alexa.
Alexa menganggukkan kepalanya sambil meminum air yang diberikan oleh suaminya.
"Kamu gak boleh gitu nak , biar bagaimanapun kamu harus bisa melakukan pekerjaan rumah , terutama kamar kamu jangan minta pembantu yang bersihkan" , ucap mama Vivi.
"Kenapa di rumah kak Alexa yang bersihkan kamarnya pembantu?" , ucap Frescha.
"Kalau mbok Siti itu sudah kerja di rumah dari kakak kecil Frescha , makanya kakak sangat percaya sama mbok Siti" , ucap Alexa.
"Apa bedanya kalau pembantu aku yang bersihkan kamar aku nanti?" , tanya Frescha.
__ADS_1
"Ya beda la nak , kamu kan baru kenal dengan orangnya , kalau pembantu kakak ipar kamu sudah bekerja dari dia masih kecil" , ucap mama Vivi.
"Aku gak mau ma , yang pasti itu semua kerjaan pembantu , bukan pekerjaan aku" , jawab Frescha.
"Sudah , jangan ribut lagi , belum tentu juga dirumahnya nanti ada pembantu" , ucap papa Teddy.
"Kenapa papa gak bisa melihat aku senang?" , ucap Frescha.
"Bukan papa gak bisa melihat kamu senang , papa pengen kalian itu hidup bahagia , tapi dengan melihat sifat kamu yang seperti ini , papa juga ragu nak" , ucap papa Teddy.
"Bilang saja papa memang gak sayang sama aku , lagian juga mulai malam ini aku gak akan tinggal disini lagi , jadi papa gak perlu mengomel lagi" , ucap Frescha.
"Kamu jangan ngomong seperti itu kepada papa , dek" , ucap Charlie.
"Memang kenyataannya gitu kak , aku pulang malam karena tidur dengan Jeremi papa selalu mengomel sama aku , padahal kan aku sudah besar" , ucap Frescha.
Alexa hanya membulatkan matanya karena terkejut mendengar perkataan adik iparnya.
"Bagaimana papa gak marah , kamu masih gadis , untung saja pacar kamu menikahi kamu , kalau tidak , apa kamu mau nanti ketika menikah dengan pria lain kamu di rendahkan oleh suami kamu karena sudah gak perawan lagi" , ucap papa Teddy.
"Sudahlah pa , lagian juga aku sudah menikah dengan Jeremi" , ucap Frescha yang sudah kesal dan meninggalkan makanannya berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Papa Teddy hanya menganggukkan kepalanya sambil melanjutkan makannya.
Alexa yang sudah selesai makan , ijin terlebih dahulu masuk ke kamar untuk menyusui Bulan.
Charlie yang masih tinggal bersama papa dan mamanya di meja makan , melanjutkan obrolan mereka.
"Ma , setelah ini aku dan Alexa gak akan mengirimkan uang bulanan lagi untuk Frescha , tapi untuk uang semester kuliahnya pasti akan aku bayarkan sampai dia lulus kuliah" , ucap Charlie.
"Iya nak setelah ini dia sudah menjadi tanggung jawab suaminya , tapi kenapa Alexa juga mengirimkan uang" , ucap mama Vivi yang baru mengetahuinya.
"Iya ma , aku juga baru tau , karena waktu Frescha telpon Alexa minta uang jajan tambahan , aku mendengarkannya dan aku juga terkejut saat mendengar ternyata Alexa mengirimkan uang juga untuk dia 3 juta setiap bulan , yang mana aku sudah mengirimkan 5 juta setiap bulan untuk dia" , ucap Charlie.
"Pantesan dia bisa membeli banyak alat make up dan baju" , ucap mama Vivi.
"Iya nak , sudah pantas kamu gak memberikannya lagi kepada Frescha , biar dia bisa tau diri dan jangan selalu berkelakuan sombong seperti itu , papa bersyukur kamu bertemu dengan istri yang baik nak , kamu jaga selalu istri dan anak kamu baik-baik ya" , ucap papa Teddy.
"Iya pa , aku pasti akan menjaga istri dan anak aku dengan baik , kalau gitu aku ke kamar dulu ya pa" , ucap Charlie yang sudah selesai makan.
"Iya nak" , jawab papa Teddy dan mama Vivi bersamaan.
__ADS_1
Charlie berjalan masuk ke dalam kamar setelah mencuci tangannya.
Begitu Charlie sudah masuk ke kamar , Charlie langsung naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya disana.
"Sayang , aku sudah bilang sama mama kalau kita akan menghentikan uang bulanan Frescha , tapi untuk uang kuliahnya aku tetap akan membayarkannya sampai dia lulus kuliah" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa yang sudah selesai menyusui Bulan dan merapikan bajunya.
Setelah itu Charlie , Alexa dan Bulan bermain bersama di dalam kamar , karena Bulan yang gak mau tidur-tidur setelah menyusui.
Tidak lama mama Vivi datang ke kamar Charlie.
Tok...tok...tok....
Charlie langsung turun dari kasur dan berjalan membuka pintu kamarnya.
"Nak , ini MPASI untuk Bulan sudah mama buatkan ya , nanti kalian tinggal bawa saja ke hotel tempat acara pernikahan Frescha , sebentar lagi juga MUA sudah mau datang , kalau Alexa mau mandi , bisa mandi dulu" , ucap mama Vivi sambil memberikan kotak berisikan MPASI kepada Charlie.
"Iya ma , terima kasih ya ma" , ucap Charlie.
"Iya nak , sama sama" , ucap mama Vivi sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Charlie berjalan masuk ke dalam kamar dan meletakkan kotak makan untuk Bulan di dalam tas yang akan mereka bawa nanti.
"Mas , kita jadi merepotkan mama ya disini , padahal mama juga sibuk untuk pernikahan Frescha" , ucap Alexa.
"Gak kok sayang , mama itu sangat sayang sama Bulan , makanya mama mau menyiapkan semuanya" , ucap Charlie sambil berjalan ke kasur dan duduk di sebelah tubuh istrinya.
"Apa karena mama tau ya aku gak bisa membuatkan MPASI? Karena selalu memberikan Bulan sereal bayi" , ucap Alexa.
"Mama itu juga dari dulu sudah tau kamu gak bisa mengerjakan pekerjaan rumah sayang , karena kan kamu selalu disiapin semuanya oleh mbok Siti" , ucap Charlie sambil memeluk tubuh istrinya.
"Iya ya mas , aku bukan istri yang baik" , ucap Alexa dengan lirih.
"Jangan gitu sayang , kamu itu istri terbaik yang aku miliki , meskipun kamu gak bisa mengerjakan pekerjaan rumah , tapi kamu bisa merawat anak kita sendiri" , ucap Charlie sambil menciumi leher Alexa.
"Tapi aku gak bisa menyiapkan makanan anak aku mas" , ucap Alexa.
"Gak apa apa sayang , mama masih bisa menyiapkannya" , ucap Charlie.
Alexa yang berada dalam pelukan suaminya , hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1