
Frescha yang mulai kesal karena papa dan mamanya tidak mau mencari orang kerja untuk di warung , berjalan kembali menuju ke kamarnya.
"Kamu kenapa mukanya kayak sebel gitu , sayang?" , ucap Jeremi ketika melihat Frescha masuk ke dalam kamar.
"Aku kesal , ternyata kakak belum menelpon mama sayang" , ucap Frescha sambil mengambil ponselnya dan menyentuh nama kakaknya disana.
"Sekarang kamu mau menelpon kak Charlie lagi?" , tanya Jeremi.
"Iya sayang , masa kakak melupakan kata-kata aku tadi siang , memangnya kakak gak perhatian lagi sama papa dan mama" , ucap Frescha sambil mendengarkan nada suara tersambung disana.
Alexa yang masih menunggu suaminya untuk sadar , mendengarkan suara ponsel Charlie yang berbunyi.
Alexa pun mengambil ponselnya dari dalam tas Charlie dan melihat siapa yang menelpon suaminya malam itu.
"Ternyata Frescha" , ucap Alexa sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.
"Halo dek" , jawab Alexa.
"Halo kak , kak Charlie mana?" , ucap Frescha.
"Mas Charlie lagi di rawat di rumah sakit dek. Kamu mencari mas Charlie ada apa?" , ucap Alexa.
"Kenapa kakak di rawat di rumah sakit? Kayaknya tadi pagi aku menelpon kakak masih baik-baik saja" , jawab Frescha.
"Mas Charlie mengalami kecelakaan saat jalan pulang dek" , ucap Alexa.
"Sekarang keadaan kak Charlie gimana?" , tanya Frescha yang awalnya dia mau marah-marah , sekarang berubah menjadi khawatir.
"Sekarang mas Charlie belum sadar juga dek. Kalau kata suster tadi kondisi mas Charlie baik-baik saja , gak ada luka yang serius" , ucap Alexa.
"Semoga kak Charlie cepat sadar dan cepat sembuh ya kak" , ucap Frescha.
"Iya dek. Kamu mencari mas Charlie ada apa?" , tanya Alexa.
"Aku sebenarnya mau meminta kakak untuk membujuk mama menggunakan orang kerja untuk membantu kerjaan di warung makan , karena papa kemaren terjatuh saat bekerja disana" , ucap Frescha.
"Jadi bagaimana kondisi papa sekarang? Sudah dibawa ke rumah sakit belum?" , tanya Alexa.
"Papa gak mau ke rumah sakit kak , katanya dengan di pijit saja sudah baik. Tapi tadi aku lihat , papa masih kesakitan" , ucap Frescha.
"Ya sudah dek , kamu cari saja orang yang mau bekerja di warung makan , nanti kakak saja yang menggajinya" , ucap Alexa.
"Baiklah kak , memang bicara dengan kak Alexa lebih cepat mendapatkan keputusan dari pada kak Charlie" , ucap Frescha.
"Kakak juga gak mau nanti papa dan mama jatuh sakit karena mengurus warung sendiri" , ucap Alexa.
"Iya kak , itu juga yang aku khawatirkan. Mana 3 bulan lagi aku juga akan melahirkan , mama pasti tambah sibuk nanti. Belum mengurus warung , belum mengurus anak aku" , ucap Frescha.
"Iya dek , jadi gitu aja ya. Nanti kalau mama gak setuju , bilang aja kalau itu kakak yang suruh" , ucap Alexa.
__ADS_1
"Iya kak , aku pasti akan mengatakan seperti itu , karena kalau sudah dengar kak Alexa yang minta , mama dan papa langsung diam seribu bahasa" , ucap Frescha.
"Iya dek" , ucap Alexa.
"Baiklah , makasih ya kak. Nanti kabari aku lagi ya keadaan kak Charlie" , ucap Frescha.
"Iya dek" , jawab Alexa sambil memutuskan sambungan telponnya.
Frescha meletakkan ponselnya di atas meja dengan perasaan yang lega.
"Sayang , besok kamu bantuin aku cari orang yang mau kerja di warung ya" , ucap Frescha.
"Masukin di situs lowongan kerja saja sayang" , ucap Jeremi.
"Kamu yang masukin disana ya" , ucap Frescha dengan manja.
"Baiklah sayang. Nanti mama marah gak nih kita langsung cari orang kerja" , ucap Jeremi.
"Kamu tenang saja sayang , mama gak akan bisa membantah perkataan kakak ipar aku yang kaya itu" , ucap Alexa.
"Memangnya kakak ipar itu orang kaya ya sayang?" , tanya Jeremi yang selama ini tidak mengetahui Alexa siapa.
"Iya sayang , kakak ipar itu pemilik dari AH Konveksi , tempat kakak aku bekerja" , ucap Frescha.
"Oh , pantesan kakak ipar itu kelihatan berbeda ya. Mama dan papa juga sangat baik kepada kakak ipar" , ucap Jeremi.
"Tadi kamu bilang semoga kak Charlie cepat sadar , memangnya kak Charlie kenapa?" , tanya Jeremi.
"Kak Charlie kecelakaan ketika jalan pulang dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit" , jawab Frescha.
"Hal ini perlu diberitahukan kepada papa dan mama gak sayang?" , ucap Jeremi.
"Harusnya dikasih tau kepada papa dan mama , tapi besok saja. Aku gak mau membuat mereka terkejut malam ini. Lagian kata kak Alexa , gak ada luka yang serius" , ucap Frescha.
"Baiklah" , ucap Jeremi.
********
Charlie yang berada di rumah sakit , sudah mulai membuka matanya.
Begitu Charlie membuka matanya , terlihat wajah istrinya disana.
"Apa ada yang sakit mas?" , tanya Alexa yang sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya.
"Kepala aku agak sakit sayang" , ucap Charlie.
Alexa langsung menekan bel yang ada di dekat ranjang suaminya.
Suster pun langsung masuk ke dalam kamar perawat Charlie.
__ADS_1
"Ada apa bu?" , tanya suster yang jaga malam.
"Suami saya sudah sadar suster dan katanya kepalanya terasa sakit" , ucap Alexa.
"Baiklah , saya panggilkan dokter dulu ya bu" , ucap suster tersebut.
"Baik suster" , ucap Alexa.
"Aku sekarang dimana sayang?" , tanya Charlie.
"Kamu di rumah sakit mas , kamu kecelakaan tadi di jalan" , ucap Alexa.
Charlie mencoba mengingat kejadian sebelum dia jatuh pingsan.
"Oh iya sayang , tadi aku mau pulang cepat untuk membujuk supaya kamu gak marah lagi sama aku , tapi tiba-tiba di jalan ada yang mau menyebrang jalan , aku langsung menghindarinya. Aku menabrak dinding yang ada di jalan , setelah itu aku gak ingat lagi" , ucap Charlie.
Alexa pun menitikkan air matanya.
"Ternyata mas Charlie membawa mobil dengan cepat karena mau membujuk aku" , ucap Alexa dalam hatinya.
"Aku minta maaf mas , karena aku kamu jadi kecelakaan seperti ini" , ucap Alexa.
"Sudah sayang , aku juga salah sudah meninggalkan kamu kemaren malam , gak mau untuk tetap bersama dengan kamu di rumah" , ucap Charlie sambil menyentuh wajah Alexa yang sudah basah dengan air mata itu.
"Aku yang salah mas , karena aku terlalu cemburu membuat aku marah kepada kamu" , ucap Alexa.
"Iya sayang , sudah...jangan nangis ya. Aku juga gak kenapa-kenapa kan", ucap Charlie.
"Apanya yang gak kenapa-kenapa , di dahi kamu ini dijahit 5 jahitan mas" , ucap Alexa.
"Untung saja aku sudah punya istri dan anak , kalau gak...pasti gak ada yang mau sama aku" , ucap Charlie sambil terkekeh.
"Kamu mau ada luka pun masih tetap ganteng mas. Tapi aku mau minta dokter untuk membuat luka ini hilang , aku gak mau ada bekas di wajah kamu" , ucap Alexa.
"Aku menurut apa kata kamu saja sayang" , ucap Charlie.
"Selamat malam , bagaimana kondisinya sekarang pak?" , tanya dokter yang menangani Charlie.
"Kepala saya sedikit pusing dokter" , ucap Charlie.
"Baiklah , saya berikan obat pusingnya ya. Apakah masih ada gejala lainnya?" , ucap dokter tersebut.
"Gak ada dokter , cuma terasa sedikit pusing saja" , jawab Charlie.
"Apakah nanti bekas nya bisa hilang dokter?" , tanya Alexa.
"Pastinya akan meninggalkan bekas sedikit di dahinya , kalau mau hilang semua , harus dilakukan operasi plastik , tapi harus tunggu sampai lukanya sembuh total" , ucap dokter tersebut.
"Baiklah dokter" , jawab Alexa.
__ADS_1