Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 1


__ADS_3

Sejak kelahiran Sinar Bulan Adriansyah , anak Alexa dan Charlie.


Alexa jadi sibuk mengurus Bulan yang masih bayi.


Alexa juga tidak syuting dan tidak konser selama satu tahun ke depan.


Alexa yang belum berani untuk memandikan anaknya yang masih berumur satu bulan , membuat dia meminta suster dari rumah sakit untuk membantunya memandikan Bulan yang masih bayi.


Ketika suster datang untuk memandikan Bulan , Alexa bisa membantu Charlie untuk memasangkan kancing baju kemejanya seperti biasa yang dilakukannya setiap pagi.


Setelah Charlie sudah rapi dengan baju kerjanya , Charlie dan Alexa akan turun ke bawah untuk sarapan bersama.


Selesai sarapan Charlie berjalan keluar sambil ditemani oleh Alexa.


"Aku pergi kerja dulu ya sayang" , ucap Charlie sambil mencium kening Alexa.


"Iya mas" , jawab Alexa.


"Nanti siang kalau Bulan sudah tidur , kamu ikut tidur juga ya , sudah sebulan ini kamu kurang tidur karena menyusui anak kita , belum lagi kamu harus memompa ASI kamu" , ucap Charlie.


"Iya mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.


"Nanti kalau kamu mau panggil babysitter buat bantu jagain anak kita , aku gak masalah sayang" , ucap Charlie.


"Lihat nanti saja ya mas , sekarang aku masih bisa menjaga Bulan sendiri" , jawab Alexa.


"Baiklah sayang , kalau gitu aku jalan dulu ya" , ucap Charlie.


"Iya mas , kamu hati-hati di jalan ya" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie.


Alexa masuk ke dalam dan menuju ke kamarnya.


"Bulannya sudah selesai di mandikan mba" , ucap Yuni suster dari rumah sakit yang diminta oleh Alexa.


"Iya suster , terima kasih ya" , ucap Alexa.


"Iya mba , kalau gitu saya permisi dulu ya" , ucap Yuni.


"Iya suster" , jawab Alexa.


Suster Yuni berjalan keluar dari kamar Alexa dan pergi kembali ke rumah sakit untuk bekerja seperti biasanya.


Setelah suster Yuni pergi dari sana , Alexa mulai menjalani hari-harinya menjaga Bulan.


Setiap menjaga Bulan , Alexa suka menyalakan album pertama yang sudah sukses di pasaran.


Tiba saatnya akan menyusui , seperti biasa Bulan akan menangis karena sudah lapar.


"Iya anak mama sayang , sudah lapar ya" , ucap Alexa sambil membuka kancing baju atasnya dan memberikan ASI kepada Bulan.


Bulan mulai meminum ASI secara langsung dari tubuh Alexa.

__ADS_1


Alexa sangat menikmati hari-harinya ketika menyusui anak pertamanya itu.


Meskipun lelah karena kurang tidur , tapi Alexa selalu bersemangat ketika dia melihat wajah mungil Bulan.


********


Charlie yang sudah sampai di AH Konveksi seperti biasa mulai sibuk dengan kerjaannya.


Sejak kelahiran Bulan , konveksi yang dijalankan oleh Charlie semakin tambah maju dan banyak pesanan.


Hari itu Charlie akan meeting dengan tiga klien sekaligus.


Sebelum pak Leo yang sudah buat janji pagi itu dengan Charlie datang ke AH Konveksi.


Charlie meeting dulu dengan Heri dan Fani.


"Pak , untuk pesanan klien kita yang minta dibuatkan handuk sebagai souvernir pernikahannya ini , tiba-tiba dia tidak mau kalau untuk packaging nya di buat seperti ini" , ucap Heri.


"Jadi dia maunya bagaimana?" , tanya Charlie.


"Dia maunya dibentuk seperti bunga ini pak" , ucap Heri sambil menunjukkan contoh gambar yang diberikan oleh klien tersebut.


"Apakah kamu bisa membuat handuk ini seperti di contoh gambar itu?" , tanya Charlie.


"Saya bisa pak , tapi gak mungkin saya mengerjakan membentuk 5000 handuk seperti ini sendiri" , ucap Heri.


"Apa Fani dan yang karyawan yang lainnya tidak bisa membantu kamu?" , tanya Charlie.


"Kalau gitu kita harus mencari orang secepatnya untuk membantu kerjaan Heri , untuk membentuk handuk seperti yang di gambar ini , apakah dibutuhkan keahlian khusus atau bisa orang biasa , nanti kamu yang mengajarkan mereka setelah mulai bekerja" , ucap Charlie.


"Untuk membuat ini gak diperlukan kemampuan khusus pak , hanya diajarkan sebentar juga pasti sudah bisa" , ucap Heri.


"Baiklah , kalau gitu Fani , kamu tanyakan ke setiap bagian , bagi siapa yang punya istri atau saudara yang mau bekerja bisa datang besok pagi ke sini" , ucap Charlie.


"Baik pak" , jawab Fani.


"Kalau gitu saya permisi dulu ya pak" , ucap Fani dan Heri.


"Baiklah" , jawab Charlie.


Setelah Fani dan Heri keluar dari ruangan Charlie.


Tidak lama Rita datang mengetuk pintu ruangan kerja Charlie.


Tok...tok...tok...


"Masuk" , jawab Charlie.


Rita langsung membuka pintu Charlie.


"Permisi pak , pak Leo sudah datang" , ucap Rita yang berada di sana bersama dengan pak Leo.


"Baiklah , silahkan masuk pak Leo" , ucap Charlie sambil berdiri dari kursinya.

__ADS_1


Pak Leo berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Charlie dan menjabat tangan Charlie.


"Silahkan duduk pak" , ucap Charlie.


Pak Leo langsung duduk di kursi yang ada di depan meja Charlie.


"Hari ini kedatangan saya , mau buat baju seragam untuk semua sales saya" , ucap pak Leo.


"Baiklah pak , bapak maunya baju yang seperti kemeja atau kaos berkerah?" , tanya Charlie.


"Kaos berkerah saja , mereka kan sering berada di luar untuk menawarkan barang-barang kepada toko-toko , saya rasa menggunakan bahan kaos akan lebih nyaman untuk mereka" , ucap pak Leo.


"Iya baik pak , untuk warnanya mau warna apa pak?" , tanya Charlie.


"Kebetulan kemaren saya sedang ada produk minuman yang baru , kalau gambar produk minuman ini yang dibuat di baju kaos bagian belakangnya lebih besar , apakah bisa?" , tanya pak Leo.


"Bisa pak , nanti kita masuk sablon saja untuk gambarnya" , ucap Charlie.


"Baik Charlie kamu atur kan saja , selama ini saya buat di kamu hasilnya selalu memuaskan dan bahannya juga dijamin bagus" , ucap pak Leo.


"Terima kasih sudah mempercayakannya kepada konveksi kami pak" , ucap Charlie.


"Iya Charlie , ngomong-ngomong kenapa sudah lama saya tidak mendengar istri kamu konser lagi" , ucap pak Leo.


"Istri saya baru melahirkan pak dan usia anak kami Bulan juga masih 1 bulan , jadi istri saya memutuskan untuk tidak syuting dan konser dulu dalam 1 tahun" , jawab Charlie.


"Oh istri kamu sudah melahirkan , kenapa kamu tidak mengabari saya , nanti saya kirimkan hadiah untuk kelahiran putri kamu" , ucap pak Leo sambil tersenyum.


"Saya jadi ngerepotin bapak" , ucap Charlie.


"Gak repot kok , nanti saya kirimin hadiah , kamu terima ya , malah saya yang harusnya berterima kasih dengan istri kamu , sejak saya membawa pulang kaset yang sudah di tandatangani oleh istri kamu dan memberikannya kepada Talia anak saya , dia sangat senang sekali dan sekarang dia semakin giat berlatih biola" , ucap pak Leo.


"Saya turut senang mendengarkannya pak , semoga nanti Talia anak bapak bisa mengeluarkan albumnya sendiri dan konser di seluruh Indonesia seperti istri saya" , ucap Charlie.


"Amin....terima kasih Charlie" , ucap pak Leo.


"Iya sama sama pak" , jawab Charlie.


Tidak lama kemudian Charlie sudah selesai mendesign warna dan meletakkan gambar minuman kaleng di baju yang akan dipesan pak Leo.


Charlie memperlihatkannya kepada pak Leo.


"Apakah ok kalau dibuat seperti ini pak dan warnanya juga saya menyesuaikan dengan warna yang cocok untuk gambar minumannya" , ucap Charlie.


"Ok...ok...saya sangat suka dengan ini Charlie , saya langsung DP saja ya , kamu buatnya ukuran fit to L saja sebanyak 1000 lembar ya dan seperti biasa kalau bisa 3 bulan lagi selesai" , ucap pak Leo.


"Baik pak" , jawab Charlie sambil tersenyum.


Setelah itu pak Leo mulai melakukan transaksi disana.


Charlie membuatkan kuitansi untuk pak Leo yang telah membayar DP 50%.


Selesai transaksi , pak Leo permisi untuk pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2