
Alexa yang sudah terbangun pagi itu dengan tubuh polosnya , langsung tersenyum melihat suaminya yang masih tidur.
"Kamu pasti kecapean ya karena aktifitas kita kemaren malam" , ucap Alexa dengan lembut sambil menciumi wajah suaminya.
"Gak sayang , malah aku semakin bersemangat" , jawab Charlie sambil membuka matanya.
"Jadi kamu sudah bangun mas?" , tanya Alexa sambil meletakkan dagunya di dada polos suaminya.
"Iya sayang , aku cuma masih mau bersama kamu aja sebentar lagi" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Iya mas , hari ini kita harus pergi jahit baju mas untuk acara pernikahan Frescha , aku sudah lebih kurus kan mas" , ucap Alexa yang masih belum pe de dengan tubuhnya.
"Sudah sayang , kamu lihat...sekarang aja aku sudah bisa memeluk pinggang kamu" , ucap Charlie.
"Iya mas , aku takut kalau nanti aku kelihatan jelek" , ucap Alexa.
"Gak sayang , sekarang tubuh kamu sudah bagus dan kamu juga selalu kelihatan cantik" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Baiklah mas" , jawab Alexa.
"Berarti hari ini kamu dan Bulan ikut aku ya ke kantor" , ucap Charlie.
"Nanti tangisan Bulan ganggu kamu kerja lagi" , ucap Alexa.
"Gak sayang , aku malah senang bisa kerja ditemani oleh kalian" , jawab Charlie sambil mengecup kening istrinya.
Terdengar suara tangisan Bulan yang memecahkan kemesraan Charlie dan Alexa pagi itu.
"Anak kamu sudah lapar mas" , ucap Alexa sambil terkekeh.
"Iya sayang , kalau gitu aku mandi dulu aja" , ucap Charlie.
Alexa turun dari kasur dengan tubuh polosnya dan mengambil Bulan dari box bayi dan langsung menyusuinya.
Charlie yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi , mengambil handuk dan membawanya ke dekat istrinya yang sedang berdiri dengan tubuh polosnya di depan box Bulan sambil menyusui anak mereka.
"Ditutupin dengan ini dulu ya sayang" , ucap Charlie sambil melilitkan handuk di perut Alexa.
"Iya mas" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Aku mandi dulu sayang" , ucap Charlie sambil mencium wajah istrinya dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Alexa hanya tersenyum melihat suaminya yang berjalan dengan tubuh polosnya menuju ke kamar mandi.
Tidak lama Bulan sudah selesai menyusui , Alexa melilitkan handuk untuk menutupi dadanya dan mulai memasukkan ke dalam tas , semua perlengkapan yang dia perlukan selama dia di AH Konveksi bersama dengan Bulan nanti.
Charlie yang sudah keluar dari kamar mandi...
"Kamu gak mandiin Bulan sayang?"
"Iya mas , ini aku baru mau mandiin , tadi aku membereskan semua barang-barang yang mau dibawa nanti" , ucap Alexa.
"Sudah lengkap semuanya sayang?" tanya Charlie.
"Sudah mas" , jawab Alexa sambil mengisi bak mandi Bulan.
__ADS_1
"Baiklah sayang" , jawab Charlie sambil berjalan menuju ke lemari dan mengambil baju kemejanya.
Alexa mulai memandikan anak mereka.
Setelah beberapa waktu Bulan sudah selesai mandi dan Alexa mulai mengeringkan tubuh anaknya.
Seperti biasa Alexa akan menggosokkan minyak telon di tubuh anaknya , baru dia akan memasangkan baju anaknya.
"Kamu saja belum mandi sudah wangi sayang" , ucap Charlie yang sudah selesai menggunakan pakaiannya , memeluk tubuh Alexa dari belakang.
"Bau minyak telon anak kita yang wangi kali mas" , ucap Alexa sambil terkekeh.
"Gak sayang , beneran bau tubuh kamu" , ucap Charlie sambil mencium bahu polos istrinya.
"Kamu itu kalau sama aku semuanya wangi , semuanya suka" , jawab Alexa sambil mengancingkan baju anaknya.
"Iya sayang , semua yang ada di tubuh kamu membuat aku menjadi candu" , ucap Charlie.
"Udah mas , jangan gombal lagi , kamu jagain Bulan , aku mau mandi dulu ya" , ucap Alexa.
"Baiklah sayang" , jawab Charlie yang melepaskan pelukannya dan mengambil Bulan yang ada di box bayi.
"Bulan bersama papa dulu ya" , ucap Charlie sambil menggendong anaknya.
Alexa berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah beberapa waktu , Alexa sudah selesai mandi dan langsung merias wajahnya di meja rias.
.
.
Charlie memberikan Bulan kepada Alexa dan membawa tas yang sudah di persiapkan oleh Alexa berjalan keluar kamar menuju ke meja makan untuk sarapan.
"Mbok" , panggil Alexa.
"Iya non" , jawab mbok Siti sambil berjalan keluar dari dapur.
"Aku mau pergi cari tukang jahit baju , lalu setelah itu aku ikut mas Charlie ke AH Konveksi ya" , ucap Alexa.
"Iya non , tapi kenapa ke tukang jahit non?" , tanya mbok Siti.
"Aku mau buat baju kembaran untuk acara pernikahan Frescha di kota Y nanti mbok" , ucap Alexa.
"Baik non" , jawab mbok Siti.
Selesai sarapan pagi , Alexa dan Charlie berjalan keluar menuju ke mobil Charlie.
Charlie menjalankan mobilnya untuk mencari butik yang menerima custom baju.
Tidak lama mereka melihat ada butik besar di pinggir jalan.
Charlie memberhentikan mobilnya dan mereka turun bersama dari mobil , berjalan masuk ke dalam butik.
Setelah bertanya-tanya disana , ternyata butiknya bukan hanya menerima jahit baju , mereka juga menyediakan bahan.
__ADS_1
Jadinya Alexa langsung menyetujuinya , karena dia tidak perlu pergi mencari bahan lagi.
Setelah Alexa memilih bahan yang dia inginkan , designer butik itu baru sampai disana.
Designer itu mulai mendesign baju untuk Alexa , suaminya dan juga Bulan.
Sudah setuju dengan model yang diberikan , mereka semua mulai diambil ukuran badannya dengan asisten designer tersebut.
Setelah selesai , Charlie mulai membayarkan DP nya , lalu mereka berjalan bersama keluar dari butik untuk menuju ke AH Konveksi.
********
Frescha dan Jeremi sudah mulai berfoto pagi itu.
"Kamu cantik banget menggunakan baju yang belahan dadanya turun begini sayang" , ucap Jeremi ketika mereka sedang mengambil foto.
"Kalau gitu nanti kamu belikan aku baju seperti ini yang banyak" , ucap Frescha.
"Untuk apa aku belikan baju model begini yang banyak , lagian juga gak akan kepakai" , ucap Jeremi.
"Pasti kepakai dong , kan bisa aku gunakan setiap hari untuk kamu lihat" , jawab Frescha sambil mengganti posisi mereka dan tersenyum ke arah kamera.
"Kalau cuma untuk aku lihat , aku gak butuh ini sayang , kamu berjalan saja mondar mandir dengan tubuh polos kamu , baru aku akan sangat puas melihatnya" , jawab Jeremi sambil tersenyum.
"Itu mah maunya kamu setiap malam" , ucap Frescha sambil terkekeh.
Tidak lama terdengar suara.....
"Ok bagus , ganti baju lagi" , kata juru foto.
Frescha dan Jeremi berjalan bersama masuk ke ruang ganti baju.
Mereka langsung mengganti bajunya disana , yang pastinya Frescha di bantu oleh asisten yang ada disana untuk memasangkan gaunnya.
Selesai mengganti baju , Frescha dan Jeremi mulai melanjutkan sesi foto kembali.
Sampai akhirnya setelah beberapa kali berpose dan mengganti baju , sesi foto pun selesai.
"Aku capek sekali sayang dan pipi aku juga berasa keram karena tersenyum lama" , ucap Frescha.
"Iya , yang penting kan untuk foto prewedding kita sudah selesai sayang" , ucap Jeremi.
"Iya sayang" , jawab Frescha.
Lulu asisten papa Jeremi yang dari tadi berada disana melihat sesi pemotretan , berjalan menghampiri Jeremi dan Frescha.
"Besok siang jadwal fitting baju di butik ya , jangan sampai telat datangnya" , ucap Lulu.
"Baik mba" , jawab Frescha dan Jeremi bersamaan.
Setelah menyampaikan itu , Lulu langsung berjalan pergi dari sana dan meninggalkan studio foto.
"Kenapa asisten papa kamu itu sangat sombong sekali sayang? Padahal dia bicara itu dengan anak majikannya lho" , ucap Frescha yang melihat Lulu pergi begitu saja dari sana tanpa berpamitan dengan mereka.
"Ya biarkan saja sayang" , jawab Jeremi.
__ADS_1