Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan

Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Sinar Bulan Ep 8


__ADS_3

Alexa yang sudah selesai mandi , mulai berdandan natural seperti biasanya.


Charlie menggendong Bulan selama Alexa bersiap-siap.


"Aku masih kelihatan gemuk , mas" , ucap Alexa yang sudah selesai berdandan.


"Tapi kamu masih kelihatan cantik sayang" , ucap Charlie sambil mengecup pipi istri tersayangnya.


"Terima kasih mas" , ucap Alexa sambil tersenyum.


Setelah itu Charlie dan Alexa turun ke bawah sambil membawa Bulan dalam gendongan Charlie.


Begitu Alexa dan Charlie sudah sampai di bawah , sudah terlihat mama Vivi yang sibuk di ruang keluarga sambil diliatin oleh papa Teddy.


"Ma...pa..." , sapa Alexa dan Charlie.


"Iya nak , Bulan kasih ke papa dulu , kalian sarapan dulu sebelum kita mulai acaranya" , ucap papa Teddy.


"Papa dan mama sudah makan?" , tanya Alexa.


"Kami sudah sarapan nak" , jawab papa Teddy dan mama Vivi.


"Baiklah ma , kalau gitu kami sarapan dulu ya" , ucap Alexa.


"Iya nak" , jawab papa Teddy dan mama Vivi bersamaan.


Alexa dan Charlie berjalan bersama menuju ke meja makan setelah memberikan Bulan ke papa Teddy.


Tidak lama para tetangga yang sudah diundang oleh mbok Siti sudah mulai berdatangan.


Mama Vivi dan papa Teddy menemani para tamu mengobrol sambil beberapa ada yang melihat Bulan anak Alexa dan Charlie.


Alexa dan Charlie yang sudah selesai sarapan , berjalan menuju ke ruang keluarga.


Begitu Alexa dan Charlie keluar , sudah ada beberapa tamu disana.


Alexa dan Charlie mulai menyapa para ibu-ibu tetangga yang datang ke rumah mereka.


"Siapa yang undang semua tetangga kita mas?" , tanya Alexa dengan pelan di dekat suaminya.


"Kayaknya mama dan mbok Siti yang atur semuanya sayang" , jawab Charlie.


"Baiklah , kalau gitu kita mulai ya acara turun mandinya" , ucap mama Vivi.


Papa Teddy memberikan Bulan kepada Alexa dan mama Vivi memulai acara turun mandi yang diadakan secara sederhana itu.


Banyak doa yang diberikan dari papa Teddy , mama Vivi dan para tamu yang hadir disana untuk Bulan.


Setelah beberapa waktu , acara turun mandi Bulan telah selesai dilaksanakan.


Semua tamu menikmati nasi kuning dan ayam panggang yang sudah di sediakan oleh mama Vivi dan mbok Siti.


"Ma , terima kasih ya sudah membuatkan acara turun mandi untuk Bulan , kalau aku pasti gak ngerti mau buatnya seperti apa" , ucap Alexa.

__ADS_1


"Iya nak , makanya mama dan papa datang kesini" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Alexa sambil tersenyum.


Setelah itu mama Vivi kembali mengobrol dengan para tamu disana.


"Mas , gak usah ke AH Konveksi ya , soalnya udah siang , tamu di rumah kita juga masih ada , gak enak juga kalau kamu pergi" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie.


********


Frescha dan Jeremi yang sudah check out dari hotel , pergi mencari makan siang sebelum mereka jalan pulang ke kota Y.


"Sayang , kita makan disana saja ya" , ucap Jeremi sambil menunjuk restoran yang ada disana.


"Baiklah sayang" , ucap Frescha.


Jeremi memberhentikan mobilnya menuju ke restoran dan memesan makanan untuk mereka.


Tidak lama makanan pesanan mereka telah terhidang di atas meja.


Jeremi dan Frescha menikmati makanan mereka sambil mengobrol santai.


Setelah selesai makan , Jeremi membayar semua makanan mereka.


Jeremi dan Frescha berjalan keluar dari restoran menuju ke mobil.


Jeremi menjalankan mobilnya menuju ke kota Y.


Tidak terasa setelah 2 jam menempuh perjalanan , mobil yang dibawa oleh Jeremi telah sampai di kota Y.


"Sayang , apa kamu gak mau bersama dengan aku malam ini?" , tanya Jeremi.


"Besok orang tua aku akan pulang sayang , kalau aku gak ada dirumah , nanti mereka akan curiga" , ucap Frescha.


"Kan masih besok pulangnya sayang , kalau nanti orang tua kamu sudah disini , kita sudah gak bisa nginap berdua lagi" , rayu Jeremi.


"Tapi aku kan gak ada baju ganti sayang , gak nyaman banget menggunakan baju yang kemaren , masa aku harus pakai baju ini juga sampai besok pagi" , jawab Frescha.


"Kalau aku belikan kamu baju baru , kamu mau gak nginap lagi sama aku malam ini , kebetulan orang tua aku sedang gak ada di rumah malam ini" , ucap Jeremi.


"Baiklah sayang" , ucap Frescha yang tergoda dengan dibelikan baju baru.


Jeremi langsung menjalankan mobilnya menuju ke toko baju yang ada disana.


Begitu sampai di depan ruko toko baju , Jeremi langsung memarkirkan mobilnya disana.


Jeremi dan Frescha turun bersama dan masuk ke dalam butik.


Frescha yang sangat suka barang bagus , tidak cukup hanya dengan satu baju , saat itu Frescha mengambil 5 pasang baju yang mahal disana.


Jeremi membiarkan saja Frescha belanja sepuasnya , karena nanti malam dia akan menikmati tubuh Frescha lagi.

__ADS_1


"Sudah selesai memilih bajunya sayang?" , tanya Jeremi.


"Sudah sayang , ini aku sudah dapat 5 baju , tapi aku masih mau yang ini lagi" , ucap Frescha sambil mengambil dress simple yang ada disana.


"Untuk kamu apa aja boleh sayang" , ucap Jeremi.


"Makasih sayang" , ucap Frescha.


Selesai memilih baju Jeremi dan Frescha menuju ke kasir dan Jeremi membayar semua baju yang di beli oleh Frescha.


Frescha keluar dari butik bersama dengan Jeremi dengan perasaan yang bahagia karena mendapatkan banyak baju baru.


Jeremi langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya begitu mereka sudah masuk di dalam mobil.


Akhirnya malam itu Frescha jatuh lagi dalam pelukan dan rayuan Jeremi.


********


"Sayang , aku lupa kasih tau kamu" , ucap Charlie ketika sudah selesai mandi dan berjalan mendekati Alexa yang sedang menyusui Bulan.


"Apa itu mas?" , tanya Alexa.


"Reni sekarang kerja di tempat kita" , ucap Charlie.


"Kok bisa mas? Kamu yang menerima dia kerja di tempat kita?" , tanya Alexa.


"Bukan aku sayang , kemaren ketika kita buka lowongan untuk membantu Heri , ternyata dia ikut interview dan Heri menerima dia , aku juga taunya ketika dia sudah di terima Heri , kan kemaren aku jemput mama dan papa di bandara" , ucap Charlie.


"Tapi dia gak ada hubungan kerjaan dengan kamu kan mas" , ucap Alexa.


"Gak ada sayang" , jawab Charlie.


"Ya udah mas , kita biarin saja , siapa tau juga dia sudah gak berani lagi menjebak kamu" , ucap Alexa.


"Iya sayang" , jawab Charlie.


"Pokoknya kalau dia kasih kamu sesuatu kamu jangan makan ya , kamu buang saja" , ucap Alexa yang teringat dengan Reni memberikan obat perangsang di minuman Charlie.


"Iya sayang" , jawab Charlie.


Setelah Alexa selesai menyusui Bulan , Alexa mulai merapikan bajunya kembali dan Charlie yang bermain dengan Bulan.


"Sayang , nanti ketika Bulan sudah besar , apa kamu mau kita tambah anak lagi?" , tanya Charlie.


"Belum tau mas , aku masih mau fokus membesarkan Bulan dulu" , jawab Alexa.


"Apakah kamu masih mau melanjutkan bermain biola lagi sayang?" , tanya Charlie.


"Aku tiba-tiba jadi ragu mas , awalnya aku berpikir setelah Bulan berusia 1 tahun , aku mau kembali bermain biola lagi , tapi setelah melihat Bulan sekarang , aku jadi kepikiran , siapa yang akan menjaga Bulan selama aku kerja" , ucap Alexa.


"Sebenarnya kalau kamu gak mau melanjutkan bermain biola lagi , gak apa apa sayang , apalagi konveksi kita juga semakin maju sekarang" , ucap Charlie.


"Iya ya mas , nanti aku lihat lagi setelah Bulan berusia 1 tahun" , ucap Alexa.

__ADS_1


Charlie pun hanya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2