
Vio yang sudah bangun siang itu langsung keluar dari kamarnya.
Begitu Vio keluar dari kamar , terlihat Derren sedang memasak di dapur.
Vio pun tertegun melihat Derren , seorang pianis yang memiliki tangan halus , ternyata bisa juga memasak.
Berbeda dengan Vio yang sama sekali tidak bisa memasak , dari dulu dia dan Felix selalu membeli makanan di luar.
Vio berjalan menuju ke meja makan yang ada disana dan duduk di kursi sambil mengambil gelas dan air yang ada di atas meja untuk diminumnya.
Mendengar ada suara , Derren pun melihat kesamping.
"Selamat siang Vio" , ucap Derren sambil tersenyum.
"Siang Derren" , jawab Vio.
"Apakah tidurmu nyenyak semalam?" , tanya Derren.
"Nyenyak sekali Derren" , jawab Vio sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau kamu bisa tidur dengan nyenyak disini" , ucap Derren sambil tersenyum.
Vio pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Kamu masak apa Derren?" , tanya Vio.
"Aku masak sop ayam , sebentar lagi juga sudah mau jadi , kamu sudah lapar ya?" , tanya Derren.
"Iya , tapi aku gak bisa masak , biasanya juga selalu beli makanan diluar , kamu hebat sekali bisa memasak , jarang banget cowok yang mau masuk ke dapur" , ucap Vio.
"Aku karena selalu tinggal sendiri , makanya aku belajar masak , karena terkadang aku bosan dengan makanan di luar" , jawab Derren sambil tersenyum.
"Kamu hebat ya Derren , selain kamu ganteng , pemain piano yang hebat , kamu bisa masak pula , pasti yang menjadi istri kamu nanti sangat bahagia bersama dengan kamu" , ucap Vio sambil tersenyum.
"Apakah kamu mau bahagia bersama aku suatu saat nanti Vio ?" , tanya Derren yang ingin tau perasaan Vio.
"Maksud kamu?" , tanya Vio dengan penuh tanda tanya.
"Apakah kamu mau menjadi istri aku suatu saat nanti?" , tanya Derren sambil menatap mata Vio.
"Pasti kamu sudah memiliki pacar kan , gak mungkin kamu gak memiliki pacar , sedangkan kamu keren dan mapan" , ucap Vio.
"Aku sudah putus dari pacar aku sejak setengah tahun yang lalu" , ucap Derren.
"Kenapa putus?" , tanya Vio.
"Dia lebih memilih cowok lain dari pada aku" , jawab Derren.
"Sama seperti Felix yang sekarang lebih memilih bersama dengan wanita lain dari pada aku , sejak dia bersama dengan wanita yang memberikannya uang itu , dia tidak pernah menghubungi aku , bahkan chat aku gak dibalas sama dia" , ucap Vio dalam hatinya.
"Ini sop ayamnya sudah jadi , ayo kita makan bersama" , ucap Derren.
__ADS_1
"Baiklah , terima kasih" , jawab Vio sambil mengambil piring dan mangkuk yang sudah disediakan oleh Derren di atas meja makan.
"Iya Vio , sama sama...semoga rasanya cocok ya dengan selera kamu" , ucap Derren.
"Dari wanginya aja udah ketahuan , pasti enak" , ucap Vio sambil meletakkan nasi kedalam piring dan memasukkan sop ayam ke dalam mangkuk.
Derren pun hanya tersenyum melihat Vio.
Vio memakan makanan yang sudah dimasak oleh Derren...
"Enak banget Derren" , ucap Vio dengan mulut yang masih terisi dengan makanan.
"Syukurlah kalau kamu suka Vio" , ucap Derren sambil tersenyum.
Setelah itu mereka makan bersama.
Selama makan Derren masih ingin tau apakah Vio mau bersama dengannya suatu hari nanti , maka Derren pun mulai menanyakannya lagi...
"Jadi bagaimana Vio?" , tanya Derren.
"Bagaimana apa?" , tanya Vio.
"Apa kamu mau menjadi istri aku suatu hari nanti?" , tanya Derren.
"Aku rasa kamu bisa mencari wanita yang lebih baik dari pada aku Derren , aku sudah punya pacar , meskipun hubungan kami sekarang gak jelas , tapi kami belum ada saling mengucapkan kata putus" , jawab Vio.
"Aku bisa menunggu kamu" , ucap Derren.
"Tapi kenapa Vio?" , tanya Derren.
"Aku sudah gak perawan lagi , dulu aku selalu melakukan hubungan suami istri dengan pacar aku , hampir setiap hari" , jawab Vio sambil menundukkan kepalanya.
"Bukankah sekarang juga orang pacaran memang seperti itu ya , suka mencari waktu untuk tidur bersama" , ucap Derren.
"Apakah kamu juga dulu seperti itu?" , tanya Vio sambil menaikkan wajahnya dan melihat Derren.
"Iya , tapi aku hanya akan melakukannya dengan cewek yang aku sukai , bukan mencari wanita penghibur kayak yang di klub malam , atau mencari kesenangan semata" , ucap Derren sambil tersenyum simpul.
Mendengar semua perkataan Derren , seketika membuat hati Vio yang kesepian , sedikit merasakan kehangatan.
Vio yang sangat butuh sandaran dalam hidupnya , membuat dia juga ingin merasakan benar-benar dicintai oleh seorang pria.
"Tolong berikan aku waktu ya Derren" , jawab Vio.
"Baiklah , aku gak akan memaksa kamu untuk memberikan jawabannya sekarang".
Vio pun menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka makan bersama tanpa ada obrolan lagi diantara mereka.
********
__ADS_1
Charlie dan Alexa siap-siap di kamar mereka , hari itu mereka memutuskan untuk pergi lebih cepat , karena Alexa mau makan siang di mall.
Charlie dan Alexa yang sudah rapi dengan baju jalan mereka , berjalan bersama menuju ke bawah.
"Mbok Siti , siang ini aku dan mas Charlie makan di luar ya" , ucap Alexa.
"Baik non , selamat bersenang-senang ya" , ucap mbok Siti sambil tersenyum.
"Iya mbok , makasih" , jawab Alexa.
Alexa dan Charlie keluar dari rumah dan menuju ke mobil.
Pak Tono langsung membukakan pagar begitu melihat Charlie dan Alexa yang sudah mau pergi.
Charlie dan Alexa masuk ke dalam mobil , setelah itu Charlie menyalakan mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke mall.
Charlie dan Alexa mengobrol santai selama di perjalanan.
Tidak terasa mobil Charlie sudah memasuki area parkiran mall.
Charlie dan Alexa turun dari mobil dan berjalan bersama memasuki area mall.
Sampai di dalam mall , Alexa langsung mengajak Charlie ke toko baju pria.
Alexa mulai memilihkan beberapa baju kemeja dan celana untuk Charlie.
"Mas , ukuran celananya berapa?" , tanya Alexa.
"Aku pakai yang ukuran M , Alexa" , jawab Charlie.
Alexa mengambil beberapa pasang baju yang sudah di cocokkan nya sesuai dengan warna baju kemeja dan celananya.
"Mas , kamu cobain ya semuanya , aku pilih warna yang menurut aku cocok di kamu , kalau nanti kamu gak suka bisa di ganti dengan warna yang lain" , ucap Alexa sambil memberikan baju-baju yang sudah dipilihkan olehnya.
"Baiklah , aku cobain dulu kalau gitu" , ucap Charlie sambil tersenyum.
Charlie pun berjalan menuju ke ruang fitting room.
Charlie mencoba satu persatu baju dan celana yang sudah dipilihkan oleh Alexa.
"Semuanya pas dan kelihatan bagus di aku , ternyata Alexa bisa melihat warna apa yang cocok sama aku" , ucap Charlie dalam hatinya.
Alexa yang menunggu Charlie di depan fitting room , langsung mendekati Charlie begitu Charlie keluar dari sana.
"Gimana mas , cocok gak sama kamu?" , tanya Alexa.
"Semuanya pas dan bagus saat aku pakai" , jawab Charlie sambil tersenyum.
"Baiklah , kalau gitu kita ambil semua ya" , ucap Alexa.
"Iya Alexa" , jawab Charlie sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Charlie dan Alexa berjalan menuju ke kasir dan membayar semua baju yang sudah dipilihnya.