
Charlie yang sudah selesai bekerja sore itu langsung mematikan laptopnya dan mengambil tasnya , untuk menjemput istri kesayangannya.
Charlie berjalan keluar dan terlihat beberapa karyawan juga sudah bersiap untuk pulang sore itu dan sebagian lagi masih lembur untuk menyelesaikan orderan dari klien.
"Saya pulang duluan ya" , ucap Charlie kepada karyawannya.
"Iya pak" , jawab semua karyawan yang bertemu dengan Charlie.
Charlie berjalan keluar menuju ke mobilnya , setelah di dalam mobil , Charlie langsung menelpon istri tersayangnya.
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo mas" , jawab Alexa.
"Halo sayang , apa kamu sudah selesai latihannya?" , tanya Charlie.
"Sudah mas , ini aku baru selesai latihannya" , jawab Alexa.
"Baiklah , kamu tunggu sebentar ya sayang , aku sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke sana" , ucap Charlie.
"Iya mas , kamu hati-hati di jalan ya" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil memutuskan sambungan telponnya.
Charlie membawa mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi , karena dia sudah gak sabar ingin menjemput istri tersayangnya.
"Telpon dari suami kamu ya?" , tanya Rendi.
"Iya Rendi" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Apa dia akan menjemput kamu disini?" , tanya Rendi.
"Iya , suami aku akan menjemput aku disini" , jawab Alexa.
"Aku jadi gak bisa nganterin kamu pulang dong kalo gitu" , ucap Rendi dengan lirih.
"Aku juga gak mau ngerepotin kamu Rendi , suami aku juga sekalian mau jalan pulang dari AH Konveksi" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Apakah kamu bahagia hidup bersama dengan suami kamu Alexa?" , tanya Rendi yang ingin tau.
"Aku sangat bahagia sekali Rendi" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Baguslah , aku turut senang mendengarkannya" , ucap Rendi.
"Terima kasih Rendi , ayo kita jalan keluar lagi" , ucap Alexa.
"Mba Susi aku pulang dulu ya" , ucap Alexa dan Rendi bersamaan.
"Baiklah , sampai ketemu besok lagi ya , kalau aku masih ada pekerjaan besok begitu kalian sampai disini , langsung masuk ke ruangan ini saja ya buat latihan" , ucap mba Susi sang manajer.
"Iya mba , terima kasih ya" , ucap Alexa dan Rendi bersamaan.
"Iya sama-sama , aku ke ruangan kerja aku dulu ya" , ucap mba Susi.
"Iya mba" , jawab Alexa dan Rendi bersamaan.
Setelah itu Alexa dan Rendi berjalan bersama menuju ke luar.
Alexa menunggu suaminya sambil duduk di kursi yang disediakan di depan meja resepsionis.
Tiba-tiba Rendi juga ikut duduk di sana.
"Kamu gak langsung pulang?" , tanya Alexa.
"Aku nungguin sampai kamu di jemput suami kamu , baru aku pulang" , jawab Rendi.
"Aku gak apa apa sendiri di sini , lagian juga disini masih rame" , ucap Alexa.
"Aku juga gak ada kerjaan lain Alexa , jadi gak apa apa ya aku tungguin sampai kamu di jemput" , ucap Rendi.
"Ya baiklah" , ucap Alexa.
Rendi dan Alexa mengobrol bersama selama menunggu Charlie datang menjemput Alexa.
Setelah beberapa waktu , akhirnya mobil yang dibawa Charlie sampai juga di depan kantor PT Musik Indonesia.
Charlie memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke dalam gedung kantor PT Musik Indonesia.
Begitu Charlie masuk , terlihat istrinya sedang mengobrol dengan Rendi.
Ada sedikit perasaan cemburu yang Charlie rasakan , tapi Charlie yakin kalau istrinya hanya mencintai dirinya.
__ADS_1
"Sayang" , panggil Charlie sambil berjalan ke arah istrinya.
Alexa langsung melihat ke arah suara yang sangat dikenalinya itu.
"Kamu sudah sampai mas" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Iya sayang , ayo kita pulang lagi" , ucap Charlie dengan lembut sambil membantu membawakan biola Alexa dan menggandeng tangan istrinya.
"Iya mas" , jawab Alexa sambil berdiri.
"Aku pulang duluan ya Rendi , terima kasih sudah menemani aku sampai suami aku datang" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Iya Alexa , sama sama" , jawab Rendi sambil tersenyum.
"Jadi Rendi nemenin kamu sampai aku jemput , sayang" , ucap Charlie yang mendengarkan perkataan istrinya.
"Iya mas" , jawab Alexa sambil melihat ke arah suaminya.
"Terima kasih ya sudah menemani istri saya" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Iya sama-sama kak" , jawab Rendi.
Setelah itu Rendi dan Alexa jalan bersama keluar dari kantor PT Musik Indonesia menuju ke parkiran mobilnya.
"Terlihat kamu sangat bahagia dengan suami kamu Alexa , semoga kamu selalu bahagia ya" , ucap Rendi yang melihat Alexa pergi dengan suaminya.
Setelah itu baru Rendi berjalan keluar dari kantor dan menuju ke parkiran mobilnya.
********
"Mas , aku kepingin makan martabak" , ucap Alexa ketika mereka sudah di dalam mobil.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil tersenyum.
Charlie menjalankan mobilnya menuju tempat jual martabak.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Charlie telah sampai di depan tukang jual martabak.
"Sayang , kamu mau ikut juga gak?" , tanya Charlie.
"Mau suamiku sayang" , jawab Alexa sambil tersenyum.
Charlie berjalan sambil memeluk pinggang Alexa sampai ke tukang jual martabak.
Reni yang juga berada disana bersama dengan Andi , melihat Charlie yang berjalan dengan Alexa sambil berpelukan.
"Pak pesan martabak manis 2 yang satu keju coklat dan satu lagi isi jagung ya" , ucap Alexa.
"Baik mba , atas nama siapa ya" , ucap tukang jual martabak.
"Nama Charlie" , jawab Alexa.
"Bisa habis sebanyak itu sayang" , ucap Charlie.
"Gak tau mas , tapi aku kepengen makan yang itu" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Ya udah , kalau kamu pengennya itu gak apa apa , kalau gak dikasih nanti anak aku ngeces lagi" , ucap Charlie sambil terkekeh.
"Iya mas , nanti kalau gak habis minta mbok Siti dan pak Tono yang habisin" , jawab Alexa sambil tersenyum.
"Iya sayang" , jawab Charlie.
"Mas , kita nunggunya sambil duduk ya , kalau berdiri lama kaki aku pegel" , ucap Alexa.
"Iya sayang" , jawab Charlie.
Charlie dan Alexa mencari kursi kosong yang ada disana.
Ketika Charlie mencari kursi kosong , terlihat ada kursi kosong di sebelah Reni.
"Sayang , ada kursi kosong disana , tapi di sebelah Reni , apa gak masalah kita duduk disana" , ucap Charlie.
"Ya gak apa apa deh mas , dari pada kaki aku pegel" , ucap Alexa.
Charlie dan Alexa berjalan menuju ke kursi kosong yang ada disana.
"Hi Charlie...nona muda..." , panggil Reni.
"Hi" , jawab Charlie dengan dingin.
Alexa hanya diam saja tidak menjawab panggilan Reni , karena dia sudah gak suka sejak saat Reni menjebak Charlie waktu itu di kantor.
__ADS_1
Charlie menarikan kursi untuk Alexa.
"Hati-hati sayang" , ucap Charlie yang sengaja memperlihatkan kemesraan mereka di depan Reni.
"Iya mas" , jawab Alexa sambil tersenyum.
Setelah Alexa duduk disana , Alexa memegang tangan suaminya...
"Mas , kamu duduk juga disana , nanti kaki kamu pegel berdiri terlalu lama".
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil tersenyum dan duduk di samping istrinya.
Reni hanya melihat kemesraan Charlie dan Alexa , yang dulu dia bilang kalau Charlie pasti hanya akan dimanfaatkan oleh Alexa , tapi ternyata Charlie dan Alexa benar-benar saling mencintai.
"Charlie aku mau menanyakan sesuatu apakah boleh?" , tanya Reni.
"Kamu mau menanyakan apa?" , ucap Charlie.
"Apakah aku bisa bekerja kembali di AH Konveksi?" , ucap Reni yang sedang mencari pekerjaan setelah keluar dari Rose klub malam.
"Maaf Reni , untuk sekarang aku belum buka lowongan kerja" , jawab Charlie.
"Baiklah Charlie" , ucap Reni dengan lirih.
Tidak lama terdengar pelayan disana memanggil , pesanan tuan Charlie.
"Mas , ayo pesanan kita sudah jadi" , ucap Alexa.
"Iya sayang , kamu berdirinya pelan-pelan , jangan buru-buru gitu , ingat ada anak kita disini" , ucap Charlie dengan lembut.
"Iya mas , tapi aku mau cepat pulang" , ucap Alexa dengan manja.
"Iya sayang" , jawab Charlie sambil tersenyum melihat istrinya.
Alexa dan Charlie berjalan bersama menuju ke kasir , membayar martabak pesanan Alexa dan setelah itu mereka berjalan bersama sambil berpelukan menuju ke mobil.
"Siapa Charlie tadi Reni?" , tanya Andi.
"Itu mantan bos aku dulu , aku sebelumnya bekerja di tempat dia , tapi aku membuat kesalahan yang sangat fatal , sehingga aku dipecat" , jawab Reni dengan lirih.
"Kamu buat kesalahan apa?" , tanya Andi yang ingin tau.
"Dulu aku sangat mencintai dia , awalnya dia hanya asisten di kantor , sejak kematian bos besar , dia menikah dengan anak pemilik perusahaan dan menjadi pemimpin di sana , ketika mendengar dia mau menikah , aku gak bisa terima , aku memberikan dia obat perangsang , aku kira aku bisa memiliki dia , tapi ternyata aku salah , meskipun dia sudah terkena obat itu , dia tetap tidak mau menyentuh tubuh aku , sampai nona muda datang" , cerita Reni.
"Aku gak menyangka dulu kamu seperti itu" , ucap Andi.
"Apakah sekarang setelah mengetahuinya kamu menyesal bersama dengan aku?" , tanya Reni.
"Gak sayang , aku gak menyesal , karena hanya aku yang bisa menjadi orang yang pertama kali memiliki kamu seutuhnya" , jawab Andi.
"Terima kasih ya sayang" , ucap Reni.
********
"Mas , kenapa si Reni itu masih berani minta kerja sama kamu , apa dia sudah tidak punya rasa malu" , ucap Alexa ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Mungkin dia memang lagi butuh kerjaan sayang , makanya dia berani untuk menanyakannya" , ucap Charlie.
"Kamu jangan terima dia ya mas , aku gak suka" , ucap Alexa.
"Iya sayang , aku juga gak mau dia bekerja lagi di AH Konveksi , lagi pula sekarang kan kita sudah ada Fani" , ucap Charlie.
"Iya mas" , jawab Alexa.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Charlie sudah sampai di depan rumah mereka.
Pak Tono langsung membukakan pagar begitu melihat mobil Charlie sampai di depan rumah.
Charlie membawa mobilnya masuk sampai ke halaman rumah dan memarkirkannya di sebelah mobil Alexa.
Setelah itu Charlie dan Alexa turun bersama dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
"Mbok , ini aku beli martabak , tolong siapin piring dan garfu ya buat aku dan mas Charlie makan , nanti mbok Siti ambil juga ya martabaknya , di bagi dengan pak Tono juga" , ucap Alexa kepada mbok Siti yang sedang duduk disana sambil menonton TV.
"Baik non" , jawab mbok Siti sambil berjalan menuju ke dapur.
Alexa dan Charlie berjalan bersama menuju ke meja makan.
Tidak lama mbok Siti sudah keluar dari dapur membawakan piring dan garfu.
Alexa dan Charlie makan martabak bersama sambil mengobrol.
__ADS_1