
Pagi itu Reni memberanikan diri untuk pergi ke ruangan kerja Charlie.
Sampai di depan pintu ruangan Charlie , Reni mulai mengangkat tangannya dan mengetuknya.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Charlie dari dalam.
Dengan jantung yang berdebar-debar saat itu , Reni membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Charlie.
"Permisi pak" , ucap Reni.
"Ada urusan apa kamu mencari saya" , ucap Charlie dengan dingin.
"Saya dengar bapak sedang mencari orang untuk mengawasi jadwal di jam malam , apakah saya bisa mengambil pekerjaan itu?" , tanya Reni.
"Nanti saya pikirkan dulu" , ucap Charlie.
"Baiklah pak , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap Reni.
"Iya" , jawab Charlie.
Reni berjalan keluar dari ruangan kerja Charlie dan melanjutkan pekerjaannya membentuk handuk souvernir.
*******
Frescha yang sudah berada di kampus saat itu , langsung menemui Kinanti di tempat yang sudah mereka janjikan sebelumnya.
"Hi Kinanti" , ucap Frescha ketika sudah sampai di taman kampus.
"Hi Frescha , ada apa kamu minta aku untuk bertemu disini" , ucap Kinanti.
"Aku mau minta tolong sama kamu , bisa gak sabtu besok kamu datang ke rumah aku dan ajak aku keluar dari pagi" , ucap Frescha.
"Kamu kan tau kalau sabtu aku sudah pergi dengan Joseph pacar aku ke tempat yang sangat menyenangkan" , ucap Kinanti.
"Bilang saja ke hotel kan , gak perlu sampe segitunya bahasanya" , ucap Frescha.
"Iya iya ke hotel , makanya kamu jangan ganggu aku dong , aku juga bisa nya cuma hari libur pergi dengan Joseph" , ucap Kinanti.
"Aku gak akan ganggu kamu , cuma minta kamu untuk datang ke rumah aku , ajak aku keluar , terus sampai di luar gang rumah , kamu pergi dengan Joseph , aku pergi dengan Jeremi" , ucap Frescha.
"Dulu kan setiap kamu pergi dengan Jeremi kamu gak pernah minta bantuan aku" , ucap Kinanti.
"Dulu kan aku perginya cuma sebentar , tapi sejak kami bermalam berduaan saat papa dan mama aku pergi ke kota B , Jeremi selalu menelpon aku dan terus mengajak aku keluar lagi lebih lama" , ucap Frescha.
"Oh , aku ngerti sekarang , jadi kalian mau begituan , ya memang gak bisa sebentar sih , paling gak hampir setengah hari , itu pun kalau gak ketiduran setelah melakukannya" , ucap Kinanti sambil tersenyum.
"Itu kamu tau , makanya bantuin aku ya" , ucap Frescha.
"Baiklah sahabatku" , ucap Kinanti.
Tidak lama Jeremi datang mendekati Frescha.
"Halo sayang" , ucap Jeremi sambil merangkul bahu Frescha dan menciumi pipi Frescha.
"Halo sayang" , jawab Frescha.
"Kayaknya sejak begituan tambah mesra nih" , ucap Kinanti sambil tersenyum.
"Ya iya dong" , jawab Jeremi sambil tersenyum.
"Ya udah , kalau gitu aku pergi dulu ya" , ucap Kinanti.
"Iya" , jawab Frescha dan Jeremi bersamaan.
__ADS_1
"Sayang , apa kamu sudah minta Kinanti untuk menjemput kamu sabtu pagi besok?" , tanya Jeremi.
"Sudah sayang" , jawab Frescha.
"Baiklah , kalau gitu nanti siang aku booking resort nya" , ucap Jeremi sambil menciumi wajah Frescha.
"Jangan disini sayang" , ucap Frescha.
"Ke mobil aku saja ya sayang" , ucap Jeremi.
"Satu jam lagi kita masih ada kelas sayang" , jawab Frescha.
"Kita gak kemana-mana kok , cuma di mobil aku saja , aku hanya mau berduaan dengan kamu sayang" , ucap Jeremi yang selalu candu dengan tubuh Frescha.
"Baiklah sayang" , jawab Frescha.
Jeremi dan Frescha berjalan menuju ke parkiran mobil Jeremi.
Ketika mereka sudah masuk di dalam mobil , Jeremi meminta Frescha untuk duduk di atas pangkuannya.
Frescha langsung menuruti keinginan Jeremi dan duduk di atas kaki Jeremi.
Jeremi langsung menciumi bibir Frescha dengan rakusnya dan tangannya mulai masuk ke dalam baju Frescha dan bermain-main disana.
"Kita gak bisa melakukannya sekarang sayang , pasti kita akan telat masuk kelas , aku gak mau telat lagi" , ucap Frescha setelah melepaskan bibirnya.
"Gak akan telat kok , aku jamin , aku juga gak akan memasukkannya hari ini , lagian aku gak bawa balon sayang" , ucap Jeremi yang mulai sibuk menciumi tubuh Frescha.
"Baiklah sayang , tapi jangan meninggalkan bekas merah di tempat yang kelihatan sama orang ya" , ucap Frescha.
"Iya sayang , aku hanya akan buat tanda merah hanya di bagian dalam saja" , ucap Jeremi.
Setelah itu Frescha dan Jeremi benar-benar menikmati kemesraan mereka berdua sampai saatnya masuk kelas tiba.
Frescha langsung merapikan bajunya dan dandanannya , lalu Frescha dan Jeremi turun dari mobil dan berjalan bersama masuk ke dalam kelas mereka untuk mengikuti kuliah.
Hari itu Charlie tidak menyangka , baru dia membuka lowongan kerja , langsung banyak orang yang datang untuk melamar kerja.
Charlie mulai sibuk untuk interview setiap tukang jahit yang datang melamar kerja.
Sampai ada klien yang tidak membuat janji ingin memesan souvernir kepada mereka.
"Saya ingin memesan souvernir handuk disini , apakah bisa?" , tanya seorang wanita muda kepada Rita ketika memasuki AH Konveksi.
"Apakah ibu sudah buat janji sebelumnya?" , tanya Rita.
"Belum" , jawab wanita muda tersebut.
"Tunggu sebentar ya bu , saya tanyakan ke dalam dulu" , ucap Rita.
"Baiklah" , jawab wanita muda tersebut.
Rita berjalan menuju ke ruangan Charlie dan mengetuk pintu ruangan Charlie.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Charlie yang sedang interview tukang jahit di dalam ruangannya.
"Permisi pak , ada yang mau memesan souvernir handuk" , ucap Rita.
"Langsung ke Heri saja ya Rita" , ucap Charlie.
"Baik pak" , jawab Rita.
Rita berjalan menuju ke ruangan Heri dan mengetuk pintu disana.
__ADS_1
"Masuk" , jawab Heri.
"Permisi pak ada yang mau pesan souvernir handuk dan pak Charlie bilang langsung ke pak Heri" , ucap Rita.
"Baik , suruh masuk ke ruangan saya saja" , ucap Heri.
"Baik pak" , jawab Rita.
Rita berjalan keluar dan menemui wanita muda tersebut.
"Silahkan ikut saya bu" , ucap Rita dengan sopan.
Wanita muda itu berjalan mengikuti Rita menuju ke ruangan Heri.
Rita mengetuk pintu ruangan Heri dan langsung membukanya.
"Langsung masuk saja ya bu" , ucap Rita.
"Baiklah , terima kasih" , jawab wanita muda tersebut.
Setelah itu Rita langsung pergi dari sana menuju ke meja resepsionis.
"Permisi pak" , jawab wanita muda itu sambil berjalan masuk ke ruangan Heri.
"Maria" , ucap Heri yang terkejut melihat mantan pacarnya.
"Heri , ternyata kamu yang kerja disini?" , ucap Maria.
"Iya , sekarang aku kerja disini" , jawab Heri.
"Aku gak menyangka setelah kita berpisah , kita sudah gak pernah bertemu lagi dan disaat aku ingin membuat souvernir pernikahan aku , aku malah bertemu dengan kamu" , ucap Maria sambil tersenyum.
"Kamu sudah mau menikah?" , tanya Heri yang agak kurang percaya , karena mereka baru putus 6 bulan yang lalu.
"Iya , pacar aku yang sekarang mau cepat menikah" , ucap Maria.
"Apakah kamu bahagia dengan pacar yang sekarang?" , tanya Heri.
"Aku sangat bahagia Heri , dia selalu perhatian kepada aku" , jawab Maria.
"Baguslah kalau kamu bahagia", ucap Heri.
"Iya Heri" , jawab Maria sambil tersenyum.
Dulu karena Heri yang bekerja sebagai asisten designer , membuat dia selalu sibuk dengan pekerjaan , sehingga membuat dia jarang memperhatikan Maria.
"Baiklah , kamu mau pesan souvernir apa?" , tanya Heri.
"Aku mau buat souvernir handuk , tapi dibentuk seperti model cake , apakah bisa?" , tanya Maria.
"Iya bisa , kamu mau warna warni atau satu warna saja?" , tanya Heri.
"Dibuat warna warni saja dan di bordir dengan inisial nama ini dan untuk tanggal ini" , ucap Maria sambil memberikan selembar kertas kepada Heri.
"Baiklah , untuk souvernir nya mau berapa banyak?" , tanya Heri.
"Aku mau pesan 5000" , ucap Maria.
"Baiklah , ini total untuk DP nya" , ucap Heri sambil memberikan nota bon kepada Maria.
Maria langsung membayar sesuai DP yang tertera disana.
Setelah selesai transaksi....
"Semoga kamu bahagia Maria" , ucap Heri.
__ADS_1
"Terima kasih Heri" , jawab Maria sambil berjalan keluar dari ruangan Heri.