
Charlie yang sudah keluar dari bathtub , mengeringkan tubuhnya dengan handuk , setelah itu dia mengganti bajunya , berjalan keluar dari kamarnya dan turun ke bawah.
"Alexa" , panggil Charlie.
"Kak , sudah baikan?" , tanya Alexa.
"Sudah Alexa" , jawab Charlie.
"Syukurlah kak , lain kali jangan minum pemberian dari orang lain lagi ya" , ucap Alexa.
"Iya Alexa , mulai sekarang kakak akan lebih hati-hati" , ucap Charlie.
"Kakak sudah makan?" , tanya Alexa.
"Sudah Alexa , tadi sebelum kakak kena obat itu , Reni memberikan kakak makanan dan minuman , setelah habis memakannya , beberapa menit kemudian langsung bereaksi obatnya" , ucap Charlie.
"Kalau gitu aku makan dulu , lain kali kakak jangan makan yang dikasih orang lagi" , ucap Alexa.
"Iya Alexa , kalau gitu kakak temani kamu makan ya" , ucap Charlie.
Alexa menganggukkan kepalanya.
"Mbok" , panggil Alexa.
"Aku makan sekarang ya mbok" , ucap Alexa.
"Baik non , tuan muda makan juga gak?" , tanya mbok Siti.
"Gak mbok , tadi aku sudah makan sebelum pulang , aku temani Alexa makan aja" , ucap Charlie.
"Baik tuan muda" , jawab mbok Siti sambil berjalan ke belakang , mengambilkan makanan untuk Alexa.
"Aku sudah membelikan tiket keberangkatan pagi dari kota Y kesini , untuk kedua orang tua dan adik aku untuk hari minggu ini , kita jadi kan mau jemput mereka di bandara" , ucap Charlie.
"Iya jadi kak" , jawab Alexa sambil memakan makanannya.
"Setelah ini kamu mau kemana lagi Alexa?" , tanya Charlie.
"Belum tau kak , tadi rencananya setelah kuliah aku mau ke tempat kursus , tapi lihat kakak seperti itu aku gak jadi ke tempat kursus" , jawab Alexa.
"Kalau kamu mau pergi masih ada waktu kok" , ucap Charlie.
"Aku udah males kak , aku mau belajar untuk ujian besok saja" , jawab Alexa sambil memakan makanannya.
"Baiklah Alexa" , ucap Charlie.
Tidak lama Alexa selesai makan , mbok Siti membereskan piring yang ada di meja.
Alexa dan Charlie berjalan menuju ke atas.
"Aku ke kamar dulu ya kak , mau latihan buat ujian besok , kakak istirahat aja dulu" , ucap Alexa.
"Iya Alexa" , jawab Charlie sambil masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Karena besok ujiannya praktek , jadi Alexa mengambil biolanya dan membawa biolanya ke balkon.
Ujian kali ini memainkan musik klasik , jadi Alexa berlatih memainkan musik klasik yang sudah di tentukan oleh dosen untuk ujian kali ini.
Charlie yang gak bisa tidur di kamarnya , mendengarkan permainan biola Alexa sambil duduk di atas kasur.
Tidak lama ponsel Charlie berbunyi , Charlie melihat ke layar ponselnya , tertera nama Reni disana.
Lalu Charlie pun mengangkatnya.
"Halo" , jawab Charlie.
"Halo Charlie , apakah kamu sudah baik-baik saja?" , tanya Reni.
"Kedengarannya aku lagi sakit atau baik-baik saja?" , ucap Charlie yang sudah tidak suka dengan Reni.
"Sepertinya kamu sudah baik-baik saja , apakah Alexa membantu kamu?" , tanya Reni.
"Ya pastilah Alexa membantu aku , aku kan sudah mau menikah dengan dia" , jawab Charlie.
"Apakah kalian benar-benar melakukannya Charlie?" , tanya Reni dengan suara terisak.
"Menurut kamu bagaimana caranya aku sembuh , setelah kamu berikan aku obat itu" , ucap Charlie.
"Iya , cuma dengan berhubungan badan" , jawab Reni.
"Kalau kamu sudah tau ya sudah , kebetulan kamu telpon aku , besok pagi ada yang mau aku bahas dengan kamu , jadi ketemu di ruangan aku besok pagi" , ucap Charlie.
Charlie pun langsung memutuskan sambungan telponnya.
"Aku mencintai kamu Charlie , kenapa kamu gak mau sama aku?" , ucap Reni dengan terisak tangis di dalam ruangan kerja Charlie yang kelihatan berantakan karena ulah dia.
Reni menangis di ruangan Charlie untuk sesaat sampai akhirnya dia kembali tenang , dia pun keluar dari ruangan Charlie.
"Mba Nining , aku gak enak badan , aku pulang duluan ya , nanti gak usah lembur karena kerjaan sudah banyak yang selesai" , ucap Reni.
"Iya Reni" , jawab Nining.
Reni berjalan keluar dari AH Konveksi dan pulang menuju ke kostan nya.
"Hi Reni" , sapa Kinan yang sedang duduk di depan pintu kamarnya , ketika melihat Reni datang.
"Hi Kinan" , jawab Reni dengan muka yang lesu.
"Kenapa kamu lesu gitu , harusnya kamu bahagia dong sudah memberikan keperawanan kamu sama orang yang kamu cintai" , ucap Kinan.
"Rencana aku gagal total" , ucap Reni.
"Kok bisa , harusnya orang gak akan bisa tahan kalau sudah kena obat itu , beberapa menit juga langsung menginginkannya" , ucap Kinan.
"Aku sudah mendekatinya dan sudah membuka bajuku , hanya tinggal dalaman saja , tapi dia gak mau aku sentuh , setiap aku mendekati dia , dia mendorong tubuh aku , lalu dia menelpon calon istrinya untuk datang , begitu calon istrinya datang , dia langsung memeluk tubuh calon istrinya , setelah itu mereka pergi dari sana" , cerita Reni.
"Berarti calon istrinya yang mendapatkan kenikmatan" , ucap Kinan setelah mendengar cerita Reni.
__ADS_1
"Sepertinya iya , tadi sebelum pulang kesini aku menelpon dia dan kedengaran suaranya sudah baik-baik saja" , ucap Reni.
"Kalau gitu mereka sudah mencapai kenikmatan , makanya dia sudah baik-baik saja" , ucap Kinan.
"Iya" , jawab Reni dengan lirih.
"Apa kamu mau bersenang-senang malam ini?" , tanya Kinan.
"Gak deh Kinan , aku mau istirahat aja , seluruh tubuh aku sakit terkena benturan ketika dia mendorong tubuhku tadi dan bahkan juga aku sampai terjatuh di lantai" , ucap Reni.
"Kasian nya kamu , ya udah kamu istirahat lagi sana" , ucap Kinan.
"Iya , aku masuk ke kamar dulu ya" , ucap Reni.
"Iya" , jawab Kinan.
Reni masuk ke kamar kost nya dan membuka bajunya , dilihatnya di kaca.
Banyak sekali lebam di tubuh aku , pantesan sakit banget.
Reni mengambil salep di meja dan mengolesi di badannya yang lebam , setelah itu Reni tidur diatas kasur busanya dengan tubuh yang tertutup dalaman saja.
********
Charlie yang sudah datang ke AH Konveksi pagi itu , langsung memanggil Reni ke ruangannya.
"Reni , kamu ikut saya sekarang ke ruangan saya" , ucap Charlie yang bertemu dengan Reni di depan saat dia memasuki AH Konveksi.
"Baik Charlie" , ucap Reni sambil mengikuti Charlie.
Charlie memasuki ruangannya yang sudah dirapikan oleh OB kantor , dan berjalan duduk di kursi meja kerjanya.
"Kejadian kemaren membuat aku kecewa sama kamu , aku rasa kamu cukup bekerja sampai hari ini saja" , ucap Charlie dengan tegas.
"Jangan gitu Charlie , aku mau kerja dimana?" , tanya Reni.
"Aku rasa kamu bisa mencari tempat kerja lain" , ucap Charlie dengan tatapan dingin.
"Maafkan aku Charlie , aku gak ada maksud lain memberikan kamu obat perangsang itu , aku hanya mencintai kamu" , ucap Reni.
"Tapi bukan gitu caranya Reni , itu namanya kamu sudah mencelakai aku , ditambah kamu juga sudah tau kan kalau aku akan menikah dengan Alexa" , ucap Charlie.
"Tapi Alexa gak mencintai kamu Charlie" , ucap Reni.
"Aku yang sangat mencintai dia" , ucap Charlie dengan tegas.
"Aku mohon Charlie jangan keluarkan aku dari sini" , ucap Reni.
"Maaf Reni , aku sudah gak bisa kerja sama dengan kamu lagi , ini pesangon buat kamu" , ucap Charlie sambil memberikan amplop yang berisikan uang pesangon yang sudah dipersiapkannya.
"Baiklah , kalau gitu aku permisi dulu" , jawab Reni sambil mengambil amplop yang diberikan oleh Charlie.
"Iya" , jawab Charlie.
__ADS_1