
Kini Moza yang memutuskan ikut dengan Yano menuju rumahnya harus menaiki mobil patroli polisi milik Yano.
Disepanjang perjalanan tak ada percakapan antara Yano dan Moza,Moza memilih sibuk dengan ponselnya untuk mengusir kebosanannya didalam mobil tersebut,sementara Yano masih fokus menyetir.
Tak memakan waktu lama,mobil yang dikendarai oleh Yano berhenti tepat disebuah mansion mewah,seorang satpam membuka gerbang untuk Yano.
Moza berdecak kagum melihat mansion mewah milik Yano yang tak kalah mewah dari mansionnya.
"Gede juga rumahnya"gumam Moza dalam hati sambil melirik-lirik pemandangan sekitarnya dari balik kaca mobil.
Yano yang duluan turun dari mobil mendapati Moza yang tak kunjung turun dari mobil menghampiri Moza yang masih memandangi mansionnya tanpa berkedip
Yano menghadang pandangan mata Moza membuat Moza terkejut dengan kehadiran Yano dari luar kaca mobil
"Mau sampai kapan kamu didalam mobil"tanya Yano dingin dan berlalu begitu saja tanpa mau mendengar jawaban dari Moza
"eem iya pak,saya lupa kalau udah sampai pak"teriak Moza sembari turun dari Moza dan mengejar langkah Yano dan ikut masuk ke mansion dengan Yano.
__ADS_1
"Kamu duduk disini dulu,saya mau keatas dulu!"pinta Yano kepada Moza yang terus mengekor dibelakangnya
"Baik pak"jawab Moza sembari duduk di ruang tengah.
Riana yang merupakan ibu dari Yano,yang selesai memasak dari dapur berjalan ke ruang tengah,dikejutkan dengan kehadiran sosok gadis cantik yang tengah duduk di sofa rumahnya,Riana yang penasaran dengan gadis cantik tersebut alias Moza menghampirinya.
"Selamat sore bidadari cantik"sapa Riana dengan ramah sembari ikut duduk disamping Moza,sontak membuat Moza yang masih memainkan ponselnya merasa terkejut dengan wanita paruh baya yang menyapanya dengan tiba-tiba.
"Sore juga tanta"jawab Moza tak kalah ramah,memasang senyum manis diwajahnya,meski dia masih merasa terkejut dengan kehadiran Riana yang langsung menyapanya dengan ramah.Tapi seketika dia menepis rasa kagetnya,karena dia langsung menebak bahwa wanita paru baya disampingnya ini adalah ibu dari Yano.
Yano yang selesai mandi turun kebawah dengan penampilan santai,melihat ibunya yang duduk dengan Moza sambil tersenyum membuat dia mengurungkan niatnya pergi ke ruang tengah.Dia memperhatikan obrolan dua wanita itu dari kejauhan,ada rasa hangat menjalar dihati Yano melihat pemandangan yang tengah dia saksikan sekarang.
"Ohh enggak kok tan,eem saya temannya pak kapten"jawab Moza dengan bingung karena dia tidak mungkin memberi tahu kalau dia ditilang sama Yano.
"Hhhh,teman beneran nih kok manggilnya pak kapten"tawa Riana pecah mendengar Moza memanggil Yano dengan sebutan pak kapten,tak bisa dipungkiri wajah Moza merona malu dengan kata kata ibunya Yano.
Melihat tawa lepas dari Riana dan senyum malu-malu dari Moza,sebuah senyuman tiba-tiba melengkung sempurna dibibir Yano yang tengah memperhatikan obrolan dua wanita tersebut dari kejauhan.
__ADS_1
Agusto yang mendengar suara tawa diruang tengah merasa penasaran siapa yang menciptakan suasana yang jarang terjadi dirumahnya,apalagi mendengar tawa istrinya yang begitu nyaring membuat Agusto terdorong untuk pergi keruang tengah
"Mami"panggil Agusto menghampiri istrinya
"Papi"Jawab Riana menoleh kepada suaminya,Moza juga menoleh kepada arah suara
"Om Agus"seru Moza membuat Riana dan Agusto terkejut sembari menatap Moza.Akan tetapi dalam sekejap saja rasa terkejutnya hilang karena dia mengenali Moza terkecuali dengan Riana yang sama sekali belum mengenal Moza
"ehhhh Moza ada angi apa yang membawa kamu kesini"tanya Agusto ikut duduk bersama kedua wanita tersebut
"Kebetulan saya ada urusan sama pak Yano om"jawab Moza dengan jantung yang tak karuan karena dia bingung menjawab pertanyaan dari Ayah dan ibunya Yano
"Tunggu dulu,papa kenal sama bidadari cantik ini"Riana yang sejak tadi penasaran membuka suara untuk bertanya
"Iya mah,Moza ini anak dari Alberto sahabat lama Papa,papa dan Yano sempat hadir kepesta ulang tahunnya makanya papa kenal sama Moza mah"jelas Agusto panjang lebar kepada istrinya
"Oh begitu ceritanya,jadi bidadari cantik ini namanya Moza ya"Riana merangkul Moza dengan lembut
__ADS_1
"Iya benar tanta"jawab Moza tersipu malu karena perlakuan dari Riana yang begitu lembut dan berlebihan padahal mereka baru bertemu,namun ibunya Yano sangat baik dengannya.