Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Malam itu.


__ADS_3

Malam harinya...........


Jesika sudah berdandan dengan elegan,memakai sebuah gaun yang begitu seksi memperlihatkan bentuk tubuhnya.


Yano juga sudah pulang dari tadi,kini dirinya tengah bersiap-siap kepesta bersama Jesika,walaupun dengan terpaksa mau tak mau dia harus menuruti ayahnya.


Setelah bersiap-siap Yano turun kebawah,dan disambut senyum hangat dari Jesika yang sudah menunggu Yano diruang bawah,kebetulan saat itu Moza juga ingin menaiki tangga dan berpapasan dengan Yano.Tapi keduanya saling membuang pandangan dan meluruskan langkahnya masing-masing.


"Aku udah nunggu kamu dari tadi Yan"rengek Jesika manja bergelayut manja dilengan Yano,hal itu masih didengar oleh Moza yang terus melangkahkan kakinya.


"Dasar tante genit,kegatalan sama suami orang"rutuk Moza disepanjang jalan.


"Nggak usah gandeng-gandeng"Yano menepis tangan Jesika dengan kasar,dan berjalan dengan aura dinginnya meninggalkan Jesika yang tengah kesal.


Sampai didepan Yano memilih duduk dikursi depan,dimana sudah ada asisten pribadinya yang bernama Anton.


"Kenapa tuan muda tidak duduk dibelakang?"tanya Anton hati-hati,menyadari ekspresi tuannya yang tak bersahabat.


Tak ada jawaban dari Yano,sehingga Anton enggan untuk bertanya lagi,sementara Jesika yang mengikuti Yano dari belakang masih kesal dengan sikap Yano yang begitu dingin kepadanya.


Ditambah lagi saat masuk mobil,dia membuka pintu belakang dengan rasa senang,walaupun sudah merasa kesal dengan Yano tapi masih ada kesempatan berdua dengan Yano dikursi belakang,begitulah pikiran Jesika.


Alhasil,dia harus menelan pil pahit lagi saat melihat sosok laki laki yang diharapkannya malah duduk didepan bersama Anton.


"Betul betul dia mau ngehindarin gue,awas aja kamu Yan,saat kamu bertekuk lutut didepan aku"Jesika masuk kedalam mobil dan duduk sendiri dikursi belakang dengan hati dongkol,Anton yang mengerti situasi ini hanya diam saja,dan tertawa dalam hati membaca raut kekecewaan Jesika yang terlihat dikaca spion Anton.


"Cepat jalan Anton!,tak usah tertawa dalam hati"ucap Yano telak,membuat Anton panik,tanpa berlama-lama dia pun melajukan mobilnya dengan cepat.


Sepanjang perjalanan pun masih aman,karena Jesika tak membuat ulah atau mengganggu Yano.

__ADS_1


Setelah menempuh waktu beberapa menit,sampailah mereka kesebuah gedung yang besar,dan terdapat banyak orang disana.Yano dan Jesika beserta Anton keluar dari mobil bersamaan.


Jesika mendekat keYano dan menggandeng tangannya seolah dia ingin mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih.


"Jaga batasan kamu Jesika!"ingat Yano menatap sinis keJesika yang dengan setia menggandeng tangnnya.


"Aku nggak akan berbuat yang berlebihan kok Yan,cuman gandeng begini doang nggak lebih kok"ucap Jesika memelas,setelah itu Yano mengikuti keinginan wanita itu dan mereka bertiga pun masuk kedalam dengan Anton yang mengekor dibelakang tuannya itu.


Yano disambut hangat oleh beberapa rekan bisnis ayahnya,begitupun Yano membalasnya dengan senyuman saja.


"Heyy Yano!"panggil seseorang dengan menepuk bahu Yano.


"Pak Bima,selamat ulang tahun pak"Yano memberi ucapan dan berjabat tangan kepada rekan bisnis ayahnya yang sedang berulang tahun yang bernama pak Bima itu.


"Wahh kamu sudah besar sekarang,dan tambah gagah"puji pak Bima dan menepuk bahu pemuda itu,pandangannya beralih kepada wanita cantik yang menggandeng tangan Yano.


"Ini bukan calon ist..._"


"Kenalin saya Jesika pak,calon istrinya Yano"Jesika dengan anggunnya mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan pak Bima,dengan memperkenalkan diri sebagai calon istri Yano.


"Waahh betul betul Agusto beruntung memiliki menantu cantik seperti ini"kata pak Bima membuat Jesika besar kepala,lain halnya dengan Yano yang berubah menjadi datar dan dingin kembali,tak suka dengan pengakuan Jesika tadi.


"Bapak bisa aja"


"Ya sudah silahkan nikmati hidangan nya"ajak pak Bima membawa mereka kesebuah meja,dimana terdapat banyak rekan bisnis dari ayahnya Yano.


Ketiganya duduk disana,dan Jesika mengambil tiga dua minuman untuk dirinya dan Yano,sedangkan Anton tidak ada dalam perhitungan Jesika,miris bukan kelakuan wanita ini.


"Ini Yan,silahkan minum"Jesika menyodorkan segelas wine kepada Yano,tapi Yano menolaknya dengan halus mengingat mereka berada diantara rekan bisnis ayahnya.Walaupun Yano risih dengan tingkah Jesika,dia tetap menjaga nama ayahnya.

__ADS_1


"Masa ditolak sih tuan Yano,apalagi ditawarin sama orang cantik"goda salah seorang rekan ayahnya yang duduk bersama mereka disitu.


"Betul banget tuh,sekali lah boleh boleh saja,nggak bakal mabuk kok"timpal yang lain,membuat Yano tersenyum masam dan terpaksa meminumnya.


Yang lain ikut bersorak juga menyuruh Yano untuk minum kembali,tapi Yano kembali menolak karena mendapat seruan-seruan dari rekan ayahnya,ditambah lagi pikirannya berfokus pada kejadian kemarin dengan istrinya,membuat Yano hilang kendali dan meneguk beberapa gelas.


Anton yang berada disamping tuannya mencegah Yano untuk berhenti tapi Yani malah memberontak,dan tetap meneguk habis gelasnya.Jesika yang melihat Yano mabuk berat tersenyum puas dalam hati,dan memilih pamit ketoilet dulu.


Setelah beberapa menit,Yano tiba-tiba merasakan sensasi berbeda menjalar ditubuhnya,mukanya memerah hingga telinganya,Anton yang menyadari hal itu segera mengambil tindakan dan memapah Yano untuk segera berdiri.


"Bawa saya pulang sekarang juga!"perintah Yano dengan suara serak,kemudian dengan bersusah payah Anton memapah tubuh Yano melewati kerumunan tamu pesta tersebut


Setelah berhasil keluar,Anton membantu Yano masuk kemobil,dan membaringkannya kekursi belakang,Yano terus-terusan merancau tak jelas seluruh kancingnya terbuka.


Anton melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,sebelum tuannya tak bisa mengendalikan dirinya.


"Cepat Ann..ton"Sekuat tenaga Yano menahan sensasi yang membakar tubuhnya,sehingga urat-uratnya keluar.


Tak berapa lama sampailah mobil mereka dan memasuki gerbang,tanpa menunggu lama Anton berlari keluar mobil dan memapah Yano masuk kedalam rumah,tepat sudah larut malam seluruh penerangan diruang bawah agak redup,jadi Anton bersusah payah memapah Yano menaiki tangga.


"Kamu pula..ang saja Anton"Yano semakin tak bisa menahannya,dia menyuruh Anton pergi setelah dirinya sampai dilantai dua,tinggal beberapa langkah saja dari kamarnya.


Walaupun Anton ragu meninggalkannya dalam kondisi seperti itu,tapi Yano bersikeras menyuruhnya pergi,terpaksa diapun mengiyakan hal tersebut.


Yano pun menyeret langkahnya dengan melepaskan pakainnya kesembarang arah,tepat saat itu Moza yang tengah kehausan memilih untuk mengambil air didapur karena air minum dikamarnya habis.


Moza pun keluar dari kamarnya,akan tetapi dia terkejut melihat Yano yang bertelanjang dada dengan lemah ingin meraih gagang pintu kamarnya sendiri.


"Mas!"Moza mendekat kearah Yano yang sudah diselimuti oleh efek obat perangsang,Moza memapah Yano kedalam kamarnya,walaupun bersusah payah,akan tetapi Yano yang sudah tak bisa menahan dirinya mengunci pintu kamarnya dan melempar kuncinya kesembarang arah,lalu menarik tangan Moza,dan terjadilah malam pertama untuk keduanya.

__ADS_1


__ADS_2