Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Kehancuran Agusto


__ADS_3

Yano mulai memegang pistol itu dengan tangan sedikit gemetar,dia memejamkan matanya sejenak berusaha merilekskan pikirannya.


"Thanks bro,cepetan kesini sebelum terlambat"balas Yano dengan menatap lurus kedepan,dimana Agusto masih setia menakut nakuti Moza dengan memainkan senjata nya kearah perut Moza yang sudah membuncit.


"Ahh lambat sekali suami mu itu,cepet ucapkan kata kata terakhirmu untuknya"Agusto melepas kain yang menutupi mulut Moza.


"Hiksss...hikksss mas Yano"isak Moza tak kuasa menahan air matanya,menatap nanar pria yang menjadi suaminya memegang senjata ditangannya guna menembak dirinya.


"Jangan menangis,jangan!"Yano pun tak sanggup untuk membendung air matanya,dia menggelengkan kepalanya memberi isyarat kepada Moza agar tidak menangis.


"Wahh aku sangat terharu dengan drama romantis kalian"Agusto bertepuk tangan sembari kembali mendekat kepada Yano.


"Hebat sekali gadis ini,bisa membuat seorang ketua mafia menangis"tambahnya membuat Moza membulatkan matanya terkejut dengan perkataan Agusto.


"Ketua mafia?,mas!"Moza meminta jawaban kepada Yano lewat tatapan matanya,tapi Yano hanya diam saja hanya menggelengkan kepalanya agar Moza tidak mempercayai omongan Agusto.


"Masa kamu tidak diberitahu sama suamimu ini,dia ini ketua mafia yang kejam jangankan musuhnya,bahkan istri nya pun akan dia bunuh juga"Agusto semakin memanasi Moza dengan bualannya,sedang Moza menahan sesak didadanya.Hanya air mata yang mampu melukiskan perasaannya saat ini.


"Sekarang bunuh wanita itu,aku ingin melihat sejauh mana kesetiaanmu kepadaku"gertak Agusto.


"Baiklah jika itu maumu"Yano mengarahkan senjatanya kepada Moza.

__ADS_1


Melihat hal itu,Moza melirik kanan kiri,untuk membantu melepaskan tali yang mengikatnya,tapi yang ada hanya muka para pengawal yang begitu serem.


"Mas kamu jahat,kamu jahat"teriaknya dengan pasrah,dia memejamkan matanya berharap ada keajaiban yang bisa menyelamatkannya.


Yano pun menarik pelatukanya.


Dorrrrrrrr.....dorrrrrrrrr


Suara tembakan beradu diruangan itu,tidak hajya berasal dari satu senjata,tapi ada senjata lain.


Moza yang tak merasakan peluru mengenainya,membuka matanya secara perlahan.Terlihat para pengawal yang ada disitu tumbang semua,beberapa orang berpakaian serba hitam datang mengepung tempat itu.


Ternyata Gala datang tepat waktu,dia menembak Agusto dan segera merebut detonator bomnya sehingga dia bisa mematikan waktunya.Dan tembakan Yano dilesetkan kepengawal yang ada disamping Moza.


"Yan mending lo bantuiin nona Moza"tegur Gala menujuk Moza yang masih terikat,dan wajah yang sangat syok menyaksikan pertumpahan darah didepannya.


Yano segera tersadar dan berlari keaeah Moza.


"Sayang jangan lihat"Yano menutup mata istri kecilnya yang diam membisu,sambil melepaskan ikatannya.Setelah berhasil Moza malah jatuh pingsan jika saja Yano tidak sigap menangkapnya.


"Gal cepat bereskan semuanya,aku harus bawa Moza pulang dia jatuh pingsan"pesan Yano dengan raut khawatir,lalu berlalu dari situ dengan setengah berlari.

__ADS_1


"Siap Boss"teriak Gala dengan tesenyum smirk.


"Cepat ikat mereka semua!,lalu tinggalkan tempat ini sebelum bomny meledak!"perintah Gala kepada anak buah yang lainnya.


Agusto yang sudah tak mampu berdiri lagi,menahan amarah dalam ketidakberdayaannya.


"Jangan bunuh saya"teriaknya memberontak ketika diikat.


"Sudah terlalu banyak kejahatan yang anda lakukan,sekarang saatnya anda menanggung semuanya"Gala berjongkok mensejajarkan dirinya dengan mantan atasan yang sudah tak berdaya.


"Dasar pengkhianat kamu Gala"murka Agusto berteriak dengan sisa tenaganya.


"Jangan salahkan kami,karena anda yang memulai peperangan ini,dan satu hal yang perlu anda ingat bahwa Yano sudah tahu rahasia anda"tekan Gala diakhir kalimatnya.


Setelah dirasa beres,Gala mengucapkan selamat tinggal kepada mantan atasannya itu dengan melambaikan tangannya.Lalu menutup pintu ruangan itu.


Tittt


Bom yang dipasang Agusto aktif kembali,dia membulatkan matanya terkejut karena sebentar lagi bom itu akan meledak.


"Tidaaaaaakkk"teriaknya

__ADS_1


Detik berikutnya gedung tua itu meledak seketika,dari jauh Gala dan anak buah yang lainnya menatap kehancuran Agusto digedung tua itu.


__ADS_2