
Kini dua wanita itu saling diam,Mika duduk dikursi samping ranjang Moza.
"Kenalin saya dokter Mika,sekaligus sahabat lama suami kamu Yano"Mika mengulurkan tangannya.
Deg
Bukannya menjawab,Moza malah berkelana dengan pikirannya sendiri.
"Apa jangan jangan dia yang memeluk Yano kemarin"tebak Moza dalam hati.
"Nona,anda mendengar saya"tak dapat respon Mika melambaikan tangannya didepan wajah Moza,sehingga dia tersadar.
"Ohh maaf dok,saya tadi melamun ya?"tanya Moza dengan konyolnya kepada Mika.
"Waah nona lucu sekali ya,pantas Yano tergila-gila dengan anda"lagi lagi Moza hanya cengar cengir menanggapi Mika.
"Nama saya Moza dok,istrinya mas Yano"Moza menekan kata istrinya,semakin membuat Mika tertawa renyah,dikira dirinya pelakor kali ya.
"Ohh ya nama yang cantik,saya to the point aja ya,kemarin itu nona salah paham,kebetulan saat nona sadar saya memang memeluk Yano"jelas Mika agar meluruskan kesalahpahaman istri kecil dari sahabatnya itu.
__ADS_1
"Panggil saya Moza aja dok,biar lebih akrab"tanggapan Moza membuat Mika tersentuh,karena dia mengira Moza akan marah karena dia mengakui telah memeluk suaminya,tapi malah dia hanya meralat panggilan Mika untuknya.
"Kamu benar-benar wanita yang baik Moza,pantesan Yano itu jatuh hati padamu"Mika menatap Moza dengan tersenyum lembut.
"Dokter juga baik kok,aku juga beruntung bisa menjadi bagian dari mas Yano"terang Moza
"Emmm masalah kemarin,kamu salah paham,aku cuman_"
"Nggak usah dibahas dok,lagian aku tahu kok dok itu hanya pelukan sahabat yang sudah lama tak berjumpa"telak Moza membuat Mika lagi-lagi terharu dengan gadis kecil yang ada dihadapannya.
Moza sendiri sebetulnya tahu kalo Mika menyukai suaminya,dari tatapan matanya saja dia terlihat sedih saat menceritakan pelukan yang terjadi tempo hari.Tapi Moza mengalihkan pembicaraan agar wanita itu mengerti,bahwa Yano sudah menjadi suami sah nya.
"Kamu tahu nggak,dulu aku dan Yano sahabat hingga aku jatuh cinta kepadanya tapi dia hanya menganggapku sebatas teman saja,tapi melihat dia bahagia dengan pilihan hatinya yang sekarang,aku sudah melupakan niatanku untuk mengejarnya"jujur Mika dengan sendu,Moza hanya diam mendengar curhatan Mika.
"Huftt,aku mengerti apa yang dokter rasakan,aku hanya bisa berharap cepat atau lambat dokter akan menemukan orang yang tepat"Moza membalas genggaman Mika,dan keduanya saling berpelukan,Mika terisak didalam pelukan Moza.
"Terima kasih Za,kamu wanita yang tepat untuk Yano.Kamu baik dan juga gadis yang tulus"puji Mika tak kuasa menahan air matanya.
Dua wanita yang tengah berpelukan itu membagi rasa satu sama lain,disaksikan oleh pria yang mereka cintai.
__ADS_1
"Kamu memang hebat sayang,aku nggak salah mencintaimu"Yano menatap dua wanita itu dari jauh,dia mendengar bagaimana cara Moza menyikapi masalahnya.
Dia merasa kagum dengan kesabaran san ketulusan hatinya itu,tadinya Yano pikir Moza akan emosi dengan Mika,namun malah berbanding terbalik.Dia malah menyemangati Mika.
Setelah puas menangis,Mika melepaskan pelukannya.
"Terima kasih banyak Moza,kamu sudah membuat saya lebih semangat lagi untuk mencari orang yang akan mencintai saya juga"ucap Mika tersenyum lega.
"Sama-sama dok"
"Eitts tapi tunggu dulu,kamu jangan panggil aku pake embel embel itu,panggil aja Mika"
"Ook Mika,jadi sekarang kita berteman nih"Moza merasa canggung memanggil dengan nama saja.
"Iya fiks sekarang kita temanan"Mika mengaitkan jari kelingking Moza dengan jarinya,keduanya tertawa lepas.
"Ok kalo begitu aku pamit dulu Za,aku ada urusan penting sebentar"pamit Mika dengan terburu-buru karena melupakan janjinya.
Moza melambai kepada wanita cantik yang menghilang dibalik pintu.
__ADS_1