Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Awal yang baik


__ADS_3

Keesokan harinya.......


Baik Revan maupun Jesika masih setia dibawah selimut,keduanya nampak masih terlelap walaupun pancaran sinar matahari sudah menembus jendela.


Jesika menggeliat pelan.,dia membuka matanya dan tatapan pertamanya tertuju pada sosok pria tampan yang masih tertidur disebelahnya sambil memeluk dirinya,dengan ragu Jesika membelai pipi Revan,dengan lembut dia membelai pria itu,namun saat dia menghentikan aksinya itu tanganya digenggam oleh Revan,ternyata pria itu sudah sejak tadi bangun hanya saja dia pura-pura tidur untuk mengelabui Jesika.Dia ingin mengetahui reaksi pertama dari wanita itu saat terbangun dengan keadaan mereka yang masih sama sama polos dibalut dengan selimut.


“Eeeh Van kamu.. sudah bangun?”tanya Jesika yang sangat malu karena kedapatan oleh Revan


“Iya honey,apa kamu tidur dengan nyenyak”Revan balas mem,belai wajah Jesika dengan lembut,belaian itu terhenti dibibir seksi milik Jesika yang sudah menjadi candu bagi Revan.


Sementara Jesika hanya diam saja,dia sebenarnya masih malu dengan kejadian semalam yang terjadi antara dirinya dengan Revan.Ditambah sekarang aksi Revan yang terus menatap bibirnya membuat jantung Jesika kembali berdetak dengan kencang.


“Aku belum cium kok kamu sudah gugup duluan sih”goda Revan karena tangan Jesika bergetar ditambah lagi dengan wajahnya yang memerah seperti tomat.


“Enggak kok aku nggak gugup,aku cuman...”


“Kamu nggak gugup tapi tangan kamu bergetar banget”


“Ahh itu...akh mending kita sarapan dulu aku lapar banget”bohong Jesika ingin bangun dari tidurnya namun dicegat oleh Revan,dia menarik Jesika kedalam pelukannya.


“Biarkan seperti ini sejenak”pinta Revan


Jesika terdiam dia tak menolak pelukan itu,sejujurnya ini juga yang dia harapkan selama ini perlakuan manis seperti ini dari Revan.Dalam hati Jesika sangat bahagia karena tadi malam adalah saat pertama dia tidur seranjang dengan Revan,semenjak mereka pulang dari kediaman Yano mereka berdua pisah ranjang,dan Jesika tak pernah bertanya mengapa mereka tidur terpisah,padahal kata Revan mereka sudah menikah.


“Van,apa aku boleh tanya sesuatu?”


“Iya kamu mau tanya apa?"


Jesika ragu mengatakannya,lalu Revan membalik tubuh Jesika sehingga mereka sling berhadapan.


“Kamu mau tanya apa hah?,kayaknya kamu ragu apa ada sesuatu yang mengganggumu akhir-akhir ini?"Revan bertanya sambil menatap dalam manik mata wanita itu,dia bisa melihat bahwa ada sesuatu hal yang serius yang ingin disampaikan oleh Jesika.


“Sebenarnya aku merasa aneh kenapa selama ini kita pisah ranjang,padahal kamu bilang kita sudah menikah”walau ragu Jesika akhirnya menumpahkan isi hatinya selama ini, dia ingin mendengar alasan dari Revan.

__ADS_1


Deg


Sejenak Revan membeku dia tak menyangka Jesika akan bertanya mengenai hal itu.Ada rasa bersalah dalam hatinya karena selama ini dia tak pikir sampai kehal itu,jadi tak heran kalo Jesika bingung dengan hubungan mereka.


“Maafkan aku Jes”hanya itu yang mmapu Revan katakan,dia memluk Jesika dengan erat,menenggelamkan wajahnya dileher Jesika.


“Kenapa minta maaf”


“Aku menyesal karena selama ini tidak menemani kamu tidur,soalnya ada sesuatu yang kukerjakan belakangan ini,jadi setiap malam sebenarnya aku tidak tidur makanya kau memilih untuk tidur dikamar sebelah takut mengganggu kamu”bohong Revan supaya Jesika tidak curiga,padahal dirinya hanya menghindari Jesika,dia takut akan khilaf jika tidur seranjang dengan wanita itu.Akibat dari kebohongannya terhadap Jesika bahwa mereka sudah menikah dan berstatus sebagai suami istri.


“Kamu kok nggak bilang sih,aku kan bisa nemenin kamu”Jesika sangat terharu dengan pengakuan Revan,dia melepas pelukan Revan dan menangkup wajah pria itu dengan senyum manisnya,Revan semakin bersalah sudah membohongi Jesika sejauh ini.


“Aku janji mulai sekarang kita akan tidur seranjang,dan kita akan memulai semuanya dari awal”Revan bertekad untuk menjaga Jesika tetap disisinya,walau harus menaggung resiko yang akan dia terima dari Yano,karena dia sudah lancang menyentuh Jesika dengan status mereka yang belum menikah.


“Tapi kamu harus janji sama aku Van jangan menyembunyikan apapun dari aku,apapun itu karena aku nggak suka dibohongi”ucap Jesika membuat senyum dibibir Revan langsung menghilang,namun dia berusaha untuk tenang.


“Aku janji nggak bakalan bohongi istri cantikku ini”Revan menoel hidung Jesika,selanjutnya dia mengecup bibir Jesika tanpa ijin dari wanita itu.Begitupun sebaliknya Jesika membalas ciuman itu,namun setelah dirasa sudah kehabisan oksigen keduanya melepas tautan bibir mereka.


“Aku mau siapin sarapan dulu”Jesika meraih selimut dan mengguling tubuhnya dan ingin turun dari ranjang,namun Revan menjahilinya dengan menarik selimut itu.


“Van aku malu”


“Masa malu sama suami sendiri,lagian ini bukan pertama kalinya kita melakukan itu”ceplos Revan membuat Jesika mengrenyit.


“Bukan pertama kali?’


“Akhh maksudku kann tadi malam aku sudah lihat tubuh polos kamu,jadi ini menjadi momen yang kedua aku melihatnya”


‘‘Kamu mesum banget Van”Jesika menutupi wajahnya yang terasa panas karena malu,namun dia terkejut tiba tiba tubuhnya melayang ternyata Revan menggendongnnya,dia memberontak dalam gendongan Revan tapi tenaganya tak cukup kuat untuk itu.


Revan menurunkan Jesika dibak mandi,dia juga ikut masuk lalu menarik selimut yang dipakai Jesika kesembarang arah.


‘Van kamu nagapain?wajah Jesika jadi panik, dia menutupi tubuh polosnnbya dengan kedua tangannya,Revan tersenyum devil dia ingin mengerjai Jesika yang sangat gugup ditatapnya.

__ADS_1


“Aku mau mandi honey”Revan sengaja mendekat keJesika,namun wanita itu ingin mundur tapi tidak bisa,ingin berdiri juga sangat tidak mungkin,terpaksa dia menenggelamkan tubuhnya dalam air.


“Van a..ku ma.u mandi sendiri”


“Iya silahkan kamu mandi,aku mau berendam dulu”


“Iya tapi maksudku kamu keluar dulu,mana mungkin aku bisa mandi kalo kamu masih disini’’Jesika masih malu kalo harus mandi bareng dengan Revan,apalagi pria itu terus menatpnya dari tadi.Jesika hanya pasrah karena Revan bersikeras ingin mand bersamanya.


Dan drama mandi pagi pun terjadi,keduanya keluar dari kamar mandi secara bersamaan.Jesika masih merasa malu,setelah selesai memakai baju dia keluar membuat sarapan.Sebenarnya dari tadi perutnya sangat lapar karena tadi malam belum sempat makan,namun karena perlakuan manis Revan dia melupakan rasa laparnya.


Tak lupa dia menyiapkan baju kantor untuk Revan,itulah yang Jesika lakukan selama ini saat mereka tidak tidur bersama,pagi pagi buta dia menyimpan baju kantor untuk Revan dimeja kerjanya dikamar sebelah.


“Makasih Jes”imbuh Revan melihat baju yang disiapkan Jesika,selama ini dia lupa terus berterima kasih kepada wanita itu.


Tak berselang lama,Revan selesai bersiap untuk kekantor dengan stelan jasnya yang rapi.Sementara Jesika sudah selesai menyajikan makanannya dimeja.


“Honey hari ini aku akan pulang terlambat,nanti aku jemput kita dinner diluar”kata Revan sambil mengunyah makanannya


“Dinner?dimana?”Jesika jadi kepo,dalam hati dia senang sekali karena Revan akan ngajak dinner diluar.


“Ini surprise kamu nggak boleh kepo”


“Akhh ya udah deh”


“Ya udah aku berangkat dulu”Revan mencium pucuk kepala Jesika,lalu pamit pergi.Jesika hanya tersenyum dia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya hari ini.Biasanya Revan berangkat begitu saja tanpa berpamitan,bahkan terkadang pria itu diam diam pergi kekantor tanpa sepengetahuannya.


“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kami”ucap Jesika kemudian memebersihkan piring bekas makanan mereka.


Sepanjang perjalanan Revan terus memeikirkan sesuatu yang menggnaggunya sejak kemarin,dia merogoh ponselnya disaku dan menghubungi seseorang.


“Hallo"


“Hallo,ada apa tuan?”

__ADS_1


“Kamu selidiki foto yang kukirim,selidiki siapa yang mengirim paket itu”


“Baik tuan,nanti kalo ada infonya saya akan kabari”


__ADS_2