Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Anton dan Siena


__ADS_3

Dengan langkah tergesa-gesa,Yano berlari dilorong gelap itu,dan saat itu berpapasan dengan seseorang.


"Yan lo kemana?"cegatnya menghentikan langkah Yano.


"Siapkan seluruh anak buah kita,saatnya kita bergerak sesuai rencana sebelumnya."Yano menatap lurus suaranya terasa berat.


"Ok Yan,kamu harus jaga diri!"orang itu mengangguk mengerti dan menepuk bahu Yano,keduanya berpisah ditengah kegelapan itu.


Kini Yano sudah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,wajahnya semakin dingin dengan rahang mengeras,dengan lihai dia beradu dikeramaian jalan yang hampir gelap.


Tak menghiraukan aksinya itu membahayakan orang lain dan juga dirinya sendiri.


Drtttt...dreett


Dering ponselnya mengalihkan perhatian Yano,tertera nama asistennya tapi dia mengacuhkannya karena fokus tertuju pada istrinya yang hilang.


Berulangkali ponsel nya berdering dengan orang yang sama,membuat Yano kesal dan langsung mensilent ponselnya.


Disisi lain Anton kelimpungan menelpon atasannya yang terus mereject panggilannya.


"Pak Yano dimana sih,apalagi bucin sama istrinya"rutuk Anton mencoba menghubungi Yano lagi,namun naas tak ada respon.


"Apa Tuan Yano tidak bisa datang?"tanya seseorang pria memandangi jam mewah yang melingkar ditangannya.


"Maaf tuan Revan,beliau ada keperluan mendadak,mungkin saya yang akan mewakili beliau"bohong Anton berusaha meyakinkan CEO dari Star Group itu.


"Sayangnya saya mau bertemu langsung dengan tuan Yano,bukan dengan asistennya"ucap Revan dengan santai,membuat Anton menghela napasnya dengan kasar.


"Saya menghargai keputusan anda"pasrah Anton dia tidak punya pilihan lain untuk menahan mereka.


"Saya rasa atasanmu itu bukan orang yang kompeten,buktinya dia tidak bisa hadir dinner hari ini"sindir Revan berbisik ditelinga Anton.


"Ooh ya satu lagi,beritahu kepada pria itu jika dia melukai adikku,takan kubiarkan dia hidup"ucap Revan dengan dingin dan penuh ancaman,membuat nyali Anton menciut.Kemudian Revan meninggalkan Anton,dan dinner nya dibatalkan padahal Anton sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.


"Hufttt sia sia semua pekerjaanku hari ini"lirih Anton menyenderkan kepalanya dimeja.


"Emang pak Revan punya adik?"dia merasa bingung dengan ucapan Revan tadi,membuat kepalanya mau pecah,dengan semua kejadian yang dilaluinya hari ini.


Ditengah keluh kesah Anton,tiba-tiba seseorang wanita masuk kekolong meja nya,membuat dia terkejut setengah mati.


"Hey nona mau ngapain hah?"teriaknya tak terima dengan tingkah cewe itu.


"Ssttt,tuan jangan berisik saya lagi dikejar sama penculik,mereka mau jual saya"bisik wanita yang mengenakan dress navi dengan rambut hitam nan panjang terurai dengan indah.


"Dimana penculiknya,biar saya lapor polisi"Anton melirik kanan kiri.

__ADS_1


"Stttt pak jangan besar-besar ngomongnya,bakal bahaya kalo lapor polisi"ujarnya lagi berbisik pelan.


"Kenapa?,kamu takut lapor polisi hah?"tanya Anton dengan berbisik,dan ikut berjongkok untuk melihat lebih jelas wajah wanita itu.


"Pak itu mereka pak,jangan kasih tahu saya disini"tunjuk wanita itu dari kolong meja,untungnya kain mejanya panjang hingga tak terlihat dari luar ada orang dibawah kolong.


Anton pun mengikuti arah yang ditunjuk wanita itu,posisi meja kebetulan berada dipojokan,kedua orang itu semakin mendekat sedang Anton pun tak tahu harus berbuat apa.


Kedua pria itu hampir mendekat kemeja yang ditempati Anton.Dan Entah keberanian darimana,wanita itu menarik kerah baju Yano agar menunduk,dan mencium bibir Anton yang masih perawan dengan lembut,mendapat serangan dadakan seperti itu sesaat Anton membeku.


"Apa yang gadis ini lakukan?"tanyanya dalam hati tak mampu memberontak,dirinya malah terbuai dengan ciuman itu,dan kini dia bakan membalas ciuman itu,menikmati rasa manis dari bibir wanita yang tak dikenalinya.


"Permisi mas!"seorang berpakain serba hitam,datang kemeja Anton,tapi disuguhi oleh pemandangan kedua insan yang tengah berciuman mesra ditempat umum,walaupun tak disadari oleh pengunjung lain,karena suasana lampu yang agak remang-remang,ditambah posisi meja mereka dipojokan.


"Gus!,mending kita cari kesana,nanti disalahin gangguiin mereka"saran temannya dan mereka berlalu dari situ.


Anton yang baru merasakan sensasi baru seperti ini,sangat menikmati ciuman dadakan itu tanpa mau melepaskannya.Sebagai laki-laki dia bukan orang yang lihai berciuman karena dia tak pernah pacaran,hanya mengurus pekerjaan saja.


"Aduh kok malah jadi long time banget ciumannya,and my first kiss nih"rutuk wanita itu didalam hatinya,tapi sama halnya dengan Anton dia malah terbuai dengan permainannya sendiri.


Setelah kehabisan oksigen,keduanya melepas tautan bibir mereka.


"Hufttt,"keduanya sama-sama menghirup udara,kemudian netra keduanya tak sengaja bertemu.Dengan cepat saling mebuang muka,karena saking malunya mereka jadi salah tingkah.Wanita itu masih setia meringkuk dibawah kolong meja,dengan muka memerah membayangkan ciuman panas mereka.


"Namaku Siena"wanita itu mengulurkan tangannya dibalik kain meja panjang itu,hingga tangannya saja yang keluar bermaksud ingin berkenalan dengan Anton.


"Anton"keduanya berjabatan tangan tanpa saling memandang wajah satu sama lain.


Lama keduanya berjabat tangan,seakan ada magnet yang melekat diantara keduanya,sehingga tak melepaskan jabatan tangannya.Bahkan keduanya sama-sama membayangkan ciuman panas keduanya beberapa menit yang lalu.


"Kenapa kamu lari kesini?"tanya Anton untuk mengusir kecanggungan diantara mereka.


"Ya karena saya lihat bapak sendiri aja"jawab Siena dari kolong meja,panggilan bapak dari Siena sontak membuat Anton membulatkan matanya.


"Kamu panggil saya apa?reflek Anton menarik tangan Siena,bermaksud juga agar wanita itu keluar dari persembunyiaanya karena kondisi sudah aman.


Brakk...


Kepala Siena terbentur dengan meja,hingga membuatnya menjerit kesakitan.Membuat pengunjung disana menatap kearah mereka.Siena keluar dari kolong meja sambil memegangi kepalanya yang sangat sakit.


"Sayang kamu nggak apa-apa,udah aku bilang jangan cari anting itu,kan aku bisa beli lagi yang lebih mahal dan indah."Entah setan dari mana yabg merasuki Anton,dia merangkuk Siena layaknya seorang kekasih dan memoersilahkannya duduk,Siena malah jadi kikuk dengan drama dadakan yang dibuat Anton.Drama itu sukses menbuat kondisi disana aman,alias tidak ditonton oleh orang-orang lagi.


"Kamu ngikut aja,daripada mereka pikir yang macam-macam"bisik Anton pura-pura mengelus pucuk kepala Siena yang sakit.


"Ok pak"Siena membulatkan jarinya tanda mengerti.

__ADS_1


Keduanya duduk berhadapan,seperti sepasang kekasih yang dinner.Jika dilihat oleh orang lain mereka sepasang kekasih,tapu nyatanya keduanya tidak saling kenal.


"Kamu tinggal dimana?"Anton melirik wanita yang terus mengelus kepalanya.


"Eummm sebenarnya saya tidak punya tempat tinggal,semua barang saya dicuri sama penculik itu,saya datang merantau disini pak"jelasnya dengan sendu,dia menghapus jejak air matanya yang hendak keluar.


"Kamu punya kerabat disini?"Anton ingin memastikan bahwa wanita ini berkata jujur.


"Iya pak,saya disini hanya sendiri,bermodalkan keberanian saja semoga saya diterima kerja disini."air mata Siena keluar begitu saja,membuat Anton merasa iba dengan nasib gadis cantik dihadapannya ini.


"Tapi kok kamu kayak gadis kota,dari penampilanmu,gaya bicaramu tidak seperti orang desa"Anton menatap Siena dari atas hingga ujung kakinya dengan tatapan menyelidik.


"Eumm itu anu pak,kemarin saya beli baju baru saya mau coba hiduo seperti gadis kota biar tidak terlihat kampungan,,ewh tau-taunya saya dikejar preman"tambah Siena dengan perasaan sedih,membuat Anton percaya.


"Saya mohon sama bapak,kasih saya pekerjaan biar jadi asisten dirumah bapak kek,tukang kebun sekalian saya mau kok pak"gencar Siena membujuk Anton.


"Maaf nona saya tidak bisa membantu,lagian saya disini tidak punya rumah sendiri."Tolak Anton dengan datar.


"Kalo begitu saya boleh ikut bapak nggak malam ini,saya janji besok saya bakalan cari kerja"rayu Siena lagi,tapi lagi-lagi Anton menggelengkan kepalanya.


"Ini ambillah,untuk bayar hotelmu malam ini"Anton mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan yang lumayan banyak,membuat Siena cemberut tapi tetap mengambil uang itu.Kemudian Anton berlalu dari situ,dengan cepat Siena pun mengejar Anton.


"Gue nggak bisa kehilangan pria itu"gumamnya disepanjang jalan,untuk mengimbangi langkah Anton yang sudah menjauh.


Anton sudah diparkiran,tapi Siena berteriak memanggil namanya,sialnya kedua orang yang mencari Siena berada disitu dan melihat keberadaan wanita itu.


"Heyyy itu mba Siena!"


"Mba Siena jangan kabur"


Melihat dua orang yang berlaru kearahnya ,Siena berlari menghampiri mobil Anton,untungnya Anton belum menyalakan mesinnya dan Siena menerobos membuka pintu mobil dan duduk dikursi samoing Anton.


"Ngapain kamu masuk kemobil saya hah?"tanya Anton terkejut.


"Pak tolong bantu saya,dua penculik tadi ngejar saya lagi"tunjuk Siena kepada dua orang pria bertubuh kekar dengan stelan jas hitam,berlari kemobilnya dengan meneriaki nama Siena.


"Mba Siena jangan kabur!"samar samar suara pria itu terdengar oleh Anton yang sudah melajukan mobilnya dengan cepat,untuk membantu wanita disampingnya yang terlihat panik.


Bersambung


Waah tebak nih!,bakalan ada pasangan baru nih.


Ngomong-ngomong bagaimana ya kondisi Moza?,Siapa yang menculiknya?


Masih penasaran,ikuti terus ceritanya.Jangan lupa beri dukungan sebanyak-banyaknya buat author ya😊

__ADS_1


__ADS_2