Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Gadis itu Moza


__ADS_3

Dan disinilah Evan mengalami amukan besar dari Moza.Ternyata ekspetasinya tak sesuai dengan kenyataan.Yang dia tunggu adalah Bagas malah yang datang si Bagus alias Evan.


"Ini om mau ngapain sih kesini"kata Moza melihat Evan yang datang menghampirinya.


"Nona perkenalkan saya Evan,berhubung Bagas masih belum pulih,saya yang menggantikannya sementara.


"What...nggak salah nih pak,betul-betul sih om rese tuh"kesal Moza menghentakkan kakinya.


"Pantesan Bagas kesal,walah tingkahnya kaya bocah"ucap Evan tapi dalam hati doang.


"Mari nona saya antar kesekolah,takut telat non"kata Evan membuka pintu untuk Moza.


"Ngga salah apa om Bagas ngirim bapak bapak kaya gini,coba kalo kaya oppa oppa korea"rutuk Moza tapi masih didengar oleh Evan,dan membanting pintu mobilnya dengan keras,sampai Evan memegang dadanya.


"Nih bocah semprul ngatain gue tua,enggak salah nih"rutuk Evan dalam hati,karena seenak jidatnya Moza mengatai dirinya yang jelas-jelas masih muda lah ya.


Akhirnya tak lama kemudian,sampailah Moza disekolahnya.Dia langsung berpapasan dengan Manda yang baru keluar dari mobilnya.


"Pagi Za"sapa Moza dengan senyum lebarnya.


"Pagi juga Manda"jawab Moza lesuh


"Lo kenapa sih lesu amat,kayak hilang semangat hidup lo".Moza menelisik wajah Moza yang terlihat lesu.


"Ini gara-gara om rese itu Manda,gue bete bete banget hari ini,masa dia kirim bapak tua buat gantiin dia"Moza mengerucutkan bibirnya,tanpa dia sadari Evan sudah berdiri dibelakangnya sedangkan Manda terpana dengan ketampanan Evan,sampai dirinya tak berkedip sedikitpun.


Ekhem...ekhemm


Evan berdehem dengan keras,membuat Moza menoleh dengan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal,lain halnya dengan Manda yang belum menyudahi keterpanaannya.


"Emmm pak Evan,dari tadi pak disini?"tanya Moza mengalihkan tatapannya karena takut kena semprotan dari Evan,padahal Evan setengah mati menahan kekesalan didalam hatinya karena dikatai tua,tapi dia tahan karena Moza adalah nona muda yang harus dia jaga.Sebisa mungkin dia menunjukkan ekspresi datarnya dan dinginnya.


"Manda lo nggak masuk kelas hah?"tanya Moza menghindari suasana datar dari Evan,yang ditanya malah bengong,sampai akhirnya Manda tersadar akibat cubitan keras dari Moza.


"Auuuuuwww,Za apaan sih lo,ganggu banget sih lo"gerutu Manda memukul pelan bahu Moza.


"Ganggu,ganggu apanya hah?"


"Emang lo nggak lihat orang ganteng tuh"Manda menunjuk Evan.

__ADS_1


"What hello Manda sejak kapan lo suka modelan kayak gini"balas Moza semakin menghina Evan terang-terangan.


"Za mungkin lo harus periksa mata deh,ini mah idaman gue banget"ucap Manda menatap Evan hingga yang ditatap merasa risih dan meninggalkan dua bocah aneh tersebut.


"Aahhh gara-gara loh nih Za,tuh cowok pergi padahal belum kenalan."Rengek Manda tapi langsung ditarik oleh Moza untuk masuk kekelas.


"Nanti lo ketemu lagi tuh sama bapak tua itu"geram Moza melihat Manda yang memberontak karena tak melihat Evan lagi.


Sedangkan Evan kini sedang pergi kepos satpam,dia ingin memastikan hal yang dia bahas dengan Bagas.Dia menemui seorang security yang sedang minum kopi.


"Selamat pagi pak"sapa Evan tetap dengan ekspresi datar,tentu saja security tersebut terkejut dengan kedatangan Evan yang tiba-tiba.


"Pagi juga pak,ada yang bisa saya bantu pak?"tanya security tersebut,menatap Evan dari ujung rambut hingga kakinya,karena merasa dirinya sudah dua kali menjumpai orang berpakaian sama persis disekolah tersebut.


"Emmm begini pak,saya ingin bertanya mengenai tukang parkir yang bertugas kemarin pak?"tanya Evan melunak agar tidak terlihat kaku.


"Emmm tukang parkir yang mana ya pak?,soalnya tukang parkir sekolah ini lagi sakit dia sudah absen selama seminggu"jelas sang security membuat Evan mengerutkan dahinya.


"Maksud bapak,berarti tidak ada yang jaga parkiran kemarin"


"Betul pak,emangnya kenapa ya pak?"


"Ooh iya silahkan pak"


Evan mulai berkutat didepan layar yang menampilkan seluruh lingkungan sekolah tersebut,matanya fokus menatap layar satu persatu untuk mencari riwayat insiden kemarin,tetapi nihil tidak ada yang dia dapat.


"Sial"umpat Evan karena nyatanya dirinya tak bisa menemukan orang tersebut,jejak nya sudah dihilangkan dengan bersih,sesaat dia menatap layar tersebut dengan frustasi,tiba-tiba dia tertarik dengan satu layar yang memperlihatkan ruang kelas nona mudanya.Dan tepat saat itu ada terlihat guru laki laki yang mengajar sedang mengarahkan kamera kecilnya ke Moza.


Tanpa menunggu Evan berlari tergesa-gesa dari pos satpam,dan menelusuri setiap kelas untuk mencari Moza.Hingga dia membuat kegaduhan karena mengganggu pembelajaran siswa secara Evan membuka satu persatu pintu kelas.Hingga akhirnya dia menemukan kelas Moza,tanpa aba-aba dia memegang guru yang sedang mengajar,hal itu membuat semua siswa panik terutama Moza dan Manda yang mengetahui siapa sosok yang ada didepan mereka.


"Bapak ngapain kesini?"teriak Moza menghampiri Evan.


"Nona sedang dalam bahaya,biar saya urus nih orang dulu"jawab Evan menyeret guru tersebut,dan membawanya ketempat yang sepi,sehingga para siswa tidak menyaksikan apa yang Evan lakukan.


"Siapa lo sebenarnya hah"Evan mengunci pergerakan orang tersebut.


"Saya hanya guru biasa pak"jawab guru tersebut dengan gugup melihat tatapan tajam dari Evan.Mendengar hal itu Evan merasa tak percaya,dia memberi sedikit pukulan kearah perut dan wajah guru tersebut.


"Ampun pak saya nggak tahu apa apa,saya juga tadi diancam sama seseorang untuk menukar pakaian saya"jelas guru tersebut dengan meringis menahan sakit,menghentikan pukulan Evan.

__ADS_1


Dia melihat orang tersebut dengan saksama,kemudian mengacak rambutnya frustasi.


"Kamu tahu kemana dia pergi?"tanya Evan sejenak,dan guru tersebut menggelengkan kepalanya.Akhirnya Evan memutuskan untuk melepaskan guru tersebut.Dia mengambil ponsel disakunya dan menelpon Bagas.


"Hallo Gas"


"Bagaiman Van lo udah dapat jejaknya?"


"Belum Gas,semakin kesini nona muda sudah tidak aman.Tadi ada yang menyamar menjadi guru sekolahan nona muda."


"Beneran Van,lo berhasil nangkap orangnya?"


"Sayangnya gue kalah cepat,dia gerak cepat sebelum gue datang"


"Mending untuk sementara nona muda kita pindahkan ketempat lain aja Van"


"Maksudnya dia nggak usah sekolah gitu?"


"Betul sekali,nanti aku bicarakan dengan ketua Van"


"Ok deh Gas,kalo itu yang terbaik untuk nona muda".


*


*


*


Sedang dilain tempat,tepatnya dikediaman Yano,dia baru saja selesai mandi dan sebuah pesan masuk diponselnya.


Tingg...ting..ting


Yano menghentikan aktivitasnya dan melihat pesan tersebut,ada foto yang dikirim dari sebuah kontak.Yano memilih duduk dikasurnya dan menyimak foto tersebut.


Deg


Seketika dada Yano begitu sesak,apa yang dia duga sekaligus ditakutkan ternyata benar.


"Mo..za gadis itu Moza"tutur Yano terbata-bata dengan dadanya yang begitu sesak.

__ADS_1


__ADS_2