Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Kerumah Kapten


__ADS_3

"Kamu ikut keluar,mobil kamu nggak bakal balik"ancam Yano sontak membuat Moza duduk kembali dan memberikan kode agar Amanda pergi seorang diri saja.


"Ada apa lagi pak"tanya Moza bingung merasa bahwa urusannya sudah kelar kenapa harus ditahan melulu.


"Kamu boleh ikut keluar!"kata itu keluar dengan entengnya dari bibir Yano,lagi-lagi Moza harus menahan kekesalannya sehingga tampak jelas wajahnya memerah,membuat Yano menahan tawanya melihat muka gemes dari Moza saat menahan amarahnya.


Moza menghembuskan nafasnya dengan kasar,ingin rasanya dia menghilang dari ruangan tersebut karena dia sangat kesal dengan Yano yang tega mengerjainnya.


"Kalau begitu saya pamit pak kapten,sebelumnya saya mengapresiasi kinerja bapak untuk mengerjain saya sangat-sangat baik"ujar Moza dengan senyum paksa menunjuk rentetan giginya,walaupun hatinya memanas seakan ingin menangis,kemudian Moza keluar dengan perasaan kesal.


Sepeninggalan Moza,Yano tertawa dengan puasnya mengingat ekspresi lucu dan gemes dari Moza tadi,entah mengapa sejak pertemuan pertamanya dengan sosok Moza,dia merasa ada hal lain yang dia rasakan.


Sementara Moza sudah berada dirumahnya setelah menyelesaikan drama panjang yang dilaluinya hari ini.


"Polisi macam apa sih dia,bisa-bisanya dia jadi kapten"maki Moza kepada Yano sambil menuruni tangga menuju kedapur.


"Siapa Za kok sebut-sebut polisi ,jangan-jangan pacar kamu ya?"sahut Emilia mamanya Moza yang muncul tiba tiba dihadapan Moza


"Apa-apaan sih ma,aku tadi ketemu sama polisi yang rese"jawab Moza bohong


"Masa sih, mama nggak percaya deh"Emilia melirik Moza dengan senyum menggoda.

__ADS_1


"Udah ahhh!nggak usah bahas dia bikin pusing aja,mama masak apa hari ini aku udah lapar nih?"tanya Moza mengalihkan pembicaraan,agar mamanya tidak membahas polisi rese yang dibilang Moza tadi.


Ditempat lain disebuah mansion mewah milik Yano,sebuah mobil mewah memasuki pekarangan mansion tersebut, mobilnya tersebut berhenti di garasi turunlah Agusto yang baru pulang dari kantornya,memandangi sekitarnya dan mendapati sebuah mobil putih terparkir disebelah mobilnya.


"Jang! ini mobil siapa?"tanya Agusto kepada Ujang seorang satpam rumahnya


"Anu tuan,saya tidak tahu kemarin mobilnya dibawa sama tuan muda kemarin"jawab Ujang


"Ya udah Jang,biar saya tanya sama Yano saja"kata Agusto sambil berlalu.


Karena hari sudah menjelang sore Moza memutuskan untuk pergi kerumah Yano.Moza sudah bersiap-siap,dia terlihat memakai celana jeans ketat ditambah hodie putih dan rambutnya dibiarkan terurai,dan tas selempangannya.


"Aku mau ke rumahnya Manda ma,mau ngerjain tugas sekolah"jawab Moza berbohong


"Tunggu deh Za,mobil kamu kemana mama lihat beberapa hari ini mobil kamu nggak ada digarasi"tanya Emilia dengan intens untuk mencari jawaban.


"Ohh mobilnya lagi dibengkel,aku lupa kasih tahu sama mama,tapi mama tenang aja sekalian aku mau ambilin tuh mobil hari ini"lagi-lagi Moza berbohong kepada mamanya.


"Ya udah kalau begitu kamu diantar sama Asep aja"ujar Emilia agar Moza diantar oleh Asep selaku sopir pribadi keluarga Moza.


"Ok ma,aku berangkat dulu yah"mencium kedua pipi mamanya.

__ADS_1


Diperjalanan Moza baru ingat kalau dia tidak mengetahui lokasi rumah Yano,segera Moza meminta Asep menuju kantor polisi.


"Pak Asep kita kekantor polisi dulu ya"kata Moza kepada sopirnya


"Ngapain kita kekantor polisi non?"tanya pak Asep bingung


"Ada urusan sedikit pak "jawab Moza singkat


Sesampainya dikantor polisi Moza bergegas turun untuk menemui Yano,sementara Yano yang baru saja menunu parkiran dikejutkan oleh kedatangan Moza yang tiba-tiba


"Pak Kapten tunggu!"teriak Moza berlari kearah Yano


"Ngapain lagi kamu kesini"tanya Yano kepada Moza yang sesang mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.


" Saya mau ambil mobil saya pak sesuai janji bapak, tapi saya tidak tahu rumah bapak itu dimana,makanya saya temuin bapak disini"


"Oh ya udah kebetulan saya mau pulang kamu ikut saya saja"kata Yano berlalu menuju mobil patrolinya


"Tapi pak saya ditungguin sama sopir saya didepan,masa saya tinggalin begitu aja"


"Kalo nggak mau ya udah saya pulang duluan"Yano memaksa Moza dengan kata-katanya,sehingga dengan terpaksa Moza menelpon Pak Asep untuk pulang duluan,tentunya dengan alasan yang dibuat-buat oleh Moza agar Pak Asep bisa percaya bahwa dia nggak apa-apa bila ditinggal sendiri.

__ADS_1


__ADS_2