Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Rahasia


__ADS_3

Moza dan Yano sudah berada disebuah kafe,keduanya saling diam dan canggung apalagi Moza yang terlihat cuek dan dingin,berbeda sekali dengan Moza yang dulu.Yang Yano kenal sebagai cewek manja,cerewet,angkuh,dan genit.


"Za sebenarnya aku mau nanya sesuatu sama kamu"kata Yano membuka suara Moza mengerutkan dahi nya melihat Yano yang begitu serius ingin menanyakan sesuatu dengannya,kayaknya sangat penting terlihat dari cara Yano bicara.


"Silahkan,selagi ada waktu"Moza melirik jam yang melingkar ditangannya,dia takut telat karena masih ada janjian dengan Amanda.


"Apa kamu mengenal Black Tiger."Kata Yano to the point,hampir saja Moza menumpahkan jus yang diminumnya,namun dengan cekatan Yano menahannya.Mendengar pertanyaan Yano membuat dia terkejut,sekaligus bertanya-tanya apa Yano tahu kali dia sedang mencari identitas Black Tiger.


"Apa?Black Tiger?"tanya Moza mengulangi agar Yano tidak membaca kererkejutannya.Yano mengangguk setuju membenarkan kata-kata Moza.


"Apa kamu tahu sesuatu tentang mereka"tanya Yano sekali lagi berharap ada jawaban pasti dari Moza.


"Aku nggak tahu tentang Black Tiger itu,apa lagi mengenal mereka.Terus nama itu juga baru aku dengar kok."Elak Moza meyakinkan Yano yang sedari tadi menatalnya tanpa berkedip,Yano mencari kebohongan dalam manik mata itu,tapi tidak dapat ,Moza berkata jujur.


"Beneran kamu nggak tahu apa-apa"


"Masa aku bohong,lagian kamu sudah buang-buang waktuku dengan pertanyaan konyo itu."Elak Moza tak ingin memberitahu Yano tentang Black Tiger,karena itu sudah menjadi rahasia tersendiri bagi dirinya dan Revan.


"Tapi aku pernah dengar kamu menyebut nama itu."

__ADS_1


"Yano Dewantara apa kamu muncul dihadapanku hanya karena ingin menanyakan hal yang sama sekali tidak aku ketahui hah"sentak Moza berdiri dan meninggalkan Yano tanpa menghiraukan Yano yang memanggilnya.


"Moza tunggu dulu,dengarin aku dulu Za"panggil Yano mengejar langkah Moza yang sudah melajukan mobilnya.


"Sial"rutuknya meninjau udara melihat mobil Moza sudah menjauh,dengan berat hati dia kembali tanpa mendapatkan petunjuk.Tentu dengan hati yang lebih galau lagi,karena wanitanya atau lebih tepatnya mantan kekasihnya sudah tidak mau bicara maupun bertemu dengannya.Apalagi melihat kejujuran dari Moza,membuat Yano lega karena dia juga bisa tenang kalo memang Moza tidak ada kaitannya dengan Black Tiger.Dia takut kalo memang Moza tahu sesuatu tentang Black Tiger,itu artinya dia juga berada dalam bahaya.


*


*


*


"Pasti Yano tahu sesuatu tentang Black Tiger,apa perlu gue selidiki tentang Yano."Pikir Moza ingin mencari tahu latar belakang Yano,karena pada dasarnya yang Moza ketahui Yano adalah seorang polisi muda dan anak dari sahabat ayahnya.Selain itu dia juga tidak mengetahui latar belakang keluarganya,bahkan dia juga belum pernah mengetahui ibu dari Yano.


Tiga puluh menit lamanya,akhirnya Moza sampai ditempat yang Amanda kirimkan tepatnya disebuah restaurant terkenal yang sering mereka kunjungi.


Mereka berdua mengambil tempat duduk di bagian sudut,agar keduanya bisa bebas curhat karena berada di ujung.Keduanya mulai memesan makanan dan minuman.


"Za lo kemana aja selama liburan ini"tanya Manda melirik Moza yang sibuk dengan buku menunya.

__ADS_1


"Biasa dikamar doang"jawab Moza enteng.


"Pasti lo bete banget nggak ada gue ya,secara kalo ada gue lo pasti udah jalan sana sini"


"Biasa aja,kalo ada lo atau tidak"ejek Moza


"Kampret lo,sekali aja lo membuat gue melting kek"balas Manda kesal dengan muka dibuat sesedih mungkin.


"Ck mulai lagi lo ngedrama"decak Moza


"Btw lo mau curhat apa sama gue hah?"tanya Manda antusias,sebagai sahabat dia mau menjadi pendengar setia buat Moza yang beberapa hari lalu sempat menangis saat menelpon dengannya.


"Lain kali aja deh gue cerita,hari ini gue nggak mood buat cerita"setelah bertemu Yano tadi membuat mood Moza sedikit buruk.Jadi dia memilih untuk tidak curhat kepada Manda karena tidak ingin membahas hal tentang Yano.


"Yahh tega bener lo Za gue udah ngeluarin uang buat periksa kuping hanya untuk dengerin curhatan sahabat gue,tapi ternyata itu semua sia-sia Za."Ujar Manda memulai dramanya lagi.


"Entar gue ganti uang lo,sekarang gue mau ngeluarin unek-unek gue hari ini"jawab Moza dengan enteng,menyeruput jus alpukat yang terasa segar ditenggorokannya.


"Ya udah deh gue nggak maksa yang penting lu bisa ceria lagi"pasrah Manda tak mau Moza tertekan atau bersedih lagi.Sedang Moza sudah menghabiskan sepiring nasi goreng seafood pedas,Manda menggelengkan kepalanya melihat Moza makan dengan lahap apalagi dia memesan nasgor dengan level super pedas.

__ADS_1


__ADS_2