Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Naik Angkot Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya Moza menuruni anak tangga dengan seragam sekolahnya,berjalan menuju parkiran dengan langkah pasti.


"eeeh lupa,mobil gue kan masih di kantor polisi"menjitak kepalanya sendiri,dengan terpaksa Moza menunggu didepan rumahnya menunggu angkot yang lewat.Tak berapa lama sebuah angkot berhenti tepat didepan Moza.


"angkot neng?"tanya supir angkot ramah.


"iya bang"jawab Moza menaiki angkot.


Tak berapa lama sampailah Moza didepan sekolahnya.Dia mengeluarkan sebuah jaket dari tasnya kemudian memakainya,karena jujur saja Moza sangat malu dengan teman-temannya.Tentunya ini menjadi moment paling berharga bagi mulut-mulut receh untuk menjelek-jelekan Moza.Sesaat Moza menarik nafas dalam-dalam,lalu keluar dari angkot.Semua mata siswa-siswi tertuju pada sosok berjaket coklat panjang.


"Itu siapa sih?"tanya salah seorang siswi.


"Murid baru kali"sanggah siswi lainnya.


Moza yang berjalan sambil menunduk,setelah memdengar celotehan para siswa dengan cepat dia berlari menunu toilet untuk menghindari siswa-siswa yang mengenalinya,padahal dia sudah dikenal hampir satu sekolah.


Saat Moza pergi kekamar mandi dia berpapasan dengan amanda,sahabat dekat Moza dengan segera Moza menarik tangan Amanda membawanya masuk kedalam kamar mandi lagi.Moza membuka jaketnya dan memasukkannya kedalam tas.

__ADS_1


"Moza!gue kira siapa yang narik-narik gue,ternyata elo nagapai sih lho pake jaket segala kaya pencuri aja"gerutu Amanda kesal dengan Moza.


"Mending elo diam dulu deh,gue mau curhat sama lho!"jawab Moza dengan nafas naik turun.


"Ya udah deh mending kita kekantin aja,mumpung belum bel masuk sekalian beli minuman buat elo"ajak Amanda sambil merangkul Moza.


"Hayooo"seru Moza menyetujui.


Kemudian Amanda dan Moza mendatangi kantin dan duduk dipojokan sesuai keinginan Moza.


"kalian penasaran nggak sih sama cewek tadi yang turun dari angkot"tanya salah seorang siswi kepada teman-temannya,tapi masih bisa didengar oleh Moza dan Amanda.


"Itu dia yang gue mau curhatin sama elo,tapi elu harus janji jangan sampai kebablasan"jawab Moza dengan wajah cemberut.


"Memang apa hubungannya dengan elu apa?"


"Murid baru yang mereka maksud itu gue,tadi pagi gue datang kesekolah naik angkot"Jawab Moza dengan nada pelan.

__ADS_1


"whaaaat"pekik Amanda sehingga semua siswa yang ada dikantin mengarah kepada Moza dan Amanda.


"Manda apa-apaan sih lho,pake teriak segala"ketus Moza melotot kearah Amanda.


"ya maaf soalnya gue enggak nyangka aja lho naik angkot"jawab Amanda ragu.


"terus mobil lho kemana sampai-sampai elu harus naik angkot?,terus kenapa elu nggak diantar sama your father aja?"tanya Amanda bertubi-tubi.


"ceritanya panjang banget deh"jawab Moza sembari memutar kembali moment saat dia ditilang kemarin,lalu Moza menceritakan kejadian awal saat dirinya ditilang sampai dia harus naik angkot.


"Hhhh,kasihan banget deh lho Za sampai dihukum nyuci mobil patroli segala"Amanda tertawa lepas membayangkan seorang dewi cantik seperti Moza mencuci sebuah mobil patroli hanya karena ditilang.


"Senang banget lho ya ngejek-ngejek gue,gue jauhin baru tahu rasa lho"kesal Moza karena Amanda mengejeknya.


"Soalnya gue nggak habis pikir masa lho ditilang hukumannya nyuci mobil,pasti polisinya tampan itu makanya lho rela banget dihukum kaya gituan"tambah Amanda menahan tawanya.


"Ganteng dari mananya,sudah cuek,dingin lagi kaya es dari kutub utara deh"jawab Moza mengingat bagaimana sikap dingin dari Yano.

__ADS_1


"Katanya orang dingin gitu aslinya penyanyang lho"kata bijak keluar dari mulut Amanda.


"Terkecuali untuk polisi es batu itu,pokoknya lho harus bantu gue urusin mobil gue yang ditahan,soalnya gue ogah banget ketemu sama polisi es batu itu"kata Moza menatap Amanda dengan intens membuat Amanda mengiyakan permintaan sahabatnya tersebut.


__ADS_2