
Beberapa minggu telah berlalu sampai saat ini tak ada kabar apapun dari Yano,sejak panggilan terakhir keduanya minggu lalu,Yano tidak bisa dihubungi lagi.Bahkan dia menghilang bagai ditelan samudera,membuat Moza khawatir dengan pria yang telah menjadi kekasihnya,dan hubungan asmara keduanya terbilang sudah satu minggu lebih,namun sayangnya tidak ada kejelasan dari si pria yang sudah tidak ada kabar lagi sampai sekarang.
"Lo kemana sih Yan,kenapa nomornya nggak aktif?"Moza menatap kontak yang tertulis "My Police" dengan air mata yang berlinang.Jujur dirinya sudah benar-benar mencintai Yano,entah sejak kapan rasa itu ada sehingga dia takut sekali kehilangan Yano.
Begitupun sebaliknya dengan Yano,dia juga masih memikirkan Moza,akan tetapi dia berusaha untuk menepis pikiran itu.Dia terus menyibukan dirinya dengan tugas barunya dimarkas besar Big Dragon.
Hari baru yang dilalui kini terasa berbeda,Yano akan memulai bergabung didunianya sendiri dan tak lagi menyamar sebagai polisi.Dia mulai belajar beberapa hal dengan Gala,seorang pria tampan yang seumuran dengan Yano yang ditugaskan oleh Agusto sebagai asisten pribadi Yano,selama dia menjalankan tugas dalam Big Dragon.Kebetulan Gala juga merupakan sahabat Yano dari kecil,mereka sama-sama terjun kedunia mafia karena Agusto.Dan keduanya harus terpisah ketika Yano menyamar sebagai polisi.Tapi kini Yano sudah kembali bergabung dengan mereka,dan Gala yang menjadi kaki tangan Yano untuk kedepannya.
"Ini dokumen-dokumen yang kamu minta Yan"ucap Gala membuyarkan lamunan Yano.
"Bikin kaget aja kamu"sentak Yano memelototi Gala.
__ADS_1
"Mikirin apa sih"tanya Gala duduk bersila di sebuah kursi.
"Nggak mikiran apa-apa"elak Yano sambil matanya terfokus pada dokumen ditangannya.
"Gue udah kenal lo sejak kecil,gue tahu sahabat gue lagi galau.Mikirin cewek ya."Tuding Gala melirik Yano,tapi tak ada respon dari Yano.Dia memilih diam daripada harus berterus terang kepada Gala.
Gala berdecak kesal dengan tanggapan Yano.
Gala akhirnya menyerah menggoda Yano dan memilih keluar dari ruangan Yano.
"Black Tiger kayak pernah dengar sama nama ini"pikir Yano menghentikan langkah Gala yang siap keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Kenapa Yan lo tahu sesuatu tentang mereka hah?"Revan kembali duduk menghadap kearah Yano,
"Gue pernah dengar sekilas ada orang menyebut nama Black Tiger,tapi gue nggak tahu jelas siapa orangnya."jelas Yano berpikir keras mengingat siapa orang tersebut.
"Lo nggak lihat siapa orangnya?terus kapan lo dengar tentang hal itu?"Gala menyerang Yano dengan beberapa pertanyaan karena saking keponya.
"Gue nggak ingat apa-apa Ga,tapi pas gue dengar itu kayak suara cewek"Yano mencoba mengingat-ingat sesuatu.Yano terus berpikir dan teelintas sesuatu dalam benaknya.
"Moza"gumam Yano pelan tapi masih didengar oleh Gala,ternyata Moza lah yang pernah menyebut nama Black Tiger,saat Yano tak sengaja mendengar Moza bicara sama seseorang lewat telepon,dan menyebut nama Black Tiger tersebut.
"Moza?maksudnya nama wanita yang nyebut Black Tiger itu adalah Moza? "tanya Gala bingung merasa asing dengan nama itu,namun bukannya menjawab pertanyaan Gala,Yano malah menyambar kunci mobilnya dan meninggalkan Gala yang masih kebingungan menatap punggung Yano yang menghilang dibalik pintu.
__ADS_1