Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Revan


__ADS_3

Setelah drama dari pasutri tersebut,kini Yano sudah berada dikantor.Walaupun dia enggan meninggalkan istrinya yang mengandung dan tinggal 1 bulan lagi akan melahirkan.


Ditempat lain,dikediaman Revan semua orang dibuat panik karena kondisi ayah Revan alias Ardiansyah kambuh lagi dan makin memburuk.


Sejak berita kehilangan Moza yang sampai sekarang menjadi misteri,membuat kondisi kesehatannya menurun drastis hingga membuat Revan merasa terpukul dengan situasi ini.Ditambah dengan masalah dengan Jesika yang belakangan ini selalu meminta pulang kerumah Yano dan ingin mencoba bunuh diri.


Disini lah Revan sendirian menatap kolam ikan ditaman belakang rumahnya.Banyak masalah yang datang bertubi-tubi kepadanya,sekarang perusahaannya terbengkalai karena dia sibuk mengurus ayahnya.


"Akhhhhh"teriaknya dengan frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.


"Woyyy bro"tiba-tiba Jaya yang entah darimana mengagetkan Revan.


"Ngapain lo kesini?"tanya Revan dengan masam


"Ya menghibur sahabat kesayangn gue"Jaya merangkul Revan berusaha membuat pria itu melupakan masalahanya,karena Jaya sangat tahu semua hal yang terjadi dengan Revan.


"Bukan ngehibur lo,tapi tambah buat gue stres"Revan mendorong Jaya dengan kasar.

__ADS_1


Jesika yang ingin menenangkan pikirannya ditaman belakang,terhenti melihat Revan yang dari tadi menyendiri disana dengan keadaan yang kacau,dia ingin menghampiri tapi keduluan sama Jaya.


"Apa gue yabg jadi penyebab Revan stres ya"pikirnya mencerna perubahan Revan yang sering uring-uringan dengan mata membengkak,kebanyakan dirumah dan selalu memasak padahal ada pembantu dirumahnya.


"Akhh kenapa gue mikirin pria sialan itu,dia yang udah buat gue terpenjara disini"kesal Jesika tak tahan dikurung terus sama Revan,entah sampai kapan dia akan bebas.


Sementara itu,dikantor Yano tepatnya diruangannya dia nampak berbincang serius dengan Anton sang asisten pribadinya.


"Apa kondisinya memburuk sekali?"tanya Yano dengan serius.


"Menurut laporan anak buah saya tuan,beliau sudah sakit keras semenjak kehilangan nona Moza dan.."ucap Anton terhenti.


"Perkiraannya beliau mengidap prolonged grief disorder (sebuah gangguan mental yang membuat orang tersebut terus merasa sedih dengan kehilangan seseorang."


Yano yang mendengar penjelasan dari Anton ikut merasa iba dengan kondisi Ardiansyah,yang kini sudah berstatus sebagai mertuanya.


"Sekarang tuan Ardiansyah dimana?"tanya Yano dengan serius.

__ADS_1


"Beliau masih dirawat dirumah sakit Medika,kemungkinan dia belum diperbolehkan pulang"


"Bagaimana dengan Revan,apa dia masih mencari Moza?"kali ini Yano masih merasa cemas kalo istrinya masih dicari oleh Revan,apalagi dia sudah tahu bahwa Moz adalah adiknya.


"Huftt dia hanya mengerahkan anak buahnya,karena dia sendiri sangat pusing mengurus ayahnya dan juga perusahaannya yang terbengkalai"Anton merasa prihatin dengan kondisi Revan,karena dia yang memantau dari jauh seluruh gerak geriknya sesuai perintah Yano.


"Baguslah,tapi saya minta satu hal sama kamu agar kita bisa bertemu tuan Ardiansyah tanpa diketahui Revan dulu"ingat Yano dengan serius lalu beranjak dari sofa menuju kursi kebesarannya.


"Tuan saya mau kasih tahu sesuatu"Anton pun ikut mengekor dibelakang Yano,dia berbalik menatap Anton.


"Sesuatu?,apa?"tanya Yano dengan penasaran,karena dia rasa tidak ada hal yang terlewat.


"Ini tentang nona Jesika,dia tinggal dirumah Revan"kata Anton membuat kening Yano mengkerut,selama ini dia disibukan dengan masalahnya dengan Agusto hingga lupa dengan Jesika yang tak ditahu dimana rimbanya.


"Kamu tahu darimana?,dan kenapa Jesika sampai tinggal disana?"gencar Yano


"Dia selalu berada ditaman belakang rumah Revan,dan alasan dia tinggal disana saya masih selidiki"jelas Anton heran dengan tuan mudanya yang nampaj khawatir.

__ADS_1


"Kamu awasi terus,bagaimanapun dia juga teman semasa kecil saya,kamu jangan mengira saya khawatir karena suka sama dia"Yano menatap tajam Anton,karena dia bisa menebak apa yang Anton pikirkan.


Anton merasa terciduk dan segera pamit keluar,sebelum masalah semakin ribet dengan atasannya itu.


__ADS_2