Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Didalam mobil,Yano terus berdua sembari memeluk Moza yang ada didalam pelukannya dikursi belakang.


Beberapa waktu lalu,Yano segera membawa Moza yang pingsan didalam mobilnya,ditemani oleh salah satu anak buahnya untuk menyetir.


"Sayang bangun! Kamu harus kuat"Yano menepuk nepuk pipi yang gembul itu dengan menitikkan air matanya.


"Jeff percepat nyetirnya,Moza harus cepat ditangani"perintah Yano tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah sang istri.


"Baik Tuan"jawab Jeff melihat raut sedih dari wajah atasannya yang pertama kali terlihat lemah dan kacau seperti itu.


Padahal Yano biasa memasang wajah dingin dan datarnya sekaligus tampang kejamnya,dan hal yang dilihat Jeff betu betul bukan seperti Yano sang ketua mafia.


"Ternyata mafia juga bisa menangis,apa aku juga bisa menemukan wanita yang bisa membuatku seperti ketua"gumam Jeff ikut prihatin dengan kondisi Yano dan juga istrinya.Jeff juga meratapi nasibnya yang masih sendiri.


Yano pun tak berhenti mencium pucuk kepala Moza,lalu pindah keperut buncitnya dengan berderai air mata.


"Kalian harus bertahan hikss"


Tak butuh waktu lama,sampailah mobil yang ditumpangi Yano disebuah rumah sakit besar dan terkenal.Dengan cepat Yano menggendong Moza lalu turun diikuti oleh Jeff.


"Suster,dokter!,tolongin istri saya"teriak Yano menggema dipintu masuk rumah sakit.Saking khawatirnya dia tak menghiraukan tatapan aneh sari semua orang yang memandanginya.Karena dia berteriak seperti orang gila memanggil dokter dan suster disana.


Tak lama kemudian beberapa suster datang dengan membawa brankar,Yano pun membaringkan Moza.


"Sayang kamu harus bertahan"Yano menggenggam tangan istrinya,dan mengikuti langkah suster yang mendorong brankarnya.

__ADS_1


"Anda tidak boleh masuk"cegat seorang suster ketika Yano memaksa masuk keruang ICU tempat Moza ditangani.


"Tapi sus,saya tidak mau terjadi apa-apa dengan istri dan anak saya"kekeh Yano


"Jika anda masuk itu akan memperburuk kondisi pasien"ucap suster itu berlalu dari situ,menyisakan Yano yang terkulai lemas.


"Tuan mending duduk dan minum dulu"Jeff tiba-tiba muncul membantu Yano untuk duduk,dia menyodorkan sebotol minuman untuk Yano.


"Terima kasih Jeff"


"Tuan harus kuat,,supaya bisa kuat merawat istri tuan"saran Jeff karena terlihat sekali wajah Yano yang tak bersemangat dan sedikit pucat.


"Bagaimana aku bisa kuat,kalo istriku dan anakku celaka karena aku"sesal Yano mengusap wajahnya dengan kasar.


"Jangan menyalahkan diri sendiri Tuan,yang penting anda berhasil menyelamatkan istri dan anak Tuan"


Disaat itu juga Gala dan anak buah yang lain,tiba dirumah sakit.Lalu menghampiri Yano dan juga Jeff yang menunggu diruangan ICU.


Mereka sudah berganti pakaian dengan pakaian formal,stelan jas hitam melekat ditubuh pria pria itu,semua mata terpana dengan segerombolan pria gagah dan tampan itu.


"Bagaimana kondisi nona Moza Yan?"tanya Gala duduk disebelah sahabatnya.Tapu Yano hanya diam,Gal yang mengerti hanya mengelus pundak sahabatnya itu untuk memberikan semangat saja.


Pintu ruangan ICU terbuka,nampaklah seorang wanita cantik berjas putih dari dalam.


"Dok bagaimana kondisi istri saya?"reflek Yano berdiri dengan menatap Moza yang masih terbaring.

__ADS_1


"Kondisinya baik baik saja,tapi..."ucap dokter itu menggantung menatap Yano yang masih fokus menatap kedalam ruangan.


"Tapi apa dok?"Yano balas menatap dokter itu,tatapan keduanya bertemu dan sama sama terkejut.


"Yano"


"Mika"


Ucap keduanya bersamaan,baik Gala maupun Jeff menatap Yano yang nampak mengenali dokter itu,jika Jeff menatapnya dengan bingung lain halnya dengan Gala yang langsung menyembunyikan wajahnya.


"Kamu kerja disini?"tanya Yano membuyarkan lamunan wanita itu.


"Iya,kamu sendiri ngapain disini?"


"Wanita yang kamu tangani dia istriku,itulah mengapa aku disini"Jelas Yano menatap Mika yang tersenyum getir.


"Ooh kamu ternyata sudah menikah,oohiya sekarang kamu bisa menjenguknya nanti aku jelaskan kondisi istrimu nanti"jawab Mika dengan sekuat tenaga dia tetap tersenyum,dan segera berlalu dari situ.


Setelah itu Yano menatap punggung wanita itu,kemudian masuk keruangan istrinya.Gadis mungil itu masih setia menutup matanya.


"Kenapa kamu masih tidur sayang,kamu nggak rindu sama aku dan anak kita?"melihat kondisi Moza seperti ini,pertahanan Yano untuk kuat perlahan runtuh.


Dia menangis sejadi-jadinya disamping Moza,mengelus pucuk kepala istrinya dengan lembut.


"Za kamu nggak boleh ninggalin aku,aku sangat mencintai kamu"ucap Yano mencium tangan Moza,dia menatap cincin pernikahan yang melekat dijari Moza.

__ADS_1


Sedang disebuah ruangan,seorang wanita menahan sesak didadanya,sedari tadi dia menahan untuk tidak menangis dan sekarang bulir-bulir bening berlarian turun dipipinya.


"Hikss kenapa?,kenapa aku harus bertemu denganmu lagi?"tanyanya disela tangisannya.


__ADS_2