Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Mencari Tahu


__ADS_3

Beberapa hari sudah Moza lewati,semenjak kejadin dibentak ibunya dia terkadang tidak terlalu ambil pusing jika ada Ayahnya Yano dirumah.Akan tetapi satu hal yang membuat dia penasaran,mengenai black tiger yang disebut ayahnya tempo hari.Hari ini rencananya dia mau ketemuan sama temannya yang bisa dibilang ahli dalam komputer,sehingga dengan mudah melacak black tiger yang dicari Moza.


Dengan segera Moza mengambil ponselnya diatas nakas,dan menghubungi temannya,tak lama panggilannya terhubung.


"Hallo Van,gue mau ketemuan sama lo hari ini juga."Antusias Moza dengan rasa tidak sabar.


"Waahh teman laknat lo Za,menelpon hanya saat butuh doang.Malah nggak ucap salam langsung bar-bar aja."jawab Revan dengan nada sesedih mungkin.


"Nggak usah banyak drama,sekarang juga lo mandi temuin gue,nanti gue shareloc tempatnya."Dengan cepat Moza menutup sambungan teleponnya secara sepihak,jangan ditanya lawan bicaranya,pasti kesal bukan main.Karena sekarang ditempat lain Revan mengumpat kesal dengan aksi Moza yang dibilang bar-bar.


"Dasar teman laknat lo,nyesal gue berteman sama lo Za."Umpatnya berbicara dengan hpnya sendiri padahal panggilannya sudah dimatikan sama Moza.


2 jam kemudian....


Moza sudah lama menunggu disebuah restoran,tampak dari minumannya yang sudah tandas menyisakan gelas kosong.


"Awas aja kalo lo nggak datang Revan Anggara"geramnya mengepalkan tangannya


Tap..tap


Suara langkah kaki mendekati Moza,dan pastinya sudah Moza tebak siapa yang datang.Tentunya itu adalah Revan,satu-satunya teman laki-laki yang paling dekat dengan Moza,dan juga sering Moza andalkan dalam bidang komputer.Termasuk untuk pertemuan keduannya hari ini.


"Udah lama ya Za"tanya Revan dengan tersengal akibat lari dari parkiran,hanya takut kena amukan dari teman ceweknya yang saat ini sedang memandangnya dengan tajam.


"Iya lama sekali Tuan Revan Anggara,sampai rambutku hampir memutih"hal itu membuat Revan terkekeh,sambil menahan tawa melihat ekspresi kesal dari Moza,sekalian balas dendam sudah membuat dia kesal dengan mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


"Ada apa lo suruh gue kesini?"tanya Revan dengan meneguk minuman yang baru saja dia pesan.


"Gue mau minta bantuan sama lo,untuk melacak sesuatu tapi ini bersifat rahasia.Jangan sampai lo ember keman-mana"tekan Moza.


"Emang apaan sih?tumben banget lo mau rahasiaan sama gue."tanya Revan


"Gue mau lo cari tahu semua tentang black tiger,kalo bisa secepatnya"tukas Moza


Revan sempat terkejut dengan perkataan Moza,namun dia berusaha tenang.


"Emmm,sebenarnya Za..."ucap Revan terjeda


"Sebenarnya apa,kenapa nggak dilanjutin?"

__ADS_1


Revan nampak bingung mengutarakan sesuatu yang dia simpan,dan terpaksa dia membuka suara kepada Moza.


"Kayaknya yang kita cari itu sama Za,tapi lo tau nggak black tiger itu apa?"jelas Revan


Moza menatap Revan,lalu tersenyum dengan begitu manis.


"Beneran Van?gue emang nggak tahu black tiger itu apa tapi gue akan segera tahu semuanya sekarang dari elu."sorak Moza dengan girangnya


"Za lo jangan senang dulu,gue jelasin dulu siapa itu black tiger.Tapi jangan kaget dan untuk latar belakangnya gue belum tahu identitasnya belum bisa gue tembus karena aksesnya ditutup rapat."Jelas Revan menatap Moza dengan serius,dan seketika Moza terdiam mendengar penuturan dari Revan.


"Black Tiger itu adalah kelompok mafia yang sangat terkenal dan kejam dan tidak ada satupun yang mengetahui identitas mereka,akan tetapi beberapa tahun belakangan ini mereka menghilang bagai ditelan samudra,tak ada jejak digital yang bisa dilacak dari mereka"jelas Revan panjang lebar.


"Itu makanya sampai sekarang gue belum berhasil menemukan identitas tentang mereka"tambahnya dengan mimik serius


Moza menghela napasnya dengan kasar,mendengar pengakuan Revan membuat dia lemah.


"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang?"tanya Moza.


Revan berpikir sejenak melirik kearah Moza.


"Lo dengar ini dari bokapm lo kan,pasti dia tahu sesuatu.Dan tugas lo cari berkas atau apa ke di ruang kerja bokap lo,supaya kita bisa menemukan petunjuk."saran Revan


"Bisa mati kalo gue ketahuan Van"


"Tapi gue nggak yakin rencana ini bakalan berhasil."Ucap Moza


"Hanya dengan cara itu kita bisa menemukan petunjuk,gue yakin banget bokap lo pasti ada hubungannya dengan black tiger"Revan dengan teguh meyakinkan Moza.


"Ok deh nanti gue coba"pasrah Moza


"Itu baru namanya Moza"cengir Revan.


Lalu keduanya larut dalam perbincangan sambil tertawa ria,kemudian keduanya berpisah menuju rumah masing-masing


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Moza sedang libur akhir semester,jadi dia bisa bermalas-malasan diatas kasur kesayangannya.Tak lama ketukan pintu mengganggu tidurnya.


Tok...tok..

__ADS_1


"Za bukain pintunnya dong sayang!"terdengar suara lembut dari mamanya dari luar pintu,dengan langkah gontai dia membuka pintunya.


"Kenapa ma"tanyanya dengan mata tertutup


"Aduh Za udah jam berapa nih kamu masih aja mengantuk"keluh mamanya


"Eumm,to the point deh ma,aku ngantuk banget nih"Keluh Moza


"Ini mama sama papa kamu mau ke Singapura hari ini,besok baru pulang kamu jaga diri disini ya sayang."Jawab mamanya memeluk Moza dan mencium keningnya,serasa sulit meninggalkan putri kesayangannya.


Mendengar hal itu,rasa kantuk Moza menghilang seketika.Bagai mendapat angin segar dia langsung bersorak ria tanpa menghiraukan mamanya yang tengah kebingungan.


"Sayang kamu masih sehat kan"tanya sang mama dengan kening mengkerut.


"Emm Moza sehat ma,bahkan sangat sehat"


"Kayaknya kamu senang banget deh ditinggal sama mama dan papa"


"Bukan gitu mama sayang"rayu Moza memasang ekspresi imut,mana mungkin sang mama tidak luluh dengan tingkah anaknya.


Kemudian kedua orangtuannya Moza meninggalkan rumah,dia hanya ditemani beberapa pelayan yang ada dirumah.


Tak henti-hentinya Moza melompat kegirangan,karena dia dengan leluasa memasuki ruang kerja ayahnya.


"Akhirnya gue bisa beraksi dengan leluasa"ucap Moza dengan senyum smirk.


Moza dengan santai berbaring di ruang keluarga untuk memikirkan cara agar aksinya tidak ketahuan sama pelayan dirumah,terutama Bik Asih seorang Art yang sudah bertahun-tahun mengabdi dikeluarganya.


Tiba-tiba Bik Asih lewat didepan Moza dengan sapu dan ember utuk mengepel ditangannya,langsung saja Moza mencegat jalannya.


"Ada apa non?"tanyanya kebingungan.


"Bibi mau bersihin ruang kerjanya papa?"tanya Moza iseng


"iya non,emangnya kenapa ya non"


'Biar Moza aja yang bersihin bi,biar bibi kerja yang lain aja gitu.Soalnya Moza lagi bosan bi pengen gerak-gerak gitu,mumpung lagi libur "Elak Moza dengan mimik membujuk .


"Enggak apa-apa nanti non Moza cape Tuan dan nyonya bisa marah sama bibi,biar bibi aja lagian ini sudah tugas bibi kok."Kata Bi Asih namun Moza masih belum menyerah.

__ADS_1


"Bi sekali ini aja,Moza nggak bakal aduin ke papa sama mama kok.Ini juga cara jitu supaya uang jajan Moza ditambah sama papa"bohong Moza mengelabui Bi Asih,tanpa rasa curiga Bi Asih mengijinkan Moza untuk membersihkan ruang kerja milik papanya.Kemudian Bi Asih meninggalkan Moza yang sudah siap dengan alat bersih-bersihnya.


"Semoga Bi Asih nggak curiga."batin Moza


__ADS_2