
Terkecuali untuk polisi es batu itu,pokoknya lho harus bantu gue urusin mobil gue yang ditahan,soalnya gue ogah banget ketemu sama polisi es batu itu"kata Moza menatap Amanda dengan intens membuat Amanda mengiyakan permintaan sahabatnya tersebut.
Setelah diskusi kecil dari dua sahabat tersebu,bel masuk pun berbunyi Moza dan Amanda dengan segera pergi kekelas.
Teng...teng..teng
Bel pulang berbunyi para siswa-siswi satu persatu meninggalkan lingkungan sekolah,terkecuali Moza dan Amanda yang masih stay dikelas.
"Amanda kamu mau kan temani gue ke kantor polisi?"tanya Moza kepada Amanda.
"Jadi dong Za,kan gue sahabat yang baik,cantik,dan setia terutama setia menemani kamu"puji Amanda kepada dirinya sendiri.
"Iiidihhh,jijik banget gue lihat drama lho"Kata Moza membuat Amanda jengkel.
"Daripada buang-buang waktu,mending kita berangkat sekarang!"tambah Moza menyeret Amanda keluar kelas.
"Eitttt tunggu dulu Za kunci mobil gue mana ya,perasaan gue taruh disaku tas sebelah sini deh"heran Amanda karena Kunci mobilnya hilang entah kemana.
"Lho tenang dulu ya,kita pos satpam dulu,sekalian ngecek mobil lho diparkiran"bujuk Moza menenangkan Amanda,setelah itu keduanya menuju pos satpam.
Dan kini Moza dan Amanda tiba diparkiran yang bertepatan dengan letak pos satpam.
"lho Za mobil gue kok nggak ada juga!"teriak Amanda histeris.
"Jadi mobil lho memang sengaja dicuri orang,tapi siapa yah yang tega curi mobil elu?"tanya Moza berpikir keras.
"Za gimana nih!pasti gue bakalan dimarahin kalau pulang rumah"ujar Amanda tak tenang.
"lho tenang aja,sekarang kita langsung lapor ke pos satpam sekalian kita kekantor polisi ngelaporin kehilangan mobil"Kata Moza memberikan ide dan langsung disetujui oleh Moza,setelah mereka melapor kepos satpam untuk mengecek CCTV,Moza dan Amanda langsung pergi kekantor polisi menaiki angkot.
__ADS_1
Tak berapa lama angkot yang ditumpangi oleh Moza dan Amanda tiba didepan kantor polisi.
Saat mereka memasuki gerbang kantor polisi mereka berpapasan dengan Reza.
"Ehhh Adek yang kemarin ditilang ya?"tanya Reza tersenyum
"Iya pak,ngomong-ngomong kami bisa ketemu sama pak kapten"ujar Moza to the point.
"ooh maksudnya kapten Yano,dia ada diruangannya"jawab Reza
"Makasih pak"segera Moza menarik tangan Amanda menuju ruangan aang kapten
"Heyyy,ngapain kalian ketemu kapten"teriak Reza tak dijawab oleh keduanya.
tok...tok..tok
"Siang pak kapten"sapa Moza dan Amanda bersamaan
Melihat sosok dihadapannya Yano menghentikan kegiatannya sejenak,lalu menatap Moza sekilas kemudian beralih fokus kepada laptopnya,Moza yang merasa bingung karena disambut dengan muka dingin dari Yano mengambil tempat untuk duduk dengan Amanda disebelahnya,dan kini ketiganya duduk berhadapan.
"Mimpi apa gue semalam ya,bisa ketemu pangeran seganteng kapten ini"gumam Amanda dalam hati mengangumi kegantengan Yano
"ehem,begini pak sebelumnya kami meminta maaf karena mengganggu waktu Bapak"kata Moza membuka pembicaraan.
"langsung intinya aja"ujar Yano masih fokus dengan laptopnya,membuat Amanda menelan salivanya melihat sikap asli dari Yano.
"Maaf pak,kedatangan saya kesini pak ingin menyelesaikan masalah saya kemarin,sekaligus ingin melaporkan kasus kehilangan mobil milik sahabat saya ini pak"kata Moza menunjuk Amanda yang ada disebelahnya,yang ditunjuk tersenyum kaku.
"Hemmm"itu saja reaksi dari Yano menanggapi kalimat panjang lebar dari Moza,membuat dua orang sahabat tersebut menahan kekesalannya
__ADS_1
"Omg,dia jawab heeem doang setelah gue ngomong panjang lebar"gerutu Moza dalam hati menahan kekesalannya.
"Mobil kamu sudah bisa dibawa pulang,tapi..."ucap Yano menggantung memainkan pulpen ditangannya
"Tapi apa pak"tanya Moza panik merasa hawa tidak baik menghantui
"Tapi kamu harus mengambilnya dirumah saya"kata Yano membuat Moza mengelus dadanya agar tidak terlihat terkejut didepan Yano.Justru tingkah Moza membuat Yano tersenyum kecil tapi tak terlihat.
"Gimana kamu setuju?"tanya Yano meyakinkan Moza
"Baik pak saya setuju,urusan kita sudah selesai"jawab Moza menyodorkan tangannya sebagai bentuk persetujuannya,dahi Yano berkerut untuk sesaat kemudian menjabat tangan Moza dengan erat,dan tak sengaja manik mata keduannya bertemu,sesuatu menjalar dihati dua insan yang larut dalam tatapan sehingga tidak menyadari Amanda yang tengah menatap mereka dengan saksama.
"Eeehem"deheman Amanda menyadarkan keduanya,membuat Moza dan Yano dengan gerakan cepat melepas jabatannya.Suasan pun terasa canggung,Moza berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak kencang,sedangkan Yano sudah kembali denga mode datar dan dinginnya.
Setelah Moza merasa jantungnya normal,dia kembali berbicara
"Pak bagaimana dengan kasus yang dialami teman saya pak?"tanya Moza kepada Yano.
"Kami akan melakukan penyelidikan kelokasinya,tapi sebelumnya kami akan meminta informasu dari teman kamu untuk menindaklanjuti kasus ini"jelas Yano dengan tegas
"Sekarang silahkan kamu pergi keruangan disebelah ruangan saya,ceritakan kasus kamu secara kronologis kepada rekan saya disana"perintah Yano menunjuk Amanda.
"Baik pak,terima kasih"jawab Amanda sambil berdiri dari tempatnya,reflek Moza juga ikut berdiri guna mengikuti Amanda.
"Heyy,kamu mau kemana"cegat Yano menunjuk Moza
"Pergi menemai teman saya pak,emang nggak boleh"heran Moza menatap Yano.
"Kamu ikut keluar,mobil kamu nggak bakal balik"ancam Yano sontak membuat Moza duduk kembali dan memberikan kode agar Amanda pergi seorang diri saja.
__ADS_1