Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Target Ditemukan


__ADS_3

Selepas mengantar Moza dan Manda,Bagas beristirahat sejenak dikediaman Moza,tepatnya disebuah taman mini disamping rumah Moza.Dia fokus menatap layar ponselnya,kemudian dia berpose dengan berbagai gaya.


"Masa ganteng gini dibilang bapak sih,belum ada kerutan nih muka juga"ucap Bagas memandangi foto dalam ponselnya,memperhatikan setiap inci di wajahnya,karena sampai sekarang dirinya masih tidak terima dengan hinaan dari Moza dan Manda.


"Apa perlu gue oplas menjadi gongyoo"ungkap Bagas mulai ngawur,detik berikutnya dirinya tertawa dengan pikiran konyolnya.Ternyata sedari tadi ada sepasang mata terus mengintip dan mendengar semua yang Bagas katakan.


Dilain tempat tepatnya disebuah markas besar,dua lelaki tampan duduk berhadapan dengan ekspresi serius,mereka tak lain dan tak bukan adalah Yano dan Gala.


"Sejauh ini apa yang bisa kamu dapat mengenai Black Tiger"tanya Yano mengetuk jari nya dimeja.


Gala menggelengkan kepalanya pertanda bahwa dirinya belum menemukan petunjuk mengenai Black Tiger.


Huffttt...


Yano hanya bisa menghela napasnya,artinya sangat susah untuk membuka topeng dari Black Tiger.


"Tapi gue udah dapat info mengenai seorang anak yang dimaksud ketua Yan."Kata Gala sehingga Yano memiliki celah untuk mendapat sebuah petunjuk.


"Ayo cepat lo ceritain Gal"perintah Yano antusias.


"Menurut info yang gue dengar,kalo anak itu adalah seorang gadis dan lo harus tahu Yan,dia masih SMA Yan."Jelas Gala panjang lebar dengan mimik muka yang sulit diartikan.


"Maksud loh,target kita itu seorang gadis SMA?"tanya Yano melototkan matanya.


"Betul Yan,dan kita harus mengerahkan seluruh anggota kita agar Black Tiger membuka topengnya."Saran Gala membuat Yano manggut-manggut.


"Turunkan mereka disekolah-sekolah,dan ingat penyamaran mereka harus dijaga ketat jangan sampai kita dicurigai"putus Yano dengan serius menatap lurus kedepan,sambil memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya.


...****************...


Hari ini merupakan hari kedua Moza masuk sekolah lagi,pagi-pagi buta Bagas sudah stay di kediaman Albertoo untuk mengantar Moza kesekolah.Jika Bagas sudah dari tadi menunggu Moza,lain halnya dengan Moza yang masih molor diatas kamarnya.


"Za,cepat bangun Bagas sudah datang"Emilia membangunkan Moza dikamarnya,agar dirinya tidak terlambat seperti yang dilaporkan oleh Bagas kemarin.

__ADS_1


Moza menggeliat pelan,perlahan membuka matanya dan mendapati wajah ibunya yang tersenyum menatapnya.


"Kenapa banguninnya cepat banget sih ma"keluh Moza membaringkan tubuhnya kekasur.


"Jangan bilang kamu lupa kalo hari ini masuk sekolah"sontak hal itu membuat Moza melompat dari kasurnya,langsung menuju kekamar mandi.


Bagas yang sejak pagi menunggu,hanya bisa menghela napasnya dengan kasar.Dirinya membuang waktu beberapa jam hanya menunggu Moza turun keparkiran.


"Imi bocah bikin kesal aja,baru satu hari gue jagain dia udah bikin kepala gue pecah"umpat Bagas tanpa dia sadari Moza sudah berdiri dibelakangnya.


"Woooi"Moza sengaja membuat kaget Bagas yang sedang berkomat kamit,Bagas hampir melompat karena terkejut dengan kedatangan Moza.


"Nona bisa nggak,pake cara yang halus buat sapa orang ganteng"ucap Bagas membuat Moza menatapnya dengan mengerutkan dahinya.


"Hello om sadar nggak sih,om udah umpatin Moza apa perlu disapa dengan baik"balas Moza menatap Bagas tajam,pasalnya dia memdengar umpatan dari Bagas,tentu saja hal itu membuat Bagas cengar-cengir.


"Dan satu lagi jangan ngaku ganteng kalo belum laku-laku"tambah Moza berlalu masuk kemobil,bagai ditimpa batu besar rasanya Bagas tidak punya muka berhadapan dengan bocah seperti Moza.


Dan hari ini Bagas diam tak menanggapi celotehan Moza yang membuat kupingnya memanas.Dan tak butuh waktu lama keduanya sampai ke sekolah,Moza lebih dulu turun padahal Bagas sudah bersiap untuk membukakan pintu untuknya.


"Nona baik-baik saja?"tanya Bagas membantu Moza berdiri,dan memapahnya menuju mobil.


"Moza nggak apa-apa om,tapi baju Moza yang jadi apa-apa"keluh Moza memperlihatkan bajunya yang basah.


"Ya sudah mending saya antar kamu pulang dulu"kata Bagas menghentikan langkah Moza.


"Moza nggak mau pulang om"


"Terus kamu bisa masuk dengan pakaian ini?"tanya Bagas tak percaya dengan pikiran konyol Moza.


"Moza ada ide om"Moza mengelilingi Bagas dan membuat wajah imutnya,entah apa ide yang dimaksdunya,Bagas hanya mengikuti alurnya.


"Om Bagas bisa pinjam jasnya dong"ucap Moza berhenti didepan Bagas dengan tampang imut,setelah berputar-putar mengelilinginya.

__ADS_1


"Nggak bisa"tolak Bagas tak bisa dibantah,tapi Moza tak menyerah.


"Om tolong dong,Moza janji nggak bakal panggil om atau bapak lagi deh"tawar Moza tapi Bagas masih diam.


"Om itu ganteng tahu,cuman Moza itu gengsi ngakuin kegantengannya om Bagas"bujuk Moza membuat Bagas tersenyum sendiri.


"Baru nyadar kamu bocil prik"Bagas menjawab Moza dengan angkuh karena itu artinya kegantengannya tak diragukan lagi,Moza menahan kesal didalam hatinya dikatai bocil prik.Tapi demi menjalankan misinya dia mengertakan gigi nya saja.


"Om Bagas ganteng ayo dong pinjamin jasnya,keburu terlambat nih om"bujuk Moza dengan sabar


"Bagas bukan om ya"ralat Bagas


"Ok om eeh Bagaa ganteng"puji Moza dan mendesak Bagas melepas jasnya dengan paksa.


"Akhirnya dapat juga,dari tadi kek"Moza lega dengan mengenakan jas milik Bagas,menyisakan kaos putih lengan pendek,memperlihatkan otot-otot kekar milik Bagas sehingga membuat Moza terpana,tapi pandangan beralih kepada tato kecil yang berada dilengan kanan milik Bagas.


"Woow om,ini tato apaan?"tanya Moza ingin menyetuh lengan Bagas,tapi langsung ditepis keras oleh Bagas dan menutupi dengan tangannya.Membuat Moza merasa curiga,dia ingin memaksa Bagas untuk memperlihatkan tato tersebut,tapi seorang tukang parkir menghampiri mereka.Karena sedari tadi mobil Bagas menghalangi siswa lain untuk memarkir.


"Pak bisa parkirin mobil dengan benar"ucap salah seorang tukang parkir yang mengenakan pakaian serba hitam,dan menggunakan topi hitam.


"Astaga maaf mas hampir lupa"jawab Bagas tak enak,berjalan kemobil dengan tangan menutupi lengannya.Moza yang hendak masuk kelas menatap aneh ke tukang parkir yang sedari tadi terus menatapnya.Dan satu lagi dia baru melihat tukang parkir tersebut,tapi dia memilih acuh saja dan berlalu masuk kekelasnya.


Bagas sudah memarkirkan mobil,dan kini dia masih berada dalam mobil, dan mencari sesuatu yang bisa dia pakai untuk menutupi tatonya ,dan juga untuk menutupi otot otot kekarnya.Untung saja ada sebuah jaket di jok belakang,dan pas benget dengan ukuran tubuh Bagas.


Sedang disudut lain seseorang sedang fokus pada ponselnya,dan menekan sebuah nomor di kontaknya.


"Hallo"


"Hallo,target sudah ditemukan"


"Pantau terus jangan sampai hilang jejak,dan lapor kesaya!"


"Siap"

__ADS_1


Tut..tut


Hayooo readers tebak itu yang telepon siapa?terus yang ditelepon siapa ya?


__ADS_2