
Yano sudah dalam perjalanan kerumah Moza,dia baru mengingat beberapa waktu lalu.Kalo Moza pernah membicarakan tentang Black Tiger dengan seseorang lewat telepon,tapi Yano hanya mendengarnya sekilas saja dia tidak tahu kelanjutannya,karena waktu itu Moza menutup sambungan teleponnya.
"Apa Moza tahu tentang Black Tiger"ungkap Yano disepanjang perjalanan,sehingga dia lupa kemunculan nya didepan Moza yang tiba-tiba,mengingat dirinya yang hilang begitu saja dari Moza.
Disisi lain Moza sedang bersiap-siap untuk ketemuan sama Amanda,guna menghibur dirinya yang tengah galau dan saling berbagi cerita dengan sahabatnya,yang semenjak liburan tidak dia jumpai lagi.Tinggal beberapa hari lagi liburan nya akan berakhir,itu artinya dia pasti akan sibuk dengan persiapan ujian akhirnya nanti.
Kini Moza sudah siap dengan pakaian casualnya,disertai dengan polesan make up tipis membuat kecantikannya semakin terpancar.Moza melangkah keluar dari kamarnya dengan wajah yang lebih cerah setelah beberapa hari ini dia mengurung dirinya dikamar,hal itu membuat kedua orang tua Moza merasa terheran dengan keanehan Moza belakangan ini.Semenjak kepulangan mereka dari Singapura,mereka tidak mengenal Moza lagi,Moza dulu begitu periang dan ceria kini menjadi pendiam dan suka mengurung diri dikamar,namun mereka tak ingin mengganggu Moza.
"Sayang kamu mau kemana"tanya Alberto melihat putrinya yang tiba tiba muncul dengan penampilan yang sangat cantik dan terlihat cerah.
"Moza mau keluar sama Amanda pak,sekalian mau cari udara segar diluar pak"ucap manja dengan tersenyum,Alberto tak ingin merusak mood putrinya,dia manggut-manggut saja melihat putrinya yang sudah kembali ceria seperti dulu.
Moza melangkah keluar rumah dengan senyum yang tak lepas dari wajah cantiknya.Dia ingin menjadi dirinya yang dulu dan bertekad untuk melupakan Yano,dia berpikir mungkin Yano hanya mempermainkan perasaanya.Apalagi Yano pernah mengatakan bahwa Moza bukan tipenya,ditambah umur keduanya juga terpaut jauh sekali.Sehingga Moza mulai bangkit memulai hari barunya,dan menganggap dirinya tak pernah mengenal Yano.
__ADS_1
Baru saja Moza membuka pintu mobilnya,sebuah mobil Avanza hitam memasuki gerbang rumahnya,Moza memperhatikan mobil asing yang sudah terparkir disamping mobilnya.Dia ingin tahu siapa pemilik mobil yang menerobos masuk rumahnya.
Perlahan pintu mobil dibuka sang pemiliknya,keluarlah seorang lelaki tampan dengan coolnya,Moza diam mematung ditempatnya mendapati sosok yang selama ini menghilang tiba-tiba muncul didepan matanya.
"Ya..no"ucap Moza terbata merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat,Yano yang terburu-buru menghentikan langkahnya dan berbalik keasal suara,dia tidak menyadari keberadaan Moza yang tepat berada disamping mobilnya.
"Moza"Yano berbalik badan menatap Moza dengan tatapan rindu sekaligus merasa bersalah,namun lain halnya dengan Moza tidak ada tatapan rindu atau bahagia melihat Yano,hanya tatapan datar yang Yano lihat dimata gadis yang sudah mengisi hatinya.
"Kenapa kamu datang kesini"Moza terus menatap Yano dengan datar.
"Jelasin apa lagi hah?.Semuanya sudah jelas kalo kamu hanya mempermainkan aku Yan"kini Moza meluapkan rasa kecewa yang dia tahan selama ini.
"Kamu tahu aku tunggu kabar dari kamu selama ini,tapi tidak ada sama sekali.Jujur aku sangat khawatir sama kamu.Aku mengurung diriku seperti orang gila hanya karena merindukan lelaki yang singgah sesaat disisiku."Moza tak bisa menahan air matanya lagi,jujur dia sangat merindukan Yano tapi disisi lain dia juga terluka.Yano merasakan nyeri dihati nya melihat Moza menangis,ingin rasanya dia memeluknya tapi dia sadar diri hal itu tak mungkin bisa dia lakukan.
__ADS_1
"Za aku minta maaf udah buat kamu kecewa,aku tahu aku udah membuat kamu terluka.Aku menghilang bukan berarti aku mempermainkan kamu,tapi aku tidak ingin kamu berada dalam bahaya jika kita terus bersama"jelas Yano tertunduk,Moza tertawa sinis mengusap air jejak air matanya.
"Kamu tidak perlu minta maaf,lagian jika memang itu alasan kamu menghilang aku terima,anggap saja kita tak pernah mengenal dan tidak ada hubungan yang pernah terjalin diantara kita."Tukas Moza menguatkan dirinya agar tidak menangis,karena saat mengatakan hal tersebut hatinya terasa perih berbanding terbalik dengan mulutnya.
Yano mendongakkan kepalanya,bisa dia lihat Moza terlihat santai setelah beberapa saat lalu dia menangis.Memang hal itu yang diinginkan Yano agar mereka berdua tidak lagi berhubungan satu sama lain.Namun Yank juga merasa tak rela untuk melepas Moza,tapi dia juga tidak punya pilihan.
"Baiklah kalo itu yang kamu mau"pasrah Yano
Deg
Bagai dihunus pedang dada Moza terasa sesak,mendengar Yano menyerah begitu saja dengan hubungan mereka.Tadinya Yano memohon untuk memberinya kesempatan,namun semua itu diluar dugaan Moza.Moza berusaha tegar agar tidak meneteskan air matanya lagi,sudah cukup selama ini dia menangisi Yano.
" Aku harap ini menjadi pertemuan terakhirnya kita,aku mau pergi dulu."ucap Moza tak ingin berlama-lama berdiri dihadapan Yano,belum sempat Moza membuka pintu mobilnya.Tangannya ditahan oleh Yano,otomatis Moza memberontak.
__ADS_1
"Aku mau bicara sebentar sama kamu,ini penting aku mohon sama kamu Za.Aku janji tidak akan muncul dihadapan kamu lagi"bujuk Yano yang teringat akan tujuan utamanya mengunjungi rumah Moza.
Melihat tatapan memohon dari Yano,mau tidak mau Moza mengiyakan keinginannya,keduanya pergi ke kafe terdekat dengan mobil masing-masing.