Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Masa Lalu


__ADS_3

Beberapa jam kemudian Moza tersadar,dia mendapati dirinya sudah berada dikamarnya.


"Auww sakit banget kepalaku"rintihnya pelan memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Ceklek..


Pintu terbuka dan muncullah Yano dengan senapan makanan,membuat Moza heran dengan sikap suaminya yang tiba-tiba perhatian.


"Nih makan untuk kamu!"ucap Yano datar meletakkan makananya dimeja.


"Terima kasih mas udah mau bawain aku makanan"ucap Moza dengan tulus,walaupun suaranya terdengar lemah.


"Kamu nggak usah ge'er,aku lakuin itu supaya kamu punya tenaga untuk aku siksa."Kata Yano dengan ketus,Moza hanya tersenyum kecut.Jaih dilubuk hatinya dia berharap Yano mulai iba dengan dirinya,tapi nyatanya tak sesuai harapan.


...****************...


Sudah 3 bulan berlalu hubungan Moza dan Yano semakin hari semakin buruk,Moza selalu disulitkan dengan semua keinginan Yano.Seakan kepolosan gadis yang baru tamat SMA itu,sirna seketika ketika dihadapkan dengan situasi keras dari Yano.


Tapi Moza berusaha sabar,walaupun dirinya sudah tak tahan dengan semua perbuatan Yano,yang tak tahu sebabnya,menginginkan pernikahan hanya untuk membuat dirinya menderita.


Disisi lain Bagas masih mengerahkan segala kekuataan anak buahnya untuk mencari Moza.Karena beberapa bulan ini kondisi Ardiansyah drop lagi,karena mendengar berita kehilangan Moza.


"Bagaimana Tuan,apakah kita akan berangkat sekarang"tanya Bagas kepada pria tua yang sudah siap dengan stelan jasnya,dia adalah Ardiansyah,pria itu ingin mengunjungi kediaman Albertoo untuk melihat rumah putri kecilnya dibesarkan.Walaupun dengan kondisi sakit dia tetap bersikeras untuk pergi,walaupun sudah diwanti-wanti oleh Bagas,mengingat kondisinya yang masih drop.


"Bagas ayo kita berangkat"ucapnya berjalan dengan perlahan,dibantu oleh Bagas.


"Apa tuan besar yakin dengan kondisi anda sekarang?"tanya Bagas memastikan.


"Saya yakin,kamu nggak usah khawatir."Jawabnya membuat Bagas mengiyakan saja.


Ardiansyah serta Bagas dan anak buah lainnya berjalan beriringan keluar kegerbang,kemudian 2 mobil hitam mewah keluar dari sebuah rumah mewah,mengalihkan perhatian seorang lelaki tampan yang berada dibalkon kamarnya.


"Ayah mau kemana ya?tanyanya pada diri sendiri,mengingat kondisi kesehatan ayahnya yang belakangan ini kurang membaik.


Pria itu adalah Revan yang sedari tadi berkutat dengan Handphone dibalkon,dan fokusnya teralihkan dengan ayahnya yang tiba-tiba pergi keluar.


"Apa gue ikutin ya"ucapnya berpikir.


"Tapi nggak sekarang,karena ada hal yang lebih penting dari itu"tambahnya mengambil handphonenya menghubungi seseorang.


Lama dia menunggu hingga panggilannya tersambung .


"Hallo Manda apakah Moza sudah ditemukan"tanya Revan harap cemas.


"Belum ada jejak apapun tentang keberadaannya Van"jawab Manda lemah dari seberang sana.


"Huftt,kamu tenang aja Man,gue akan berusaha untuk mencarinya"tekad Revan mengepalkan tangannya erat .


"Van gue nggak yakin kita bisa menemukannya,penculiknya bukan orang biasa"ungkap Manda sehingga Revan terdiam sejenak,dia kembali berpikir.


"Bukan orang sembarangan"ucap Revan sekali lagi,dia lamgsung mematikan ponselnya,tanpa prrsetujuan Manda, dan bergegas mengambil kunci mobilnya.


Dengan terburu-buru Revan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,sambil memikirkan sesuatu.


"Gue harus pergi kerumahnya Moza,siapa tahu gue dapat petunjuk mengenai Moza."ucapnya

__ADS_1


Beberapa menit kemudian dia sudah memasuki kediaman Albertoo,dan beberapa penjaga mengahalanginya untuk masuk,tapi Revan bersikeras untuk masuk,hingga menyebabkan keributan.


Sedangkan Ardiasyah yang sedang berada didalam kamar Moza,untuk melepas segala kerinduan dengan putrinya yang tak pernah bertemu dengannya,merasakan kesedihan yang teramat dalam.Bagas hanya menatap pria tua yang ingin sendiri itu,dan keluar kamar meninggalkannya sendirian.


Bagas yang ingin keruangan nya Albertoo,teralihkan dengan suara keributan diluar,akhirnya dia memutuskan untuk memeriksa apa yang terjadi.


Alangkah terkejutnya Bagas,melihat Revan yang dikukung oleh anak buahnya.


"Lepasin gue"teriak Revan emosi,hingga netra matanya melihat kedatangan Bagas,sang pengawal pribadi ayahnya.


"Om Bagas ngapain disini?"tanyanya mengerutkan dahinya.


"Lepaskan dia!"perintah Bagas kepada anak buahnya,serentak mereka melepaskan Revan.


"Ngapain kamu kesini Van"Bagas malah balik bertanya.


"Harusnya aku yang nanya ngapain om disini"ucap Revan menyelidik,tapi Bagas diam dan terlihat datar saja.


"Kenapa ribut-ribut hah?"sebuah suara mengalihkan pandangan semua orang,termasuk Revan yang sangat terkejut dengan kehadiran orang tersebut.


"Ayah" ucapnya merasa bingung dengan keberadaan ayahnya yang ada dirumah Moza.


"Revan"ucap Ardiansyah merasa terkejut dengan kedatangan putranya yang tiba-tiba.


"Ayah ngapain disini?"tanya Revan mendekat kearah ayahnya.


"Kamu sendiri ngapain disini"bukannya menjawab,Ardiansyah malah menyerang Revan dengan pertanyaan,membuat Revan y₩akin ada yang disembunyiin dari ayahnya.


"Aku kesini karena ini rumah sahabatku"jawab Revan jujur.


"Sahabat yang mana?"tanya Ardiansyah pura-pura nggak tahu.


"Apa maksud kamu hah?"tanya Ardiansyah mulai panik.


"Nggak usah ngeles yah,aku tahu yang ada dalam foto itu adalah ayah dan juga anaknya om Albertoo yaitu Moza Clarissa Putri"tuding Revan membuat Ardiansyah menghela nafasnya dengan kasar.Ternyata sudah sejauh itu Revan mengetahuinya,mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk membuka semuanya.


"Mending kita bicara didalam saja"ucap Ardiansyah masuk kedalam rumah Moza,sedang Revan menatap Bagas untuk mencari jawaban,gapi Bagas malah berlalu mengikuti ayahnya.Akhirnya dia pun turut masuk mengikuti mereka.


Dan disinilah,diruang tamu milik keluarga Albertoo,kedua ayah dan anak itu saling berhadapn dan nampak serius.


"Apa yang ayah sembunyikan?"tanya Revan to the point,menatap Ardiansyah yang nampak mengatur nafasnya untuk bicara.


"Ayah harap kamu tidak membenci ayah setelah kamu tahu semuanya"kata Ardiansyah dwngan sendu,membuat Revan mengerutkan alisnya,bingung dengan perkataan ayahnya,memang hal apa yang akan membuat dirinya membenci ayahnya.


"Maksud ayah?"


"Ayah sudah menutup kisah ini sekian lama,dan inilah saatnya kamu tahu"ucap Ardiansyah menghirup oksigen lagi dan melanjutkan perkataannya.


"Sebenarnya kamu punya adik tiri Van"tambahnya mengusap sudut matanya.


"Apa?,adik tiri?"tanya Revan memastikan dan dianggukan oleh ayahnya.


"Jangan-jangan adik tiri yang ayah maksud adalah Moza?"tebak Revan menatap ayahnya dengan tajam,Ardiansyah kembali menganggukan kepalanya.Revan menggebrak meja dengan emosi.


"Mengapa ayah baru cerita hah?"tanya Revan menggebu,ingin dia meluapkan amarahnya tapi mengingat ayahnya masih sakit.

__ADS_1


"Tenang tuan muda"Bagas menahan Revan agar tetap tenang.


"Maafin ayah Van"ungkap Ardiansyah lirih.


Flassback On


20 Tahun yang lalu..


Oekk..oeek


Tangisan bayi mungil yang baru saja dilahirkan menggema disebuah ruangan.


"Lihatlah sayang anak kita cantik sekali,persis sekali seperti kamu"ucap Ardiansyah menggendong putrinya ketempat tidur sang istri.


"Iya mas,kamu sudah siapin nama untuk putri kita"tanya sang wanita itu dengan suara lemah.


"Iya sayang,nama putri kita adalah Aisyah Adinda Gunawan"ucapnya tersenyum bahagia dengan kelahiran putrinya.


"Nama yang cantik ya mas"tanggap wanita itu yang bernama Susan.


Beberapa bulan kemudian,Aisyah tumbuh dengan sehat dan Ardiansyah serta Susan berbahagia dengan hadirnya putri mereka.Akhirnya untuk merayakan itu mereka memutuskan untuk makan disalah satu restaurant mewah.


Akan tetapi petaka datang tanpa diketahui,Susan atau Istrinya ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju dengan kencang ketika ingin menyebrang membeli popok untuk Aisyah,karena lupa dibawa dari rumah.


Akhirnya dia dilarikan dirumah sakit terdekat.Ardiansyah sangat panik dengan menggendong putrinya dia merasakan detak jantungnya yang menggebu.


Dan setelah Dokter datang,dan selesai memeriksa,Ardiansyah mendekat dengan raut panik.


"Bagaimana kondisi istri saya dok?"tanyanya cemas.


"Maafkan kami pak,kami tidak bisa menyelamatkan istri bapak"ucap dokter itu dengan sendu,dan berlalu dari situ.Sedangkan Ardiansyah berlari mendekat keranjang istrinya sambil menggendong Aisyah dan menangis sejadinya didekat.


"Sayang bangun,kamu nggak boleh ninggalin aku sama mas,hiks..hiks"teriaknya dan menangis tersedu-sedu.


"Mas Ardiansyah"panggil seorang wanita,membuat Ardiansyah tersadar dari kesedihannya.


"Wulan?"Ardiansyah menghapus jejak air matanya,dan mendekat keseorang wanita yang datang dengan seorang anak laki-laki,yang dapat diperkiran masih berumur dua tahun.


"Aku datang kesini,karena aku dengar mba susan kena tabrak lari,bagaimana kondisinya?"kata wanita bernama Wulan itu dengan mimik wajah khawatir,apalagi dia melihat wajah Ardiansyah yang habis menangis.Wulan adalah sahabat dari Susan,sekaligus seorang janda anak satu karena bercerai dengan suaminya.


"Iya dia sudah melatapi"Ardiansyah tak sanggup menceritakan hal yang terjadi,dia hanya menunduk saja.Dan Wulan sudah menebak hal itu.


"Yang sabar ya mas,ingat ada seseorang yang harus kamu jaga"ucap Wulan menyemangati Ardiansyah,dan mengambil alih Aisyah yang berada dalam gendongan Ardiansyah,dan setelah itu beberapa perawat memulai membawa mayat istrinya keruang pemandian.


Dan setelah istrinya dikuburkan,Ardiansyah nampak murung dengan kehilangan ibu dari anaknya.Tapi untung nya Wulan selalu membantunya menjaga Aisyah alias Moza.


Hari demi hari,bulan demi bulan Ardiansyah dan juga Wulan semakin dekat,begitu juga hubungan Ardiansyah dengan anaknya Wulan yaitu Revan.


Setelah beberapa bulan,Wulan memutuskan untuk tinggal seatap dengan Ardiansyah agar bisa mengurus Aisyah setip saat.Karena Ardiansyah juga mengurus kantor dan juga hal lainnya.


Pada akhirnya Ardiansyah memutuskan memperistri Wulan,dan mengangkat Revan sebagai anaknya.


Akan tetapi pernikahan keduanya tak berlangsung lama,karena ada seseorang yang sengaja mensabotase rem mobil Wulan ketika mengantar Revan ke TK nya.Sehingga istrinya meninggal dunia,dan Revan mengalami benturan keras dikepalanya,dan mengalami koma satu minggu.


Karena tak ingin kehilangan putrinya juga,Ardiansyah memerintahkan aalah satu anak buah kepercayaannya untuk mengasuh putrinya,yaitu Albertoo dan istrinya Emilia.

__ADS_1


Karena dia tak ingin Aisyah dijadikan sasaran dari musuhnya.


Dan Revan kecil yang mengalami koma selama satu minggu,akhirnya tersadar juga akan tetapi dia tidak mengingat apapun.Terutama dengan adik kecilnya itu.


__ADS_2