Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Anak Kedua


__ADS_3

Moza yang baru mengetahui kalo suaminya adalah pemilik perusahaan sampai mendadak pingsan,lalu semua orang dalam ruangan itu menjadi sangat panik ditambah Yano juga sudah sampai disana dan mendapati Moza terbading diatas sofa.


"Istri saya kenapa hah?"teriak Yano menggema membuat semua orang disana takut dengan aura dingin Yano.


"Emmm itu pak.. Tadi istri anda ter..kejut mengetahui kalo anda pemilik per..usahaan ini"ucap kepala keuangan itu dengan terbata-bata.


Tanpa banyak kata,Yano langsung menggendong Moza,dan melewati semua karyawannya yang berkumpul disitu karena mendengar keributan disini,insiden ini menjadi isu yang hangat untuk dibicarakan dalam kantor.


Yano sangat khawatir dengan kondisi Moza,memang ini juga kesalahannya karena tak menemani Moza untuk datang kekantornya.


Setelah sampai diruangannya,Yano masuk keruang pribadinya yang sudah tersedia ranjang besar disana,dibaringkannya Moza drngan prlan pelan,tak lama kemudia datanglah dokter yang dihubungi olel Yano untuk memeriksa istrinya.


"Bagaimana kondisi istri saya dok?"


"Istri anda hanya mengalami syok saja,dan saya sarankan anda memeriksa didokter kandungan karena kemungkinan besar istri anda sedang hamil"


"Hah hamil dok?,apa.. istri saya beneran hamil dok?"wajah Yano langsung berbinar bahagia mendengar penuturan dokter tadi.


"Iya tapi untuk memastikannya anda harus periksa didokter kandungan dulu"saran dokter tersebut lalu pamit dari situ,Yano pun langsung melihat kondisi Moza yang masih belum sadarkan diri.


"Sayang terima kasih kamu sudah memberikan kebahagian berlipat ganda untuk aku"Yano mencium pucuk kepala Moza berkali kali,sehingga sang empunya terganggu dan menggeliat pelan.


"Eummm mas Yano?"


"Sayang kamu sudah sadar?,jangan banyak gerak dulu"cegat Yano karena Moza ingin bangun.


"Mas aku baik baik saja kok,oohiya aku lupa ada sesuatu yang ingin aku tanyakan"


"Iya tapi kamu sambil berbaring,kalo kamu mau tanya aku pemilik perusahaan ini jawabannya memang betul ini perusahaan kita"jelas Yano membuat Moza senyum senyum sendiri,membuat Yano ikut terheran dia pikir Moza mungkin pingsan lagi namun Moza malah senyum senyum sendiri.


"Kenapa kamu senyum senyum hah?


"Aku nggak nyangka aja,ternyata aku istri dari CEO kaya seperti diwebtoon gitu"Moza melingkarkan tangan mungilnya dipinggang Yano.


"Huh kupikir kamu akan pingsan lagi"ejek Yano tapi dibalas cengesan dari Moza.


"Ooooiya sayang kamu masak apa hari ini?"tanya Yano melihat rantang yang diantar oleh sekertarisnya tadi.

__ADS_1


"Aku masak makanan kesukaan kamu"


"Ya udah kamu tunggu disini dulu,biar aku nyiapin makan siangnya"


"Nggak usah mas biar aku saja"


"No kamu tunggu disini saja,mulai sekarang biar aku yang layanin kamu"


Yqno pun mengambil rantangnya dan dengan telaten menyiapkan makananya,Moza hanya tersenyum dengan perlakuan manis suaminya .


"Sini biar kita makan sepiring berdua saja"


"Ihhh mas sosweet banget"Moza pun bersandar ditempat tidur,lalu Yano menyuapinya dengan telaten.


Keduanya tampak menikmati makan siang romantis mereka,dengan diselangi canda tawa.


"Ngomong ngomong mas marahin karyawan yang membawa aku kebagian keuangan?"tanya Moza mengingat kejadian tadi.


"Udah aku beri sanksi,berani beraninya mereka membuat kamu tersesat disana,apalagi menghina kamu takan aku beri ampun"tegas Yano dengan nada serius.


"Mas kamu nggak usah pecat mereka,lagian ini salah kamu juga nggak beritahu aku kalo kamu CEO nya"


"Hah bayi kita?emang aku hamil mas?"


Yano keceplosan padahal niatnya dia mau memastikan dulu apakah Moza hamil atau tidak dengan memeriksa didokter kandungan.


"Emm itu sayang mending kamu minum air dulu"Yano mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Mas aku tanya sekali lagi apa aku hamil?"Moza sampai mengulangi pertanyaannya karena tak mendapat jawaban dari Yano.


"Tadi dokter bilang kamu mungkin hamil,tqpi untuk memastikannya kita kedokter kandungan dulu."Yano mengelus perut Moza dengan lembut berharap semoga dugaan dokter tadi benar.


"Apa kamu bahagian kalo kita punya anak lagi"Moza menangkup wajah suaminya,ada pancaran kebahagiaan menyelimuti hati Moza,diapun turut berharap kalo mereka diberi karunia untuk menjaga benih kecil dalam perut Moza.


"Aku sangat bahagia sekali sayang,berlipat lipat aku mau rumah kita dipenuhi oleh anak anak kita nanti"Yano mengecup bibir Moza sekilas,setetes air mata meluruh dipipi Moza.


"Kamu kenapa sayang kok menangis?"

__ADS_1


"Aku bahagia mas,aku bahagia"Moza memeluk Yano,menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya.


Setelah puas menumpahkan kebahagiaan mereka,Moza dan Yano memutuskan untuk segera pergi kedokter kandungan.Pekerjaan Yano dihandle sama asisten pribadinya,mereka turun bersamaan dilift dengan bergandengan tangan.Semua mata tertuju pada pasangan itu,ada yang menatap iri ada juga yang senang.


"Mas apa semua orang selalu menghormati kamu setiap saat?"tanya Moza melihat semua karyawan yang terus membungkuk memberi hormat kepada mereka yang sedang lewat.


"Iya begitulah,kamu mau digituin biar aku jadikan kamu CEO disini"Yano menoel hidung Moza dengan gemas.


"Ya enggak lah malahan aku jadi nggak nyaman dihormati begitu terus"canda Moza sambil terkekeh.


Akhirnya mereka sampai diparkiran dan segera meluncur kedokter.


Sampai disana Moza berbaring dan dioleskan gel diperutnya,sementara Yano selalu berada disamping Moza.


Sebuah gambar muncul dilayar monitor,seorang dokter wanita menunjuk gambar itu.


"Selamat ya bu dan pak karena janinnya sudah berumur 3 minggu,dan bayinya juga sehat banget"ucap dokter itu tersenyum.


"Mas lihat itu anak kita mas,ah lucunya tapi dia masih sangat kecil"


"Iya sayang lucu banget,kalo perempuan dia harus mirip kamu kalo laki laki harus ikut daddynya"imbuh Yano dengan terkekeh.


Mereka berdua tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dengan kehadiran anak kedua mereka.


"Mas aku mau setelah pulang dari sini,kita singgah kerumah papa.Aku rindu sama mereka"pinta Moza karena jujur dia sangat merindukan ayahnya,sekaligus mrmbawa berita bahagia ini.Dia juga meminta Yano untuk menghubungi Papa Albertoo dan mama Emilia untuk sama sama mengunjungi rumah Ardiansyah.


"Siap bidadariku,apalagi yang kamu mau mau makan?atau mau tidur?atau mau dipeluk sama aku?"Yano menirukan suara anak kecil halnitu membuat Moza dan juga dokternya terkekeh dengan tingkah gemas Yano.


"Waahhh Ibu Moza beruntung banget ya,suaminya sangat menyayangi anda"ucap salah seorang perawat disana yang merasa Yano sangat menyayangi istrinya,padahal dia dikebal sebagai CEO yang dingin namun didepan istrinya dia seperti anjing kecil yang tak berdaya.


"Akhh aku nggak mau dipeluk sama daddy,aku mau peluk uncle Revan"Moza membalas dengan suara lebih imut,namun wajah Yano menjadi cemberut karena Moza malah menyebut nama Revan.


Melihat Yano yang ngambek,Moza langsung meminta dipeluk Yano.Keduanya tak mempedulikan kehadiran dokter dan perawat disana.


"Dok mereka merasa dunia ini milik berdua,kita cuman ngontrak"kata perawat itu setengah berbisik.


"Makanya kamu harus cari pasangan,supaya bisa mesra kaya mereka"

__ADS_1


"Dokter aja masih jomblo"sindir perawat itu.


"Kurang asem kamu Yuli"kesal dokter cantik itu karena disindir langsung oleh perawat yang sekaligus temannya itu.Mereka memilih meninggalkan kedua orang yang masih nyaman berpelukan.


__ADS_2