
Paginya....
Dua insan yang habis memadu kasih tadi malam,kini masih nyaman berpelukan dibawah selimut meskipun cahaya mentari sudah menembus jendela.
Setelah beberapa menit kemudian itu,dering ponsel Revan membangunkan pasangan itu.Revan meraih ponselnya diatas nakas dan turun dari ranjang meraih jubah mandi lalu melangkah kearah jendela.
“Hallo”
“Hallo tuan,saya sudah dapat info yang anda minta”
“Bagaimana hasilnya?”
“Orang yang mengirim paket kemarin dia bukan seorang kurir,dia hanya menyamar dengan memakai nama palsu,dia menetap diluar negeri namun kamu tidak bisa melacak identitas aslinya nampknya mereka bukan orang yang biasa tuan”
“Apa kalian tahu dimana dia tinggal disini”
“Itu yang masih kami selidiki tuan,kayaknya dia tidak sendiri karena setiap tempat yang kam yakini ditempati olehnya tetap kami tidak menndapatinya”
“Ok kamu lanjutkan penyelidikannya mengenai identitasnya biar aku yang urus”
“Baik tuan”
Revan berbalik dan mendapati Jesika sudah bangun namun masih meringkuk diata tempat tidur.
“Siapa yang menelpon?”tanyanya
“Hanya teman bisnisku,ada urusan mendadak yang harus kuurus dikantor,aku mau mandi duluan”Revan menuju kekamar mandi dan membuang jubah mandinya kesembarang arah.
Jesika juga ikut turun dari ranjang dan meraih jubah mandinya,dia tersenyum jail karena terlintas ide dikepalanya,dia ikut masuk kekamar mandi.
Entah apa yang dilakukan pasangan itu dikamar mandi,karena sejak tadi seorang pelayan mengetuk pintu kamar mereka untuk mengantar sarapan.
Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dengan balutan jubah mandi,Jesikan tersenyum sendiri dengan ide gilanya tadi,sementara Revan membuka pintu untuk mempersilahkan pelayan tadi untuk menyajikan sarapan untuk mereka.
Kemudian mereka berdua selesai sarapan,dan kini sudah berpakaian rapi bersiap untuk pulang.
“Jes nanti kita sama sama kekantorku dulu,nanti Mike yang antar kamu keapartemen”
“Padahal aku masih betah banget tinggal disini,tapi kamu juga masih kerja”
“Kamu tenang saja nanti kita sering sering kesini”Revan mengelus pucuk kepala Jesika,mereka berdua pun keluar dari kafe tersebut,dan diantar oleh semua karyawan kafe tersebut.Jesika jadi bingung melihat semua pegawainya membungkuk hormat kepada dia dan Revan.
“Terima kasih atas kunjunganny bos,semoga hari anda menyenangkan”ucap seorang karyawan laki-laki,membuat Jesika semakin bingung dengan panggilan bos kepada Revan,namun tiba-tiba Jesika mau ketoilet dia berbisik ke Revan yang masih bercengkrama dengan pegawai itu.Revan menggagguk pelan,lalu dia pun kembali kedalam dan terburu-buru ketoilet.
__ADS_1
Setelah selesai tuntas ditoilet,Jesika keluar dan berpapasan dengan seorang pria yang memakai busana serba hitam dan juga topi hitam wajahnya tertutup oleh masker.Mereka berjalan berlawnaan arah,jesika menatap pria itu dengan aneh,setahunya hanya mereka yang datang kekafe ini kemarin karena sudah dibooking oleh Revan.
Namun dia tak peduli,dia langsung bergegas keluar takut Revan menunggunya.
Dreettt....drett....
“Bagaimana perkembangannya?”
“Ternyata dugaan anda benar,kalo pria itu bukan Yano Dewantara,dia adalah CEO Sky Group Revan Anggara”
“Apa kamu sudah selidiki apakah mereka sudah menikah atau tidak”
“Saya sudah mencari tahu bos,kalo Jesika adalah mantan pacar dari Revan namun mereka sudah lama putus tapi rupanya mereka balikan lagi bos karena tadi malam mereka berdua nginap bersama dikafe milik Revan.”
“Kamu harus selidiki terus hubungan mereka berdua,dan satu lagi selidiki apa hubungan Yano dengan Revan”
“Baik bos”
“Ikuti mereka kemanapun jangan sampai kita kehilangan jejak”
Mobil Revan membelah jalanan ditengah hutan yang rindang,Jesika tertidur karena perjalanan yang cuku jauh.Revan dengan fokus mengemudi karena dia juga sudah terlambat kekantor.
Setelah menempuh perjalanan jauh,akhirnya sampailah mereka digedung besar Sky Group itu,Revan membangunkan Jesika dengan pelan,wanita itu menggeliat pelan.
“Iya kamu pulang istirahat diapartemen biar Mike yang antar kamu”Jesika menggangguk pelan karena masih mengantuk,sementara Revan segera masuk kedalam kantor.
Tak butuh waktu lama dia sudah sampai didepan ruang kerjanya.
“Selamat pagi pak,didalam ada tamu”sapa sekrtaris Revan yang bernama Mina,lalu Revan membuka pintunya dengan wajah terkejut dia menutp kembali pintunya.
“Waahh ini sudah jam berapa?masa CEO nya terlambat”ejek Yano yang sengaja mengunjungi Revan pagi ini
“Ada apa pagi pagi kemari?tanya Revan duduk disebelah Yano
“Aku hanya mau tanya kabarmu,sekaligus tanya keadaan istrimu”senyum Yano dengan tatapan sinis keRevan.
“Langsung saja keintinya,kebetulan hari ini kakak ipar disini aku mau membahas sesuatu”
“Rupanya kamu sudah tahu,aku pikir kamu hanya sibuk untuk membohongi Jesika”
“Yan..”
“Sudahlah walau aku muak dengan perbuatanmu yang sudah kelewat batas,mau bagaimana lagi kamua dalah adik iparku dan Jesika masih sahabatku”tutur Yano dengan wajah kecewa
__ADS_1
“Maafkan aku Yan,aku kira bisa mengendalikan diriku namun nyataanya sangat sulit tak menyentuhnya”
“Sialan kau,jangan bahas tentang itu”jengah Yano memukul bahu Revan,memang selama ini Yano mengirim orang secara diam-diam mengintai Revan dan Jesika.
“Apa selama ini kakak ipar mematai matai kami?”
“Tepat sekali,kalo aku tidak mematai kalian mungkin kalian akan mendapat masalah besar makanya hari ini aku sengaja membahas tentang kurir palsu itu”
Revan terkejut mendengar penuturan Yano,kenapa secepat itu dia bisa mnegetahui hal itu.
“Dari mana kamu tahu tentang kurir itu”
“Kamu nggak usah banyak tanya,sekarang kamu harus amankan Jesika sebelum mereka mengambil tindakan yang lebih jauh”
“Kakak ipar aku mohon tolong bantu aku kali ini,jangan biarkan para ban**at itu meyakiti Jesika”
Wajah Revan terlihat gusar,dia takut terjadi hal yang menakutkan menimpa Jesika.
“Aku akan kerahkan semua anak buahku,karena bukan hanya Jesika yang terancam namun anakmu juga yang menjadi incaran mereka”Revan menjadi tambah gelisah lagi karena anaknya juga dibawa bawa,dia juga bari teringat dengan anaknya selama ini dia sibuk dikantor hingga lupa untuk mengawasi anaknya yang berada jauh darinya.Walaupun semenjak kedatangan paket tempo hari,yang berisi foto anaknya Revan sudah perketat lagi anak buahnya untuk memnataunya disasa,namun kekuataan anak buahnya masih bisa ditembus oleh mereka.
Jika saat ini dia menjemput Rein,situasi pasti akan sulit dia takut orang itu akan bisa membaca pergerakannya dan bisa saja mereka akan menyakitii anaknya.
“Sial”dia mengacak acak rambutnya frustasi
“Lebih baik kamu membawa Jesika kerumah papa,kalo dirumahku mereka dengan mudah menebak pergerakan kita karena sekarang mereka tengah menyelidiki hubungan kita berdua,aku khawatir nanti Moza dan anakku akan menjadi sasaran mereka juga”
“Ok nanti malam aku akan ajak Jesika kerumah papa,aku minta tolong kekakak ipar untuk menjaga anakku disana”pintanya dengan sangat
“Tempo hari aku sudah mengirim mereka,kamu tenang saja mereka nggak bakal nyakitin keponakanku itu,sekarang kamu fokus menjaga kesehatan Jesika,bagaimanapun dia masih amnesia kalo sewaktu waktu ingatannya pulih mungkin masalahnya akan jadi rumit”
Yano menepuk bahu Revan,kelihatan pria itu sangat frustasi dengan situasinya yang tambah runyam.Karena anak dan wanita yang dia cintai dalam bahaya.
"Kamu fokus sama pekerjaanmu,selebihnya biar aku yang urus"
“Baik kakak ipar,terima kasih sudah membantuku"ucap Revan dengan kepala tertunduk.
"Akkh ini sudah menjadi kewajibanku sebagai keluarga,ya sudah aku mau balik kekantor dulu"
Yano pamit pergi kekantornya,Revan pun mengekor dari belakang untuk mengantar kakak iparnya itu.Namun saat dipintu langkah Yano terhenti dan berbalik mentatap Revan dan mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya.
“Ooh iya aku lupa satu hal,pantaulah denagn teliti jangan sampai perusahaanmu terlibat kerjasama dengan perusahaan ini”Yano menyerahkan kertas tadi ketangan Revan dan menghilang dibalik pintu.
“OSCAR X”
__ADS_1
"Apa dia yang mengincar Jesika?"pikurnya dengan tangan terkepal.