
Kedua pasutri itu akhirnya meninggalkan rumah sakit setelah memeriksa kehamilan Moza.
"Mas kita langsung kerumah papa aja ya"
"Iya sayang biar sekalian kita jemput baby Rein dulu,pasti papa sangat senang melihat cucunya."
Akhirnya Yano dan Moza sampai dikediaman Ardiansyah,mereka disambut hangat oleh Ardiansyah yang langsung segar saat cucu dan anaknya datang,padahal akhir akhir ini kondisinya semakin drop.
"Wahh cucu oppa sudah besar ya,nanti kalo besar bisa pimpin perusahaan oppa"Ardiansyah menoel pipi Rein yang sedang digendong oleh babbysotternya.
"Papa aki rindu banget sama papa"Moza memeluk Ardiansyah dengan erat,dia merasa kondisi ayahnya memang lagi tidak sehat,dilihat dari raut wajahnya yang sangat pucat.
"Papa juga rindu sama kalian,sudah lama kita tidak bertemu"
"Apa papa lagi sakit?"
"Enggak kok papa baik baik saja,ohhiya kita duduk dulu sambil minun teh"
Moza menggandeng tangan ayahnya,berjalan menuju keruang tamu.Sementara Yano dan juga baby Rein mengekor dari belakang.
"Papa sendiri dirumah,dimana Revan?tanya Koza yang melihat rumah itu tampak sepi walaupun ada beberapa pengawal disana,namun suasananya terasa hampa dan sepi.
"Uhukk belakangan ini Revan jarang pulang,dia bilang kalo dia sibuk mengurus pekerjaannya dikantor."
"Papa minum dulu,nanti batuknya semakin parah.Biar Moza menginap dulu kalo papa merasa nggak enak badan"
"Iya pa nanti Yano juga ikut menginap apalagi besok akhir pekan,tidak ada kerjaan dikantor"tambah Yano menyetujui ide Moza.
"Tapi.."
"Papa memangnya nggak rindu sama Moza,padahal aku kesini mau bawa berita bahagia"rengek Moza pura pura merajuk.
"Bukannya nggak rindu,tapi papa tidak mau merepotkan"
"Sttttt papa nggak usah merasa direpotin,lagian papa yang akan direpotin karena cucu papa sudah ada dua orang"dia mengelus perutnya yang masih rata.
"Cucu?,dua orang?maksudnya kamu hamil lagi?Moza mengangguk dengan tersenyum,Ardianysah langsung memeluk Moza dia sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Moza.
Wahh.. Wahhh...
Ternyata semua sudah disini.
__ADS_1
Suara Emilia yang baru saja datang,Moza melepas pelukan dengan ayahnya lalu dia berlari memeluk Emilia dan juga Albertoo.
"Sayang jangan lari lari"Yano khawatir karena Moza langsung maen lari lari saja,mungkin karena dia juga rindu sama Emilia dan Albertoo.
"Ma aku rindu banget sama kalian"
"Iya sayang mama juga,nih papa kamu selalu ajak mama jalan jalan keluar negeri jadi lupa ngunjungin kalian"
Sementara Albertoo yang selesai memeluk Moza,dia beralih memeluk Yano dan juga Ardiansyah lalu beralih menggendong babay Rein.
"Cucu kakek udah besar banget,kalo besar bisa jadi penerus kakek diperusahaan"
"Nggak bisa Albertoo,Rein itu pewarisku aku sudah tua jadi dia yang akan jadi penerusku"
"Tapi tuan ini satu satunya cucuku,jadi dia yang harus menjadi pewarisku."
Baik Albertoo maupun Ardiansyah tak mau mengalah,mereka berdebat hanya merebut Rein untuk dijadikan sebagai pewaris,Moza dan juga Yano hanya terkekeh dengan perdebatan mereka.
"Tenang saja nanti Rein bisa jadi penerusnya papa Ardiansyah,terus adiknya Rein yang jadi penerus papa Albertoo"celah Yano membuat Albertoo dan Emilia terkejut.
"Kamu hamil lagi Za?"tanya keduanya bersamaan.
"Selamat ya sayang,semoga kamu selalu sehat,Yano kamu juga harus siap siaga jadi suami"nasehat Emilia sungguh mereka ikut bahagia dengan krhamilan Moza.
Suasana kediaman Ardiansyah jadi semakin hangat,hingga tak terasa sudah malam Albertoo dan juga Emilia pamit untuk pulang karena Albertoo harus melakukan perjalanan bisnis besoknya.
Walaupun Emilia masih ingin bersama Moza,namun dia juga harus ikut dengan Albertoo.Sementara itu Yano dan Moza menemani Ardiansyah.
Keesokan harinya.....
Karena hari ini akhri pekan,Yano berencana membawa keluarganya kepantai.
"Mas kita jadi kepantai hari ini"
"Iya dong sayang,kamu mau kan kita piknik disana"
"Iya mau banget dong,aku mau minum es kelapa"
"Ya udah kita siap siap sekarang juga"
Moza sibuk mengurus baby Rein dulu,baby sitter nya juga ikut begitupun dengan Siti.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap mereka semua berangkat menuju kepantai.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai dipantai,Rein dengan tidak sabaran langsung brrmain pasir.Moza juga ingin ikut maen pasir,namun Yano melarangnya takut kondisi janin Moza terganggu.
"Kamu duduk disini saja sama papa,biar aku buat istana pasir untuk kamu"Yano berlari mendekat ke baby Rein yang sangat seru bermain pasir,dengan stelan casual ala ala pantai Yano mulai membuat istana pasir nya.Dia sangat serius dengan wajah tampannya itu,kemeja putih dengan celana pendek dengan dada terbuka dan kulit putih.
Banyak cewek cewek yang meliriknya membuat Moza geram,namun dia juga menemani papa Ardiansyah jadi dia hanya bisa menahan amarahnya.
Setelah bersusah payah akhirnya istana pasir Yano sudah selesai,dia berlari kearah Moza dan menggandeng tangan istrinya untuk melihat karyanya.
"Bagus banget mas,ini seperti dalam film kerajaan"
"Siapa dulu yang buat"
"Mommy atu mah gentong,atu mau mitum et ketapa"celetoh Rein yang berlari kearah Moza ,namun dia menginjak istana pasir milik daddynya.
"Auhh itana hantur"lagi lagi dengan wajah tak berdosanya Rein menunjuk istana yang sudah dia injak itu,Yano dan Moza terkekeh dengan tingka gemas Rein yang sudah mulai aktif berbicara walaupun belum fasih.
"Sini daddy gendong,soalnya mam lagi gendong adik kamu nanti mama kecapean"
Mereka bertiga pergi minum es kelapa,mereka menghampiri Ardiansyah yang duduk santai sendiri,hari ini dia sengaja tak dikawal oleh Bagas supaya dia bisa menikmati liburan dengan anak dan cucunya.
“Papa senang banget hari ini Za”
“Iya pa aku juga senang banget ini baru piknik pertama kita,sayangnya Revan nggak ikut”
Wajah Ardiansyah langsung sendu karena dia juga teringat dengan putranya,dia juga jarang bertemu dan mengobrol dengan Revan.
“Papa ingat sama Revan?”Moza melirik Ardiansyah yangg duduk disebelahnya,tatapannya sungguh sendu dia betul betul merindukan Revan.
“Es kelapanya sudah datang”Yano menyodorkan es kelapanya untuk Ardiansyah namun baby Rein langsung mengambil punya kakeknya.
“Itu punya kakek Rein,nih kamu minum punya mommy saja”
“titak mau,atu tuka ini”kekeh Rein menyedot minumannya dengan rakus,membuat Ardiansyah tersenyum cerah,begitupun sebaliknya Moza merasa tenang melihat Ardiansyha yang kembali tersenyum tidak seperti tadi dia seperti sedih sekali karen merindukan Revan.
Suasana semakin menyenangkan ketika sunset tiba,Yano mengajak Moza,Rein,dan Ardianshyah untuk mengabadikan momen liburan mereka hari ini,dengan fotografer handal mereka yaitu Siti.
Setelah itu Yano juga mengajak Moza untuk foto berdua,keduanya memasang pose mesra ditengah sunset yng begitui indah,seperti fto untuk prewweding,namun baru satu cekrekan babay Rein ikut nimbrung ingin ikut foto,dia tak mau ketinggalan.
Dan waktu tak terasa sudah petang,kemudian mereka bergegas untuk pulang .Terlebih dahulu mereka mengantar Ardiansyah baru mereka pulang kerumah.
__ADS_1