Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Moza Sembuh


__ADS_3

Gala yang melihat Mika keluar dari ruangan rawat Moza,hanya memasang wajah datarnya tanpa mau menatap wanita itu.Karena dia sebenarnya tahu bahwa Mika pasti lagi bersedih mengetahui kenyataan bahwa pria yang dia cintai sudah menikah.


Mika yang sudah melangkah jauh,memutar balik badannya dan berjalan kearah Gala yang tertunduk.


"Ekhem"wanita itu berdehem,sehingga Gala menegakkan kepalanya.


"Ada apa?"tanya Gala dingin.


"Ih sombong banget,aku cuma mau bilang terima kasih udah nolongin saya tadi"


"Nggak butuh"jawaban Gala membuat Mika kesal sendiri.


"Pantesan kamu jomblo terus,karena sifat sombongmu itu"sindir Mika dan mengibaskan rambutnya,tapi tangannya dicekal erat sama Gala.


"Apa kamu bilang?"Gala menatap tajam wanita itu,membuat Mika jadi gemetaran


"Heem aku bilang kamu itu jomblo abadi,karena terlalu sombong"teriak Mika dengan suara gemetar karena takut,kemudian dia menghempaskan tangan Gala lalu berlari dari situ,karena disana dia jadi tontonan para perawat karena teriakannya itu.


"Awas saja kamu Mika"kesal Gala tak terima dengan hinaan Mika.


Diruangan Moza......

__ADS_1


"Mas geli ah"rengek Moza karena Yano mencium perutnya tanpa henti.


"Aku sangat merindukan kalian berdua"Yano menghentikan aktivitasnya lalu menatap istri kecilnya dengan penuh cinta.


"Terima kasih mas,sudah nyelamatin aku.san baby kita,untung saja baby nya kuat kalo tidak_"


Sttttt


Moza tak melanjutkan perkataannya karena Yano menutup bibirnya dengan jari telunjuk.


"Aku yang harusnya berterima kasih sama kamu sayang,karena hingga detik ini kamu sangat mempercayai aku"


"Dan aku juga minta maaf karena sudah membahayakan nyawa kamu dan anak kita"sesal Yano menatap lurus kedepan.


"Iya karena Agusto sebenarnya adalah orang yang jahat,akibat semua kelicikannya yang membuat aku terpedaya sampai tega membuat kamu menderita dulu"Yano meneteskan air matanya mengingat semua yang pernah dia lakukan kepada Moza.


"Mas aku tahu itu semua kok,tapi aku minta satu hal sama kamu,jangan pernah membencinya karena dia adalah ayah kamu"Moza mengelus punggung Yano,memberi ketenangan kepada suaminya yang terlihat terpukul sekarang.


"Ck dia bukan ayah kandungku"decak Yano menahan sesak didadanya.


"Maksud kamu?"Moza menautkan alisnya karena merasa terkejut dengan pengakuan suaminya.

__ADS_1


"Kamu enggak becanda kan mas?"Moza masih tak percaya dengan hal itu.Yano hanya mengganggukan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya dengan terisak,Moza yang tak ingin bertanya lebih jauh memeluk Yano dengan erat.


...****************...


Setelah beberapa hari kemudian,kondisi Moza sudah sembuh total dan diperbolehkan pulang.


"Hari ini nona bisa pulang,kondisi bayinya juga sehat sekali,tapi ingat jaga terus kesehatannya"saran dokter cantik yang tak lain adalah Mika yang saat ini membantu melepas selang infusnya.


"Iya dok saya paham"Moza menatap dokter itu tanpa berkedip,membuat Mika tersadar dan membalas tatapan Moza.


"Apa ada yang salah diwajah saya nona?"tanya Mika


"Ooh tidak-tidak dok,saya hanya merhatiin kalo dokter cantik banget"alibi Moza karena sebenarnya dia ingin memastikan apakah dokter yang ada dihadapannya adalah wanita yang pernah memeluknya,karena dia hanya mengingat kalo wanita itu berjas putih.


"Tapi nona lebih cantik dan lebih muda,apalagi punya sua.._"


"Sayang!"tiba-tiba muncullah Yano dengan mwmbawa kursi roda,kedua wanita itu menatap pria yang tiba-tiba muncul tanpa mereka sadari.


"Ehh ternyata ada dokter,apa saya mengganggu dok?"Yano tak ingin salah paham lagi dengan Moza,jadi dia pura pura tak mengenal Mika.


"Ohh sama sekali tidak,lagian saya sudah selesai,tapi ada hal yang mau saya sampaikan kepasien dulu.Bisa tinggalkan kami sendiri"pinta Mika menatap Yano yang sedang berpikir mengenai apa yang ingin Mika bicarakan sama Moza.

__ADS_1


"Ooh iya silahkan dok"Yano berlalu darisitu dengan rasa gugup,takut Mika bicara hal yang membuat Moza cemburu.


__ADS_2