Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Foto


__ADS_3

Moza dan Revan sudah berada di sebuah kafe,Moza menatap Revan dengan intens dan membuka suara.


"Bagaimana hasilnya Van"tanya Moza to the point.


"Nah itu masalahnya Za gue baru membuka sebagiannya,belum kebuka semua"ucap Revan dengan ragu


"Pasti lo nyembunyiin sesuatu kan?"tanya Moza mengintimidasi Revan


"Nggak ada Za,cuman gue udah tahu logo dari tim black tiger"tutur Revan serius lalu Moza mendekat kearah Revan.


"Mana itu logo hah?,gue mau lihat."Moza menepuk bahu Revan yang tampak berpikir.


"Gue nggak bawa apa-apa kesini Za jadi lo udah tahu jawabannya."


"Kampret lo Van,udah cape-cape dandan kayak gini malah lo matahain semangat gue"lemah Moza dengan wajah kecewa,membuat Revan merasa bersalah kepada Moza.


"Atau gini aja Van,gimana kalo gue kerumah lo aja."Tawar Moza namun Revan menggelengkan kepalanya tandanya dia tidak setuju.


"No no gue nggak bisa balik kerumah hari in."Bohong Yano


"Emang lo kemana hah?,senggahnya lo kasih tahu kek alamat lo supaya gue bisa maen kerumah lo"tawar Moza namun Revan tetap menolak.


Revan melirik arloji mahal yang melekat ditangan nya,dan berpamitan dengan Moza.


"Za gue duluan ya asa yang harus gue kerjakan dikantor,gue naik taksi aja."Pamit Revan


"Sip Pak CEO"Jawab Moza membungkuk membuat Revan terkekeh dan mengacak rambut Moza,lalu berlalu dari tempat tersebut.


"Rambut gue jadi berantakan"ucapnya menata kembali rambutnya.


Hari ini Yano pulang cepat tapi dia tidak mendapati Moza dirumah.Kebetulan Bi Asih sedang bersih bersih.


"Moza kemana ya Bi?"


"Non Moza keluar dari tadi siang den,dia memakai pakain serba hitam."


"Pakaian serba hitam"gumam Yano


Tak lama terdengar deru suara mobil didepan membuyarkan lamunan Yano,dia segera berlalu kedepan dan berpapasan dengan Moza didepan pintu.Yano menatap aneh dengan penampilan Moza yang tak biasanya.

__ADS_1


"Habis kelayapan sama kekasih bocil kamu itu ya"tanya Yano dengan dinginnya,membuat Moza ingin tertawa namun iya tahan.


"Bapak kayaknya cemburu banget deh kalo aku punya pacar,suka ya sama aku?"goda Moza


"Ya enggaklah masa saya cemburu,emang kamu siapa nya saya hah"elak Yano masih tak mau mengakuinya,Moza tak bisa lagi menahan tawanya karena Yano mengira kalo Revan adalah kekasihnya Moza.


Flasback on


"Rencana apa Za"tanya Revan lewat telepon


"Lo pura-pura jadi pacarnya gue suapaya sih pengawal rese itu nggak ngikutin gue terus"tawar Moza


"Gila lo Za,masa CEO Star group lu suruh pacaran ama bocah.Mau taruh dimana muka tampan CEO muda ini."Jelas Yano mendramatis


"Ooh oke fine CEO,gue nggak bakalan kasih contekan lagi untuk kedepannya.Itu tandanya lo bisa saja dikeluarin dari sekolah sebelum ujian akhir."Ancam Moza dan mampu membuat Revan mau menuruti kemauannya,karena memang betul selama ini Moza lah yang membantunya dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah Revan,karena Revan kadang sibuk mengurus perusahaan ayahnya.


Flashback off


Moza tertawa dengan kencangnya,karena berhasil mengelabuhi Yano.Dia masih tertawa sampai memegangi perutnya,tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Yano


"Hampir mau copot tuh mata"sindir Moza menghentikan tawanya dan melewati Yano begitu saja.Tapi reflek Yano mencengkram tangan Moza hingga Moza terhuyung kedepan cepat-cepat Yano menankap tubuh Moza.Kini jarak keduanya sangat dekat,dapat Yano cium wangi tubuhnya Moza.


Suara jantung keduanya berirama,baik Yano maupun Moza masih larut dalam pikiran masing-masing.


"Tampan juga nih cowok"Puji Moza dalam hati


"Moza kenapa lo cantik dan menggemaskan sih"puji Yano sebaliknya yang mampu diucapkan dalam hati,dari jauh Bi Asih terpana dengan pandangan didepannya,biasanya Moza dan Yano kayak kucing dan tikus.Tapi dihadapannya ini kayak kisah Romeo dan Juliet akan dimulai.


"Ekhem ekhem"Bi asih sengaja berdehem keras agar keduanya sadar,mendengar deheman tersebut keduanya saling melepas diri satu sama lain dengan canggung Moza memilih naik kekamarnya untuk istirahat,sedangkan Yano menatap punggung wanita yang sudah mengganggu jantungnya.


Lain halnya dengan Revan yang sudah berada dirumahnya,gadi dia membohongi Moza kalo dia kembali kekantor.Sekarang dia berkutat lagi dengan layar laptop didepannya,dia kembali melanjutkan tugasnya untuk mencari tahu tentang Black Tiger.Satu persatu dia membaca file didalamnya,namun dia tertarik dengan satu judul file yaitu "IDENTITAS".


1..2..,3,


Revan mengklik tombol open,terbukalah file tersebut dan menunjukan sebuah bagan dengan beberapa foto orang didalamnya.


"Ardiansyah Gunawan ketua mafia Black Tiger."Satu persatu dia menatap wajah orang asing dilayar tersebut.Tapi wajah sang ketua tampak tak asing baginya,seorang pemuda yang masih muda dan sangat tampan.


"Wajah ketuanya kayak nggak asing deh"pikir Revan.

__ADS_1


Karena masih bingung,dia menscroll kebawah jajaran dari pemimpinnya.


"Alberto Peterson"gumamnya pelan mengingat nama tersebut,lagi-lagi dia tidak bisa menemukan jawabannya.


"Apa gue kirim ke Moza aja ya siapa tahu dia kenal orang-orang ini"pikir Revan lagi mengacak acak rambutnya.


"Enggak gue nggak boleh gegabah kasih tahu Moza,pasti dia ember banget nih"Revan tidak mau terburu-buru memberitahu Moza,karena dia takut hal itu bisa membahayakan Moza.Apalagi tingkat kekepoaan Moza itu sangat tinggi pasti Moza bakalan nekat untuk mencari tahu lebih dari itu.


...****************...


Beberapa hari ini Moza tidak mendapat kabar dari Revan,dia mengambil sesuatu dari laci lemarinya sebuah foto yang pernah dia temukan di ruang kerja milik ayahnya.


Dia merasa perlu memberitahu Revan soal itu,lalu dia mengirim foto tersebut ke Revan.


Lama Moza menunggu respon dari Revan untuk membaca pesannya,dan ternyata Revan langsung menelponnya.


"Hallo Za darimana lo dapat foto itu hah?"tanya Revan membabi bu.


"Kenapa baru lo respon hah?setelah gue kirim itu baru direspon."Moza malah balik bertanya ke Revan karena baru sekarang dia mengangkat teleponnya.


"Gue serius Za,ini hal yang penting"


"Ok ok gue dapat ini bersamaan dengan flash yang lu pegang diruangan kerja bokap gue"


"Tapi Van kok gue bisa foto sama orang asing ya"


"Maksud lo?"


"Iya gadis kecil difoto itu,itu gue ketika masih kecil.Tapi gue nggak tahu siapa dua orang dalam foto tersebut"


"Itu beneran elu Za?"


"Iya masa gue bohong"


Tuttt.tuut


Revan mematikan panggilannya secara sepihak,dia sangat syok mendengar fakta dari Moza.Lalu apa hubungan ayahnya dengan Moza,Revan memanggil asisten kepercayaannya.


"Apakah Tuan memanggil saya?"tanya Rehan sang asisten kepercayaan Revan, membungkuk hormat didepan Revan.

__ADS_1


"Kamu selidiki foto ini,cari tahu sampai dapat"perintah Revan menyodorkan sebuah foto dari saku jasnya.


__ADS_2