
Dan pada akhirnya,diperjalanan pulang dari rumah sakit Moza diam saja tak mau menanggapi suaminya sedikitpun.
"Sayang kamu masih marah?"tanya Yano menengok kekursi penumpang,karena dia sekarang duduk didepan bersama sopir,karena Moza tak mau dia duduk dibelakang.
"Pak sopir jangan berisik saya mau tidur"teriak Moza seolah menyindir Yano,
"Yank!"panggil Yano dengan lemah,karena dia serasa tak dianggap oleh istrinya.
"Apa ini namanya amarah seorang istri"lirih Yano dengan frustasi,membuat sang sopir geleng geleng kepala melihat pertengkaran majikannya itu.
Setelah menempuh waktu yang cukup lama,mobil mereka akhirnya sampai disebuah mansion mewah milik Yano.Dia sudah beberapa hari ini tak pulang kerumah karena menjaga Moz dirumah sakit.
Setelah mobil terparkir,Yano bergegas membuka pintu untuk Moza namun sayang seribu sayang istriny malah lewat pintu samping.Membuat dirinya tersenyum masam.
Dia mengekori Moza yang masuk duluan kerumah,dengan hati dongkol.
Moza yang sudah masuk kerumah,menatap sekelilingnya.Dia juga merindukan suasana rumah yang mengukir kenangan pahit manisnya dengan Yano.
__ADS_1
Dia hanya mematung disitu,dan Yano pun ikut memperhatikan istrinya yang masih berdiri.
Tiba-tiba ditengah perasaannya itu,dua orang datang membawa sebuah kue ulang tahun dari belakang Moza.
"Selamat ulang tahun"sorak nyanyian membuat Moza terkejut,apalagi melihat dua orang yang ada dihadapannya.
"Mama!,papa!"panggilnya dengan mata berkaca-kaca.
Albertoo dan Emilia menghampirinya,karena menahan rindu yang begitu berat Moza berlari mengmbur kedalam pelukan dua orangtuanya.
"Aku rindu banget sama mama juga papa"tangis Moz pecah seketika,dia sesegukan menumpahkan ruang rindu yang tersembunyi dalam sukmanya.
"Iya sayang papa sangat..sangat merindukan putri kesayangan papa ini"Kini bergantian Moza memeluk Albertoo.Dan Yano terpaku melihat pemandangan didepannya,dia tak ingin mengganggu momen itu karena dia ingin memberi ruang untuk Moza dan orangtuanya.
"Tapi kenapa mama dan papa bisa ada disini?"tanya Moza mengusap ingusnya yang keluar.
"Hmm ini semua berkat perjuangan suamimu"jawab Albertoo menatap menantunya yang berdiri tak jauh dari mereka,Moza membalik badannya menatap Yano yang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
"Ini semua mas Yano yang rencanain?"tanya Moza dan diangguki oleh Yano dan orangtuanya.
Moza terharu dengan kejutaan Yano,yang membuat rasa rindunya terobati.Dia menghampiri Yano lalu memelukknya dengan erat.
"Makasih banyak mas,aku sangat bahagia hari ini"isak Moza menangis didada bidang suaminya.
"Iya aku minta maaf,baru pertemukan kamu sama mereka"ungkap Yano mengelus pucuk kepala istrinya,tentunya hatinya bersorak ria karena bisa berbaikan dengan istrinya yang mengacuhkannya dari tadi.
"Aku bahagia mas,terima kasih banyak,aku mencintaimu"
"Aku juga sangat mencintaimu Moza Clarisa Putri"Kedua insan itu berpelukan mesra,membuat Albertoo dan Emilia tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Moza.
Setelah acara peluk-pelukan.Mereka duduk bersama diruang tamu.Kebetulan hari ini ulang tahunnya Moza,Yano sengaja memberi kejutaan untuk nya dengan membawa Emilia dan Albertoo.
"Ayo sayang tiup lilinya"titah Yano memegang kue ulang tahunnya.
"Eitss make wish dulu donk sayang"balas Moza ceplos memanggil sayang ke Yano.
__ADS_1
Setelah itu nyala lilin itu,padam dalam satu tiupan.Suara tepuk tangan menggema diruangan itu karena Yano sengaja mengumpulkan seluruh pelayan dan juga pengawalnya untuk memeriahkan ulang tahun Moza.Walau hanya perayaan kecil,tapi mampu membuat istri tercintanya sangat bahagia.
Tak terasa malam tiba,canda tawa memenuhi mansion Yano Dewantara hari ini.