
Sementara itu Revan yang masih berada dirumah sudah bersiap ingin menjenguk Ayahnya,karena dia khawatir dengan kondisi ayahnya yang masih belum sadarkan diri.Dia sengaja tak menjenguk karena mengurus beberapa masalah dikantornya,karena belakangan ini perusahaannya terbengkalai.Jadi hari ini jadwalnya kosong dia ingin menyempatkan waktu untuk menengoknya.
Baru saja dia turun dari kamarnya,Jesika sudah bercakar pinggang dengan stelan casual nya seperti ingin jalan-jalan.
"Sial"umpat Revan baru menyadari kalo hari ini doa sudah janjian dengan Jesika,untuk membawa wanita itu jalan-jalan daripada harus jantungan terus kalo dia mengancam untuk bunuh diri.
Ternyata selama ini Revan masih menahan Jesika dirumahnya dengan penjagaan ketat,dia yang fokus dengan kesehatan ayahnya sampai lupa dengan wanita itu,tapi dia harus menghadapi aksi nekat Jesika yang berontak ingin dipulangkan kerumah Yano dengan percobaan bunuh diri.
Dia juga masih memikirkan Jesika yang tersiksa dengan perbuatannya,tapi disisi lain dia ingin terus menjaga wanita masa lalunya itu agar berada disisinya terus walau dengan cara yang salah.
"Kamu nggak lupa kan sama janji kita hari ini"goda Jesika mengedipkan matanya,dia susah bersemangat untuk mengerjai Revan hari ini.
"Hemm"jawab Revan dengan malas,karena dia hampir lupa dengan janjinya,dia melewati Jesika begitu saja.Lalu keduanya pun pergi dan Revan yang mengemudikan mobilnya walau pikirannya masih tertuju pada ayahnya.
"Maafin Revan yah"sesalnya dalam hati,Jesika paham dengan situasi makanya dia memilih diam,agat tidak menambah beban Revan.
Dirumah sakit....
Setelah Moza memberi minum Ardiansyah,dia mengupas buah untuknya.Interaksi antara keduanya tak luput dari pandangan tiga orang yang sejak tadi mengintip dari balik pintu,mereka tak lain dan tak bukan adalah Yano dan juga mertuanya.
"Bagaimana jika Moza tahu kalo tuan Ardiansyah adalah ayahnya"Emilia merasa takut kalo nantinya Moza akan membenci nya karena sudah berbohong.
"Aku juga merasa takut ma,kalo nanti Moza tahu apa dia bisa memaafkan kita"tambah Albertoo membenarkan perkataan istrinya.
"Mama sama papa tenang aja,nanti aku aja yang ngomong sama Moza tapi tunggu dia lahiran dulu"ucap Yano menimpali untuk menenangkan mertuanya,sebenarnya dia sendiri juga takut dimarahi sama Moza karena dia pun turut membohonginya tentang ayah kandungnya.
Mereka cuman menunggu waktu yang tepat untuk membritahu Moza,sampai wanita itu melahirkan agar dia tidak syok jika mengetahui Ardiansyah adalah ayah kandungnya,jangan sampai hal itu berpengaruh dengan bayi dalam kandungannya.
"Oyaa ngomong-ngomong kamu kesini dengan siapa?"tanya Ardiansyah yang tengah menatap sekelilingnya hanya ada Moza.
"Oh iya aku sampai lupa,aku datang sama suamiku sama orangtuaku sekaligus sahabatnya.
"Sahabat?"
__ADS_1
"Iya sahabat lamanya om,keponakan anda juga datang"celoteh Moza terus mengupas buah untuk Ardiansyah.
"Sahabat?,apa Emilia sama Albertoo?"pikir Ardiansyah,lalu menatap kearah pintu dan tepat saat itu dia melihat mereka sedang mengintip,tapi ketika ketahuan mereka pura pura pergi,dia juga melihat seorang pemuda tampan bersama mereka.
"Sekarang mereka dimana?"tanya Ardiansyah.
"Oh iya kenapa mereka belum balik ya om,padahal mereka cuman beli makanan"bingung Moza
"Kalo begitu saya keluar sebentar,saya mau mencari mereka dulu"Moza ingin **beranjak namun Ardiasyah memegang tangannya.
"Kamu nggak usah kemana-mana,kamu masih mengandung pasti cepat lelah"cemas Ardiansyah ,dia juga ingin menghabiskan waktu berdua dengan Moza.
"Tapi.."ucap Moza ragu
"Kamu disini aja,pasti sebentar lagi mereka datang"benar saja Yano beserta orangtuanya maauk dengan tentengan plastik yang banyak,membuat mata Moza berbinar cerah karena dari tadi dia sudah merasa lapar.
Ardiansyah menatap dua orang yang baru saja datang,mereka pun menatapnya juga membuat suasana disana jadi hening mereka seolah-olah berbicara lewat tatapan.
"Mama sama papa kok cuman bengong doang"celah Moza memecahkan keheningan diantara mereka.
"Iya sayang,akhirnya om Ardiansyah sudah sadar,mendingan kita makan dulu diluar biar mama sama papa bicara dulu sama om Ardiansyah"tambah Yano menatap sang istri dengan penuh cinta,membuat Ardiansyah merasa yakin pemuda ini adalah suami dari Moza.
"Iya sayang mendingan kamu makan dulu,kami sudah membeli makanan kesukaanmu"kata Albertoo tersenyum.
Akhirnya Moza dan Yano keluar,dan Ardiansyah sudah tak sabar mendengar cerita dari dua orang yang selama ini dia cari.
"Ceritakan semuanya!"titah Ardiansyah menatap dua orang yang kini duduk dihadapannya.
Setelah sekian detik mereka diam,akhirnya Albertoo mulai buka suara.
"Sebenarnya ini semua berawal dari penculikan Moza oleh Agusto"ucapannya terjeda.
Flashback on...
__ADS_1
Setelah pernikahan dadakan yang dibuat oleh Agusto terhadap Moza dan juga Yano.Baik Albertoo maupun Emilia dibawa disebuah desa yang agak jauh dari kota,mereka dijaga oleh beberapa pengawal khusus dari Yano.
Satu hari mereka lewati disana,disebuah rumah yang agak sederhana namun pemandangan disana sangat indah.Kemudian Yano mengunjungi mereka,membuat amarah Albertoo membuncah kembali,setelah mengetahui semua kelicikan Yano dan ayahnya.
Namun dia salah paham dengan kedatangan Yano,karena Yano datang ingin membicarakan sesuatu dengan mereka.
"Jangan emosi dulu om,saya mau bicara hal yang sangat penting"cegat Yano memohon kepada Albertoo yang siap memukulnya.
"Mau bicara apa lagi,sudah jelas kamu menculik putriku"teriak Albertoo
"Om ini bukan saatnya kita bicarakan hal itu,saya bisa jelaskan semuanya"tahan Yano ingin menenangkan Albertoo.
"Mendingan kita masuk dulu"Emilia yang melihat kegigihan Yano,dia pun membawa suaminya masuk.
Kini mereka sudah duduk,menunggu apa yang ingin Yano katakan.
"Maksud saya kesini,saya mau kalian pindah darisini karena disini tidak aman.Ayah akan melenyapkan kalian jika terus disini"jelas Yano dengan berat hati.
"Setelah kamu menculik kami,sekarang kamu punya maksud apa hah"curiga Albertoo
"Saya mohon om harus mengerti,kalo saya benar-benar serius dengan Moza dan saya akan selalu menjaganya karena sebenarnya Agusto hanya menjadikan saya boneka"jujur Yano setelah mengetahui kebusukan dari ayah palsunya itu.
"Apa kamu baru mengetahuinya hah?"Albertoo tersenyum miris karena Yano baru menyadari siapa Agusto.
"Maksud om?"
"Kamu memang baru tahu Ayah mu itu busuk,jika kamu tanya kenapa saya mengetahuinya karena kami dulu pernah bersahabat"Albertoo menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.
"Jadi om tahu semua tentang ayahku?"tanya Yano terkejut,Albertoo hanya menganggukan kepalanya.
"Jika kamu benar-benar ingin membalas perbuatan Agusto,saya akan membantu kamu"tawar Albertoo.
"Dan ingat satu hal,jangan pernah sakiti anakku Moza.Jagalah dia segenap hati dan jiwamu"ancam Emilia yang sejak tadi diam,membuat Yano terdiam karena dia sebetulnya belum bisa menerima Moza seutuhnya,karena masih ada kebencian yang bermula dari kesalahpahamam yang dibuat Agusto.
__ADS_1
Pertemuan singkat itu diakhiri dengan Albertoo dan Emilia yang dibawa oleh pengawal pribadi Yano ketempat yang lebih nyaman.
Flashback off..