Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Big Dragon


__ADS_3

Selepas kepergiaan Yano Moza uring-uringan dikamar.


Dia mau menghubungi kekasihnya tapi dia tidak memiliki nomornya.


"Bego banget sih lo Za,masa pacaran gini nggak tukeran nomor"rutuk Moza menjitak kepalanya


"Tunggu deh,kok aneh ya tiba-tiba Yano nembak gue terus dia tahu gue pacaran sama Revan,walaupun pura-pura sih."Pikir Moza mulai meragu,dia berpikir selama ini Yano mungkin sudah tahu kalo dia dan Revan cuma pura-pura pacaran.Tapi dia hanya pura-pura diam saja.


Ting..


Sebuah pesan masuk diponsel Moza dari nomor tidak dikenal,lalu dia membukanya


"Selamat malam bocah sayangku❤"begitulah pesan singkat dari nomor tersebut disertai cap nama pengirimnya Yano.Moza yang mendapat pesan begitu dari Yano melompat kegirangan.Rasa bahagiannya seketika berlipat ganda saat dia belum mendapat nomor kekasihnya,eh ternyata sih Yano yang duluan ngechat dirinya.


Lama Moza melting dengan pesan dari Yano,sedang Yano masih menunggu pesan balasan dari Moza tapi tak kunjung muncul,lalu dia memutuskan untuk menelponnya.


Dreet...dreet


Ponsel Moza berdering ternyata dari My Police,semenit yang lalu Moza langsung menyimpan nomor dari Yano.Moza merasa gugup bicara sama Yano,tapi dia juga sangat rindu walau beberapa jam yang lalu baru berpisah.


Panggilan terhubung


"Hallo"sapa Yano dari seberang sana


"Hallo Yan,em kamu dapat nomor ini darimana"tanya Moza canggung


"Emm kok yang ditanya gitu sih,nggak nanya kabar kek?kamu udah makan atau tidak?"


"Kan nanya doang,emang nggak boleh"

__ADS_1


"Boleh sih boleh,tapi aku mau diperhatiin dong sama pacar baruku ini"


"Jadi boleh nih,saya nanya apa aja Yan?"tanya Moza lewat telepon.


Tapi belum sempat Moza bertanya Yano sudah menutup sambungan teleponnya.Moza kecewa sekali dengan tingkah Yano,dengan wajah sendu dia menutupi tubuhnya dengan selimut dan memilih tidur saja.


Sedangkan Yano bukan tanpa sengaja mematikan sambungan teleponnya dengan Moza,karena ayahnya Agusto masuk keruang kerjanya.Dia tidak mau ayah nya memintanya untuk tidak berhubungan dengan wanita manapun.Walaupun dulu ayahnya sempat menjodoh-jodohkan Moza dengan Yano.Tapi untuk saat ini ayahnya untuk mewanti-wanti dirinya agar tidak berpacaran.


"Ayah ngapain kesini?"tanya Yano kepada Agusto yang sudah duduk dihadapannya.


"Ayah mau bicara hal yang penting sama kamu,ini menyangkut Big Dragon Yano.Itu makanya ayah meminta kamu kesini."Jelas Agusto dengan mimik serius.


"Apa ada masalah dengan Big Dragon yah"tanya Yano mengimbangi keseriusan ayahnya.


"Sudah saatnya kita bergerak kamu harus berhenti untuk menyamar menjadi polisi,dan satu lagi ayah harap kamu tidak lupa dengan apa yang ayah katakan tadi siang." Kata Agusto tak ingin dibantah,Yano mendongakan kepalanya menatap ayahnya yang terlihat datar,karena hal ini dirasa sangat tiba-tiba.Tapi dia tetap menuruti keinginan ayahnya.


"Ooh ya mulai besok kamu harus segera berangkat ke markas utama,disana sudah ada Gala yang membantu kamu"tutur Agusto mengingatkan Yano dan berlalu pergi dari ruangan Yano.


Flashback on


"Rasanya kamu betah banget menjaga Moza disana,sampai lupa balik kerumah"goda Agusto


"Ayah apaan sih,ya enggaklah yah malahan Yano senang udah bisa balik kerumah lagi,susah menjaga anak manja kayak Moza"elak Yano didepan ayahnya,tapi Agusto tidak bisa dibohongi.


"Dengarkan ayah baik-baik,dalam kehidupan gelap seperti kita harus berpegang teguh pada prinsip.Satu yang harus kamu pegang Yano."Agusto mengusap dadanya yang terasa sesak,membuat Yano yang sedang fokus jadi khawatir tapi Agusto memberi kode dia baik-baik saja.


"Jika kita mencintai seorang wanita,kita juga harus siap untuk kehilangan orang yang kita cintai.Karena dunia kita dunia yang berbahaya,musuh mengincar orang-orang terdekat kita untuk membuat target utama keluar."Tambah Agusto


"Jadi ayah harap kamu belum menaruh hati dengan Moza"Yano hanya diam meresapi kata kata Agusto dengan ekspresi datarnya,dalam hati dia tak mau melepaskan Moza,dan disatu sisi pastinya dia tak mau membahayakan keselamatan Moza.

__ADS_1


Flashback Off.


Yano hanya bisa menatap foto Moza yang tersimpan dalam ponselnya,dia ingin menghilang dari kehidupan Moza.Karena sebentar lagi dia akan bergabung kembali kedunia mafia.


Klik..


Yano memblokir kontak Moza dari Handphonenya agar Moza tidak lagi menghubunginya.Walau Yano tahu ini pasti menyakitkan sekali buat Moza,tapi ini juga demi keselamatan Moza.Biarlah hubungan yang pernah mereka bangun menjadi kenangan saja buat Yano.


Jika Moza dan Yano sama-sama merasakan galau,lain halnya dengan Revan yang beberapa hari ini tidak tidur dengan nyenyak memikirkan tentang foto yang dikirim Moza tempo lalu,yang juga sama persis dengan foto yang ada didalam flashdisk atau tepatnya yang sudah ada ditangan Revan.


Revan mengambil ponselnya diatas nakas,dan menghubungi seseorang.


"Bagaimana apa sudah mendapat informasinya"


"Sudah Tuan,yang saya dapat itu bahwa wanita dalam foto tersebut sudah meninggal Tuan.Tapi saya belum menemukan info tentang hubungannya dengan tuan besar"


"Ok teruskan pencarianmu,jika ada kemajuan laporkan kepada saya"


"Baik tuan"


Revan menutup sambungan teleponnya lalu duduk kembali dikursi kebesarannya, memijit kepalanya yang terasa pusing.Memikirkan kaitan ayahnya dengan wanita dalam foto tersebut,ditambah lagi Moza juga ada dalam foto tersebut,serasa kepala Revan mau pecah.


"Jangan-jangan ayah selingkuh sama wanita itu dan Moza adalah anak papa dari wanita itu."Tebak Revan


"Tapi nggak mungkinlah,kan orangtua Moza masih ada.Atau mungkin Moza diasuh,kalo Moza anak papa itu artinya gue sama Moza saudara tiri dong."Membayangkan saja Revan merinding jika hal itu benar-benar terjadi,dia tidak mau kalo Moza dan dirinya jadi saudara tiri,mungkin setiap hari bakalan perang melulu.


Tak ingin larut dalam pikiran-pikiran anehnya Revan memilih membuka file black tiger dalam laptopnya,tapi ketika membukanya kembali sistemnya eror dan hanya file kosong saja yanv Revan temukan.Seseorang berhasil membobol sistemnya,Revan menggebrak meja kerjanya dengan keras.


"Sial"Umpat dengan emosi,karena belum sempat membuka semua isi dalam flash tersebut.Bagaimana caranya nanti menjelaskannya kepada Moza.Bisa-bisa dia dihina sebagai hacker kaleng-kalengan karena tidak bisa menjaga keamanan sistemnya.Dia mulai nampak berpikir bahwa black tiger ini bukan orang yang sembarangan.

__ADS_1


Mereka bergerak lebih cepat dari perkiraannya Revan,oleh karena itu dia memutuskan untuk fokus mencari tahu tentang foto yang ada didalam genggamannya.


__ADS_2