Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Kekacauan


__ADS_3

Revan memilih duduk disebuah taman yang tak jauh dari situ,dia meninju udara meluapkan emosiinya gara gara sindiran dari Oscar tadi,setalah itu dia duduk dikursi taman untuk menenangkan dirinya.Setelah beberapa detik dia menatap kedalam tempat pestanya terlihat dekorasinya begitu megah dan banyak sekali tamunya,ada rasa sesak dalam dadanya,namun dia tak bisa menyembunyikannya.


"Aku tak tahu harus berbuat apa Jes,aku cuman bisa berharap Yano bisa membantuku untuk mengagalkan pernikahan lelucon ini"pasrah Revan dengan muka memerah,dia sebenarnya ingin sekali menculik Jesika namun dia tak bisa gegabah dengan rencana yang sudah disiapkan oleh Yano.


Disaat yang sama Revan yang ingin hendak masuk lagi,seorang anak kecil berlari kearah taman.


"Aku mau lihat ikan aunty"rengek bocah kecil itu dengan terus berlari tanpa menyadari ada orang didepannya.


Buughhhh


Bocah laki laki itu terjatuh karena menbrak Revan yang kebetulan berpapasan dengannya.


"Hikkssss,hikkss"bocah itu menangis memegangi lututnya,lalu Revan segera menggendong bocah itu dan mendudukannya dikursi.


"Heyyy jangan menangis"ucap Revan lembut dan bocah itu pun berhenti menangis,sambil menatap Revan yang tengan memeriksa lukanya.


"Namamu siapa hah?,dimana ibumu?"tanya Revan setelah mengecek tidak ada luka pada bocah itu,hanya sedikit rumput yang menempel dicelananya dan sudah dia bersihkan.


"Namaku Rein,kalo nama daddy siapa?"tanya bovah itu dengan memanggil Revan daddy,membuat Revan geli sendiri namu dia tersenyum saja.


"Saya ini bukan daddymu,nama paman Revan,dimana orangtuamu?"


"Kamu daddy Revan"reflek Rein langsung gembira dan memeluk Revan dengan erat,Revan merasa ada sesuatu aneh yang dia rasakan,anak ini seperti punya tarikan yang kuat kepadanya.Dia membalas pelukan Rein,dan membiarkan pikirannya tenang.


Jesika yang kebetulan ingin mencari udara menatap keluar jendela yang langsung disuguhi pemandangan taman.Dia mengedarkan pandangannya,lalu menangkap dua orang yang tengah berpelukan seorang anak kecil dengan pria dewasa,dalam pikiran Jesika mungkin itu ayah dan anaknya.


Jesika terbayang dengan putranya Rein dan juga Revan.


"Andai mereka itu Revan dan Rein,aku pasti sudah bahagia.Aku merasa bersalah sudah memisahkan seorang ayah dengan putranya"sesal Jesika dengan sendu,dia menatap mereka tak berkedip.


Namun lamumannya tak berselang lama,ketika seorang pelayan memintanya untuk turun,Jesika pun dengan berat hati untuk melangkah dia seperti tak rela untuk meninggalkan pemandangan itu.

__ADS_1


"Baik saya akan turun"ucapnya sesekali dia menatap lagi kearah taman itu,lalu berlalu pergi dengan dibantu oleh pelayan itu untuk memegang bajunya.


Sementara Revan masih memeluk bocah kecil itu.Setelah mendengar suara MC yang akan mempersilahkan mempelai wanita untuk turun,Revan segera melepas prlukannya.


"Rein om temanin kamu mencari mommy atau daddymu ya"tawar Revan sambil memperhatikan wajah bocah itu,karena lampu ditaman agak redup Revan tidak terlalu melihat jelas mukanya dengan saksama karena ada gangguan juga dengan matanya.


"Nggak mau!daddy ku sudah ada disini,aku mau ikut daddy"rengek Rein membuat Revan bingung sekaligus tak tega dengan bocah kecil yang terus memanggilnya daddy.Rein menahan tangan Revan agar tidak pergi.


"Tuan apakah anda butuh sesuatu untuk putra anda"seorang pelayan datang mendekati mereka.


"Maaf pak dia bukan anak saya,dia terpisah dari orangtuanya"jelas Revan merasa pelayan itu sudah salah paham.


"Tapi mukanya mirip sekali tuan,jadi saya mengira ini putra anda."


"Memang dia ini daddyku"Rein malah memeluk lengan Revan dan tak mau lepas,dengan wajahnya yang ditekut seperti orang yang ngambek.


Deg


Jantung Revan jadi berdetak kencang,dia.kembali terpikir dengan foto USG yang kemarin.Dia lalu menatap Rein sekali lagi,namun usahanya sia-sia karena dia masih buram melihatnya.


"Siapa nama mommymu?"


"Jenny"bukan Rein yang menjawab namun seorang wanita cantik yang baru saja datang.Membuat Revan menoleh kearah wanita itu.


"Bukan daddy mommyku itu Je..."


"Rein mommy udah cari kamu daritadi,ternyata kamu disini"Jenny dengan cepat membekap mulut Rein untuk tidak melanjutkan ucapannya.Dia segera membawa jauh Rein darisana tanpa berpamitan dengan Revan yang belum sempat mendengar kata lanjutan dari bocah itu.


"Daddy, mommy ku Jes.."panggil Rein memberontak dipelukan Jenny,namun dia tak melanjutkan untuk menyebut nama Jesika karena Jenny membisikan sesuatu.


Revan tak mendengar jelas celotehan bocah itu,namun wanita itu dengan cepat membawanya pergi dia nampak panik melihat Revan seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

__ADS_1


Walaupun Revan ingin mengejarnya,namun disisi lain Jesika juga akan segera turun kepelaminan.


"Van kamu kemana aja daritadi?"Yano ternyata sejak tadi mencari Revan yang tak kujung kembali,padahal Jesika sudah mau turun.


"Aku bertemu putraku"ucapnya lalu merangkul Yano masuk kedalam.


"Ternyata secepat itu kamu bisa tahu"gumam Yano dalam hati.


"Inilah saat yang ditunggu pada acara inti kita malam ini,ikatan suci tuan Oscar dan nona Jesika,mari kita sambut mempelai wanitanya dengan tepuk tangan yang meriah"suara MC menggema diseluruh ruangan.


"Ingat tugasmu Van"bisik Yano dan diangguki oleh Revan.


Sementara Oscar sudah menunggu ditengah panggung untuk menyambut Jesika yang akan didampingi oleh ayahnya.Pria itu nampak tersenyum dengan bahagia,menantikan wanita yang akan menjadi istrinya.


Padahal sepasang mata menatap tajam pria itu,dengan menahan api cemburu dihatinya.


"Ini hanya sementara Jesika,setelah itu kamu akan dibuang oleh Oscar karena dia lebih mencintaiku"gumamnya dengan angkuh.


Beberapa detik kemudian muncullah seorang wanita yang cantik bak bidadari dari balik tirai,semua mata tertuju padanya merasa terpukau dengan kecantikannya,termasuk Revan sejak tadi pria itu tak sabar menunggu kedatangan Jesika.Dia pun sampai tak berkedip menatap Jesika,jantungnya kembali berdegup kencang.


Para tamu merasa heran kenapa Jesika tidak didampingi oleh ayahnya,namun mereka berpikir mungkin ada konsep tersendiri padahal ayahnya sudah diurus oleh anak buah Yano.


Jesika berjalan dengan anggunnya,dengan senyum paksa dia membalas tepuk tangan dari para tamu.Semua orang berpikir mungkin dia wanita yang paling bahagia,karena menikahi seorang CEO kaya seperti Oscar,karena banyak bisikan dari para tamu yang datang.Semua bisikan itu tak lepas dari pendengaran Revan yang duduk dekat teman sosialita dari ibunya Jesika,yang terus mengagung agungkan pernikahan putrinya.Walaupun pada nyatanya merekalah yang menjual putri mereka demi uang.


Revan hanya bisa memendam amarah dalam hati setelah mendengar semua tentang kelakuan orangtuanya Jesika.Ibunya Jesika pun tak mengetahui saat diperhatikan diam-diam oleh Revan,dan juga dia bahkan tak sadar kalo suaminya tak ada bersama Jesika.


Saat Jesika sudah hampir dekat ketengah panggung,lalu Yano memberi kode kepada Revan setelah itu semua lampu dihotel itu mati semua tanpa terkecuali.Semua tamu menjadi panik,termasuk wanita yang berbalut gaun pengantin itu.


Jesika merasa takut dan gemetar karena gelap,semua tamu menjadi panik dan tempat itu menjadi hiruk pikuk dengan suara.


Dia ingin mencari jalan tapi semuanya gelap,namun sebuah tangan melingkar dipinggangnya membuat dia berteriak tapi tak sempat karena mulutnya sudak dibius.Kata terakhir yang bisa didengarnya adalah suara dari orang yang membiusnya.

__ADS_1


"Maafkan aku Jes"ucap orang itu,samar samar Jesika mengenali suara itu namun dia langsung tak sadarkan diri.


Oscar sendiri memanggil nama Jesika namun tak ada sahutan,malah dia juga dibekap oleh seseorang.Dia memberontak dengan sekuat tenang namun sia-sia karena efek obat bius dia ikut pingsan.


__ADS_2