
Moza dan Yano yang masih setia diruangan tengah sejak kepulangan dari rumah sakit belum membersihkan diri.
"Ma kami kekamar dulu,supaya Moza bisa istirahat"pamit Yano kepada mertuanya
"Ooh iye silahkan Yan,kita sampai lupa waktu nih"ujar Albertoo
"Iya sayang kamu kan baru pulang dari rumah sakit,ayo mama bantu naik keatas"tambah Emilia mengajak Moza.
"Biar Moza sama Yano aja ma"cegat Yano dan dibalas dengan senyuman Emilia.
"Iya ma,lagian mama sama papa juga harus istirahat"saran Moza sebelum naik kekamarnya.
Keduanya berjalan meninggalkan Emilia dan Albertoo diruang tengah.
Yano memapah Moza dengan hati-hati,setelah menjauh dari mertuanya.Yano menggendong Moza secara tiba-tiba untuk menaiki tangga,membuat Moza hampir berteriak kalo saja Yano tidak memberinya kode.
"Mas kamu bikin aku kaget aja"kesal Moza menatap tajam suaminya yang tersenyum kearahnya tanpa dosa.
"Aku cuma nggak mau kamu kecapean"setelah mengucapkan itu,Yano berjalan dengan gagahnya menaiki tangga.
"Mas aku kan berat"rengek Moza menatap suaminya yang sangat tampan.
"Kata siapa kamu berat,aku bahkan bisa mengangkat sebuah pulau sekalian"ngoceh Yano asal,membuat Moza terkekeh,tak terasa mereka sudah sampai didepan pintu kamar.Lalu seorang pengawal dengan sigap membukakan pintu,tapi sebelumnya Yano menyuruh istrinya untuk menutup mata.
__ADS_1
"Kenap sih harus pake tutup mata segala"bingung Moza tapi tetap dia lakukan.
"Nurut aja sayang,nanti kamu bakalan tahu"bisik Yano berjalan masuk kedalam lalu pintu kembali ditutup.
"Boleh buka nggak?"tanya Moza tak sabaran.
"Ok sekarang buka mata kamu"
Moza terperangah menatap kamar mereka yang disulap menjadi dekorasi pengantin yang akan mengadakan malam pertama.
"Mas.. Ini..."Moza tak mampu berkata-kata,lalu Yano menurunkan Moza agar wanita itu leluasa melihat kejutaan yang diberinya.
Moza berkeliling mengitari ruangan itu,dan berhenti menatap balkon yang disulap juga dengan dekorasi romantis,dan ada kue ulang tahun yang bertuliskan namanya.
"Aku suka banget mas,terima kasih kamu membuatku bahagia"Moza mendongakkan kepalanya dengan air mata bahagianya.
"Sekarang kita mandi dulu"Yano menuntun istrinya untuk mandi,tapi Moza mencegatnya.
"Nagapain kamu masuk mas"Moza menghadang Yano yang mau masuk kamar mandi,padahal dia mau mandi.
"Ya mandi barenglah sayang,masa kamu mau aku nggak mandi"jawab Yano dengan enteng,ingin melengos masuk tapi didorong oleh Moza lagi.
"Tapi aku duluan"
__ADS_1
"Sayang nanti kelamaan,kembang apinya mau dinyalakan sebentar lagi"bohong Yano beralasan,membuat Moza kegirangan dan disitulah Yano menerobos masuk.Hingga mau tak mau keduanya mandi bareng,walaupun dengan banyak drama dari istri kecilnya itu.
"Sayang kamu pake baju ini biar serasi"Yano memberi sebuah gaun berwarna kuning keemasan kepada Moza.
"Tapi mas perut aku kegedean,ini terlalu sempit"lirih Moza dengan wajah cemberut,membuat Yano yang sedang berganti pakaian langsung terhenti.
"Ya ampun aku lupa yank,tunggu dulu aku cariin baju yang cocok buat kamu malam ini"Yano bergegas kelemari pakaian Moza.
"Biar aku saja mas"
"No kamu duduk aja,nanti kamu lelah lagi"perhatian dari Yano membuat hati Moza berbunga-bunga.
Setelah beberapa lama Yano mencari cari,akhirnya dia menemukan sebuah baju yang dirasa cocok untuk istrinya,sebuah gaun berbunga bunga yang pas ditubuh Moza yang perutnya membuncit.
"Ini pas banget dibadan aku mas,warnanya cantik banget"Moza tersenyum menatap pantulan dirinya dicermin,dia tersenyum cerah secerah hatinya saat ini.
"Iya sayang kamu cantik banget hari ini"Yano mendekati Moza dan mencium singkat bibir ranum itu,yang sejak tadi dipantaunya.
"Mas"rengek Moza menahan malu dicium oleh Yano.
Lalu Yano pun mengganti pakaian lagi,karena ingin menyesuaikan dengan sang istri.
Sementara itu Moza berdiri dihadapan meja riasnya,dan perlahan mulai memoles wajahnya dengan make yang ada dihadapannya.
__ADS_1