Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Moza Diculik


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu...


Akhirnya yang Moza tunggu-tunggu telah sampai,dirinya sudah menyelesaikan ujian akhirnya,dan rencananya dia akan pergi bersama teman-temannya untuk merayakannya.Akan tetapi hal itu harus dia kubur sia-sia karena Emilia sudah mengemasi pakainnya untuk liburan.


"Mama ngapain sih buru-buru pergi liburannya,padahal Moza mau kumpul sama teman-teman Moza dulu."kesal Moza mengeluarkan semua barang-barangnya dari koper.


"Za tolong kali ini kamu dengerin mama dengan baik,rumah ini berbahaya buat kita"bentak Emilia,dia sengaja bertindal tegas karena Moz yang keras kepala.


"Ok fine ma,bentakin Moza sepuasnya.Moza udah ikutin semua yang mama mau tapi.."Moza tak melanjutkan perkataannya,air matanya sudah jatuh tak tertahankan.


"Tapi Moza minta kumpul sama teman doang masa nggak bisa"lanjutnya dengan mata memerah.


"Za mama memang nggak bisa jelasin sekarang sayang,mama cuman mau kamu aman.Gitu aja bukannya mau ngelarang"jelas Emilia melunak,dia memang sudah hilang kendali mengahadapi Moza.


"Tuh kan,mama aja nggak bisa jelasin alasannya.Pokoknya kalo mama mau liburan,Moza nggak ikut"putus Moza berlari keluar rumah,dan melajukan mobilnya.Walapun banyak pengawal yang menghentikannya tapi dia berhasil menerobos.


"Tunggu Za,mama bisa jelasin"teriak Emilia berlari mengejar mobil Moza,sedangkan Evan dan Bagas yang baru sampai di kediaman Alberto dibuat terkejut dengan Emilia yang menangis histeris di pintu gerbang.Keduanya dengan segera turun dan menghampiri Emilia.


"Nyonya apa yang terjadi"tanya Bagas membantu Emilia berdiri.


"Hikss hiks..Gas Moza kabur ,tolong kamu kejar dia"perintah Emilia sembari menangis,sedang Evan marah besar marah besar kepada semua pengawal yang ada disitu karena tak bisa menjaga Moza yang hanya seorang saja.


Akhirnya sebagian pengawal,termasuk Bagas dan Evan mengejar mobil Moza.Dan beberapa pengawal menjaga Emilia.


Disisi lain Moza menyetir sambil menangis,sungguh dirinya tak mengerti dengan mamanya,tanpa dia sadari ada dua mobil hitam yang terus mengikutinya.Moza yang tak tahu arah tujuannya,kini hanya melajukan mobilnya saja,hingga akhirnya mobilnya dihadang oleh dua mobil asing.Membuat Moza menghentikan mobil dan keluar dari mobil.


"Woyy ngapain hadangin mobil gue hah?"tanya Moza memukul kaca mobil orang tersebut,tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dari belakang.Sempat dia berteriak tapi dia tak mampu saat dirinya akhirnya pingsan,dan tinggalah mobilnya Moza yang terparkir dipinggir jalan.

__ADS_1


Evan dan Bagas menambah laju kecepatan mobilnya menyusuri jalanan yang menjadi arah kesekolahnya Moza.Mereka berpencar kesegala arah,ada yang menghampiri rumahnya Manda.


"Gas coba lacak handphone nona muda"usul Evan,dan Bagas dengan lihai memainkan jarinya,alhasil dia berhasil menemukan titik ponsel Moza berada yang tak jauh dari mereka.Disebuah jalanan sepi yang jarang dilewati,Evan menyuruh sopir berhenti dan menepikan mobilnya.


"Van itu mobilnya nona muda"ucap Bagas berlari kemobil tersebut,diikuti oleh gerombolannya.


Kemudian mereka mengecek isi mobil tersebut,dan tak mendapati Moza hanya tas kecil dan ponselnya.Lalu Bagas mengambil ponsel tersebut.


Dreet...dreet..


Ponsel Moza berdering,dan Bagas menatap nama di penelpon "Mata Keranjang",Bagas sampai mengerutkan dahinya tapi tetap mengangkat teleponnya.


"Za lo ada dimana sekarang,anak-anak pada nungguin nih"suara cempreng dari seberang sana memekakkan telinga Bagas,sehingga dia menjauhkan ponsel tersebut.Dia sudah kenal dengan suara tersebut.


"Ini dengan Bagas"ucap Bagas singkat dan tak ada lagi suara dari seberang sana.Tapi detik berikutnya


"Ahhhhh,dimana Moza om Bagas"teriak Manda lagi lagi membuat kuping Bagas memanas.


"Whaat,bagaimana bisa Moza diculik pak?"tanya Moza dengan suara panik dan khawatir.


"Mending kamu kerumahnya dulu, saya akan mencarinya"saran Bagas mematikan ponselnya sepihak dan bergegas kembali kemobil,dan yang lainnya ikut mencari dengan mengendarai mobilnya Moza.


Manda yang khawatir dengan hilangnya Moza,memutuskan untuk meninggalkan acara nya dan pergi kerumah Moza.


Emilia yang tidak tahu berbuat apa-apa hanya bisa menangis,Albertoo yang sudah seminggu tak ada kabar dan kunjung mendapat petunjuk dimana dia berada.Karena beberapa hari lalu Evan mengabarkan bahwa Albertoo sudah hilang dari tempat proyeknya,kini anak buahnya belum berhasil melacak keberadaannya.Ditambah Moza yang kabur sungguh membuat dirinya sedih dan pasrah.


Ditengah hiruk pikuk kehilangan Moza,beberapa mobil hitam menerobos masuk kegerbang utama rumahnya Moza.Beberapa pria bertopeng menumpas habis beberapa pengawal,setelah berhasil mengepung pengawal yang menjaga didepan,mereka kemudian masuk kedalam rumah.Emilia yang masih menangis mendengar langkah kaki kearahnya,belum sempat dia mengangkat kepalanya,dirinya sudah dibekap dan pingsan.

__ADS_1


Beberapa pria bertopeng itu membopong tubuh Emilia keluar,bersamaan dengan itu Manda sudah sampai disana,dan melihat pengawal disana jatuh pingsan semua.


Dia segera masuk kedalam dan melihat Emilia yang dibopong oleh pria bertopeng,dan hendak dimasukkan kemobil,dia berteriak menghentikan mereka tapi dengan mudahnya mereka melawan Manda,sehingga dia jatuh pingsan.Pria bertopeng itu memasukkan Emilia kemobil dan keluar dari gerbang kediaman Albertoo.


Disebuah tempat,sebuah gedung mewah dan dikelilingi tembok yang tinggi masuklah beberapa mobil hitam.Dan beberapa pria berjas hitam membopong tubuh seorang wanita,diikuti juga oleh mobil yang baru saja masuk turut membopong orang juga.Mereka tak lain dan tak bukan adalah Moza dan juga ibunya Emilia,kini mereka berhasil diculik dan dibawa ke tempat Yano,sebuah gedung besar yang tersembunyi sehingga tak ada seorangpun yang bisa mengetahui tempat ini.


"Bawa mereka masuk!"perintah salah satu dari mereka.


Mereka bergerombolan membawa mereka masuk kesebuah ruangan yang terpisah.


"Kalian jaga mereka,saya lapor ke tuan muda dulu"kata salah satu pria itu dan disetujui oleh kawan-kawannya.


Tok...tok...


"Masuk"perintah seseorang dari dalam.


"Lapor tuan muda,sudah saya bawa gadis itu dan ibunya"kata pengawal itu sambil menunduk.


"Bawa saya menemui mereka!"


"Baik tuan muda"seorang pengawal itu meninggalkan tuan mudanya seorang diri.


Seorang pria tampan dengan ekspresi dinginnya mengambil sebuah map dilacinya,dia membuka map tersebut dan menatapnya dalam diam.


"Mengapa harus kamu,mengapa harus kau yang aku benci?"tanyanya dengan sendu,bersandar disebuah meja dikamarnya yang memiliki ornamen serba gelap.


Huffttt...

__ADS_1


Dia menghela napasnya kasar,lalu dia menutup dokumen tersebut,dan mengambil sebuah jas yang tergantung.


"Ingat Yano,jangan sampai ada rasa kasihan dengan gadis itu"ucapnya membulatkan tekadnya,dia melangkahkan kakinya keluar ruangan dan menyusuri beberapa ruangan,dan berjejer pengawal membungkuk hormat kepadanya.


__ADS_2