Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Rahasia Jesika


__ADS_3

Revan ingin menyalakan mesin mobilnya,namun dia baru teringat ponselnya tertinggal didalam rumahnya Yano.Dia segera bergegas masuk kedalam rumah dan masuk kekamar tamu yang dipakainya.


Dia mencari kesana kemari,namun tak menemukannya lalu dia membuka laci dan menemukan ponselnya disana,namun tangannya juga meraih sebuah kertas yang kebetulan ada disamping ponselnya.


Karena takut ketinggalan pesawat,Revan mengurungkan niatnya untuk membuka kertas itu dia memilih menyimpan disaku celananya lalu pergi.


Kini Revan sudah dalam perjalanan,menyusul Yano ke bandara.Dalam pikirannya dia masih terbayang kalo Jesika akan menikah.Ada gemuruh dalam dadanya sekaligus amarah yang ingin meledak.Tapi dia yakin kalo ada hal lain yang memaksa Jesika untuk menikah,karena sebelum Jesika pergi mereka sudah kembali menjadi sepasang kekasih.


Walaupun harus Revan akui kalo selama beberapa minggu semenjak kepergian Jesika ,dia tak pernah mendapat pesan atau telepon dari wanita itu.Mungkinkah Jesika kembali berkhianat seperti dulu?,itulah yang Revan takutkan tapi sebisa mungkin dia menepis perasaan itu.


Ditengah pikirannya yang berkecamuk Revan baru tersadar dengan surat yang diambilnya tadi,dia merogoh saku celananya kemudian membuka isi kertas itu,dia penasaran dengan isi kertas itu lipatan itu seperti mwmbungkus sesuatu.


Dia membukanya,dan benar dugaannya ada sesuatu didalamnya,Revan mengerutkan keningnya menatap sebuah foto USG.


"Milik siapa ini?tanya dengan bingung,kemudian dia melihat surat yang tadi supaya menemukan petunjuk foto USG tadi.


"Nggak mungkin ini milik Moza,secara dia tak pernah menempati kamar itu"pikirnya


Revan membaca surat yang berisikan beberapa kalimat itu dengan serius.


"Dear Revan Junior,mommy bersyukur sekali kamu hidup dalam rahim mommy.Mommy janji akan merawat kamu dengan baik.Tapi sebelum itu mommy minta maaf harus membawa kamu jauh dari daddymu,karena mommy tidak mau kamu disakiti.Mommy harap kamu takan membenci mommy"


JESIKA


Begitulah kalimat singkat dalam surat itu,dan mampu membuat dada Revan terasa sesak,mukanya nampak memerah.


"Revan junior?,apa ini nyata?"tanya Revan menepuk pipinya karena tak percaya,setetes air mata jatuh dipipinya,mungkin dia merasa bahagia atau justru sedih dengan kehamilan Jesika.


"Apa tuan baik baik saja?"tanya sang supir yng melihat kakak ipar dari Yano itu mengeluarkan air mata,namun Revan seolah tak mendengarnya.Dia masih hanyut dalam pikirannya tentang isi surat itu.

__ADS_1


"Kalo memang Jesika hamil anakku,kenapa dia tidak memberitahunya?,lalu kenapa dia bilang kalo dia pergi karena memiliki kekasih?" banyak yang ada dalam benak Revan,hingga tak terasa ternyata mereka sudah sampai dibandara.


"Tuan kita sudah sampai"tegur sang sopir melihat Revan yang hanya melamun,padahal mobil sudab berhenti.


"Ooh iya pak"Revan langsung bergegas keluar,karena dia ingin segera bertemu dengan Jesika,untuk meminta penjelasan dari wanita itu.


Sementara itu,sedari tadi Yano menunggu kedatangan Revan,namun belum juga muncul.Baru saja dia ingin menelponnya,namun orang yang ditunggu sudah muncul didepannya.


"Kamu itu kayak wanita aja,lama sekali orang dari tadi susah nungguin"kesal Yano memarahi adik iparnya itu.


"Aku lagi nggak mood bertengkar"balas Revan dan mendudukan pantatnya dikursi untuk merilekskan pikirannya.


"Heeem sok sok an kalem gitu,padahal dalam hati kamu pasti sangat takut kalo Jesika akan menikah dengar orang lain"kompor Yano dan ditatap tajam sama Revan.


"Aku mau bicara sesuatu sama kakak ipar"


Revan terlihat menghembuskan napasnya sebelum bicara,dan Yano pun bisa melihat gerak gerik adik iparnya itu,yang tidak seperti biasanya.


"Seberapa jauh kakak ipar mengenal Jesika?"kata Revan sambil menatap lurus kedepan.


"Jesika itu teman waktu kecilku,keduaorangtuku cukup dekat,namun semenjak dia pindah ke Amerika kami lost kontak,lalu.."Yano menggantung ucapannya,padahal Revan dengan serius mendengarnya.


"Lalu...pesawatnya mau berangkat,mending didalam aja kita cerita"Yano menarik Revan untuk segera memnuhi panggilan untuk masuk kepesawat.Terpaksa Revan pun mengikut saja.


Dipesawat barulah Yano melanjutkan ceritanya.


"Entah sudah berapa tahun kami tidak bertemu,tiba-tiba dia muncul dirumahku dan ayahku menyuruh dia tinggal disana hanya untuk mengganggu hubunganku dengan Moza."Yano tak mau menutupinya lagi,karena dulu dia mengetahui niat Jesika yang disuruh oleh ayahnya Agusto agar Yano tidak jatuh hati dengan Moza.


"Apa dulu Jesika menyukaimu?"tanya Revan

__ADS_1


"Jesika tidak menyukaiku,karena dia hanya disuruh oleh ayahku,mau tidak mau dia menurut saja karena orangtuanya jadi sasaran."terang Yano membuat Revan semakin bingung.


"Memangnya apa yang ayahmu lakukan sama orangtuanya?"wajah Revan mulai terlihat masam


"Kamu nggak usah pikir yang aneh-aneh,aku juga dulunya korban sama seperti Jesika,karena diperalat oleh ayah angkatku itu dia menghasutku untuk balas dendam kepada ayahmu lewat Moza karena dia anaknya"


"Aku ingin mendengar tentang Jesika bukan kau"celah Revan membuat Revan memelotot tak percaya dengan orang disampingnya,dia sudah panjang lebar cerita malah dianggurin,namun Yano harus sabar menghadapi adik iparnya yang sedang galau.


"Ok,Ayahku itu kejam dia mengancam orangtuanya Jesika supaya memaksa Jesika untuk melakukannya,padahal dia wanita baik-baik,aku bahkan belum sempat minta maaf kepadanya karena sudah terlanjur diculik"Yano menyinggung soal penculikan yang dilakukan oleh Revan dan dokter Jaya dulu,niat awalnya mau culik Moza malah dapat Jesika.


Revan hanya diam saja,tak mau menanggapi.


"Lalu kenapa kamu bisa ketemu Jesika,apa kalian pernah kenal sebelumnya,atau baru saling jatuh cinta pas kamu menculiknya dan mengurung dirinya dirumahmu?Yano juga penasaran dengan kisah cinta Jesika dan Revan.


"Sebenarnya kami sudah cukup lama kenal,jauh sebelum kejadian kamu sama Moza.Aku bertemu dengan saat hari pertama aku menjadi CEO diperusahaan papa untuk menggantikannya"


"Lalu kamu langsung menembaknya?"celoteh Yano,namun ditampol sama Revan.


"Gue nggak seperti lo,buru buru banget langsung dinikahin."


"Nggak usah bahas itu,mending lanjut cerita"Yano pun ingin mendengar lebih lanjut mengenai kisah perjalanan cinta adik iparnya itu.


"Jesika bekerja untuk perusahaan ku sebagai model produk baru kami,darisitu kami saling kenal dan akhirnya karena saling nyaman kami memutuskan untuk menjalin hubungan"Revan mengingat ingat lagi kenangannya dengan Jesika,hingga wajahnya tiba -tiba sendu.


"Lalu dua tahun kami bersama,tiba-tiba tengah malam dia mendatangi apartemenku dengan seorang pria.Lalu menangis mengucapkan perpisahan dengan ku,dia bilang sudah memiliki kekasih dan memutuskan nya secara sepihak."


"Waaah pasti hati kamu sangat sakit?"tanya Yano seolah olah dia juga turut merasakannya.


"Waktu itu kami tidak bertengkar,memang hari itu sungguh aneh dia tidak pergi kekantor dan tak mengabari aku sepanjang hari,aku khawatir dan bertanya kepada temannya namun merekan bilang dia pergi menemui ibu dan ayahnya,aku juga tidak mencarinya karena dia mungkin ingin menghabiskan waktu dengan orangtuanya"jelas Revan panjang lebar ,walau dengan senyum yang dipaksakan,Yano hanya bisa mengelus pundaknya untuk memberikan sedikit ketenangan bagi Revan.

__ADS_1


__ADS_2