Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Mesum


__ADS_3

"Iya benar tanta"jawab Moza tersipu malu karena perlakuan dari Riana yang begitu lembut dan berlebihan padahal mereka baru bertemu,namun ibunya Yano sangat baik dengannya.


"Tapi Nak Moza sepeting apa urusan kamu dengan Yano sampai kamu datang kesini"tanya Agusto merasa heran dengan kedatangan Moza yang tiba-tiba.


"Kemarin dia kena tilang pa"sahut Yano yang muncul tiba-tiba.


Kini Moza sudah tak bisa berkata-kata lagi setelah ketahuan alasan dibalik kedatangannya,dia hanya bisa menunduk malu ditengah-tengah orang yang ada dihadapannya


"Tega banget kamu Yan nilangin gadis secantik Moza"bela Riana agar Moza tak dipojokkan


"Ngapain belain dia"kata Yano dengan kening berkerut


"iya betul Yano,kasihan Moza harus repot-repot datang kemari"tambah Yano ikut-ikutan membela Moza


"Nggak apa-apa kok om,tanta,lagian ini semua konsekuensi karena Moza sudah melanggar aturan lalu lintas"kata Moza dengan jujur mengakui kesalahannya.


"Giliran dibela baru ngaku salah"ketus Yano dengan tatapan sinis kepada Moza


"Yano sopan dikit sama tamu"sahut Riana melempar tatapan tajam kearah Yano

__ADS_1


Yano malah balas menatap tajam kearah Yano,lagi-lagi Moza menunduk takut.Agusto yang melihat ketegangan diantara ketiga nya mengambil langkah untuk memecah situasi tersebut


"lebih baik kita makan malan,ini waktunya makan malam"


"aduhhh betul banget deh usul papa"jawab Riana kearah Moza


"Tidak usah tanta lagian ini sudah malam,aku takut mama dan papa khawatir aku belum pulang"tolak Moza yang terkejut bahwa hari sudah larut malam


"nggak ada tapi-tapian,tanta dan om nggak menerima penolakan"sarkas Agusto tak mau membantah.


"ngapain ditahan-tahan sih pa"kesal Yano kepada papanya


"Ayo Moza kita makan bersama"kata Agusto tak menghiraukan tatapan tajam dari Yano.Dengan langkah kaku Moza mengikuti langkah kedua orangtua Yano,dan dengan terpaksa Yano mengekor dibelakang mereka bertiga sambil mengumpat dalam hati.


Kini semuanya sudah berada dimeja makan,Moza malu sendiri dilayani oleh Riana yang merupakan ibu kandung Yano,sedangkan dari sudut lain Yano mengepal erat tangannya melihat mamanya begitu memanjakan Moza.


"Apa perlu mama gue juga yang suapin elo,dasar cewek sombong"Yano menghina Moza secara terang-terangan,sedang Moza hanya mampu tertunduk menahan rasa yang sedari tadi untuk tidak menangis,karena sejak kedatangannya tadi seolah-olah Yano menyudutkan Moza secara terang-terangan didepan kedua orangtuanya.


"Yano,jaga sikap kamu dimana etika kamu sebagai seorang kapten polisi hah?"bentak Agusto kepada putranya dengan nada tinggi,sehingga Yano diam seketika menandakan bahwa ayahnya benar-benar marah.

__ADS_1


Suasana makan malam pun menjadi sunyi tak ada suara hanya suara sendok dan piring yang menemani makan malam mereka.


Moza yang sudah tak tahan berada dirumah Yano memutuskan untuk pulang,karena dirasa kehadirannya hanya menjadi biang ribut saja dirumah Yano.


"Tanta,Om Moza mau pamit pulang dulu,terima kasih atas makan malamnya"pamit Moza dengan ramah dan sopan


"ya udah kalau begitu Yano saja yang ngantar kamu pulang,tidak baik perempuan sendirian malam-malam begini"kata Riana menatap putranya yang sontak langsung menolak saran ibunya.


"diakan udah gede ma,biar dia pulang sendiri"tolak Yano hendak beranjak dari duduknya.


"Yano!"panggil Agusto menghentikan langkah kaki Yano,terpaksa Yano menurut agar tidak menambah amarah ayahnya,dia pun mengambil jaketnya dan langsung menghampiri Moza yang masih setia berada disisi mamanya.


"Ayo berangkat sebelum gue berubah pikiran"kata Yano sambil berlalu didepan Moza menuju ke parkiran,sebenarnya Riana mau Moza untuk nginap rasanya dia nyaman dengan pertemuannya dengan Moza walaupun baru kali pertam mereka bertemu,akan tetapi keduannya seperti ibu dan anak.Dan disinilah Riana memeluk Moza dengan erat untuk melepas kepulangan Moza.


Akhirnya Moza berada satu mobi dengan Yano menggunakan mobil milik Moza,kemudian ada sopir Yano yang mengikuti mereka agar Yano pulang dengannya selepas mengantar Moza.Tak ada percakapan didalam mobil,keduannya berlarut dalam pikiran masing-masing.Yano fokus meyetir sedangkan Moza sibuk bermain dengan hpnya untuk mengusir rasa kantuknya yang menyerangnya secara tiba-tiba.


Setengah perjalanan sudah ditempuh oleh keduannya,akan tetapi tak ada percakapan diantara mereka,sehingga Moza tak kuay lagi menahan kantuknya segera berlabuh kealam mimpinya,hingga tak menyadari sepasang mata disebelahnya curi pandang terus kepadanya.


"Merasa menang banget lho hari ini sudah mengambil hati kedua orangtua gue"Yano angkat bicara untuk membuka keheningan yang sedari tadi menguasai mobil tersebut.Karena tak ada jawaban dari Moza,akhirnya Yano melirik kearah Moza alangkah terkejutnya dia mendapati Moza sudah tertidur dengan rambut terurai menutupi wajahnya yang nan mulus,sinar rembulan menerangi wajah Moza yang sangat cantik.Yano yang terpana tak mengalihkan pandangannya dari wajah cantik itu,dia menepikan mobilnya entah apa yang dipikirkan Yano.

__ADS_1


"Cantik sekali"gumam Yano dengan pelan memuji paras dari wanita disebelahnya,dia lupa akan kekesalnnya kepada Moza dia mendekat kearah Moza dan perlahan-lahan dia merapikan rambut Moza dengan pelan takut Moza terbangun,perlahan Yano membelai wajah Moza dengan lembut,entah apa yang dipikirkannya saat ini hingga dia berani membelai wajah Moza.


"Masum"ujar Moza disela tidurnya.Ternyata dia hanya mengigau,sontak membuat Yano menjauhkan tangannya dari wajah Moza agar tidak dipergok oleh Moza.Yano pun melajukan mobilnya menuju kekdiaman Moza.


__ADS_2