Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Malam yang Indah


__ADS_3

"Sayang apa kamu sudah selesai?"tanya Yano setelah selesai berganti pakaian,tapi alangkah terkejutnya dia melihat penampilan istrinya yang sangat berbeda hari ini.


Riasan Moza malam ini,membuat Yano tak berkedip menatapnya.


"Apa ada yang salah dengan wajahku mas"cemas Moza karena ditatap seperti itu oleh Yano.


"Akh tidak sayang,malahan aku jadi terpana dengan kecantikanmu malam ini"puji Yano mendekati Moza,dan menatapnya penuh cinta.Yano menggandeng Moza dan membawanya kearah balkon.


"Sekarang ini perayaan ulang tahunmu khusus dari suami tercintamu"Yano mendudukan Moza disebuah kursi.


"Terima kasih mas,aku senang bisa bersamamu walau dengan awal yang kurang mengenakan."Moza merasakan semua perjuangannya selama ini,yang begitu pahit.


"Jangan ingat ingat lagi,aku mau kamu tersenyum malam ini"Yano mengusap lembut air mata yang mengalir dipipi Moza.


Lalu Yano menyalakan lilin nya,


"Ayo sayang sekarang tiup lilinnya"titah Yano

__ADS_1


Hupppp...


Beberapa tiupan mematikan lilin itu,dan saat itu juga suara kembang api memenuhi langit,membuat Moza terpesona.


"Wow ini indah banget mas"takjub Moza memandangi kembang api yang memenuhi langit malam ini.


"Iya sayang,karena hari ini adalah hari yang indah untukmu,selamat ulang tahun istriku"Yano memeluk Moza dari belakang dan mencium lehernya,hingga sang empunya kegeliaan.


"Mas terima kasih,aku akan menjadi istri yang terbaik untukmu"ucap Moza tulus,lalu Yano membalik tubuh istrinya hingga tatapan keduanya bertemu.


"Aku juga akan menjadi suami terbaik untukmu"setelah berucap dengan hati-hati Yano mencium bibir Moza dengan lembut,takut perut Moza terhimpit.


Deru kembang api dilangit malam membuat suasananya semakin romantis.


Yano melepas tautan bibirnya,dan menggendong Moza masuk kedalam kamar mereka,lalu merebahkannya secara pelan-pelan.Yano kembali mencium bibir ranum Moza,tangannya pun tak bisa diam,kedua insan itu lama kelamaan larut dalam penyatuan yang sempurna.


Rembulan malam menjadi saksi dua insan yang tengah memadu kasih,hingga tak terasa mereka lelah setelah selesai bertempur dalam cinta yang membara.

__ADS_1


"Terima kasih sayang"bisik Yano sembari mengecup pucuk kepala Moza,namun Moza tak mampu mengeluarkan sepatah kata karena lelah bercampur kantuk,dia tersenyum menatap Yano kemudian matanya perlahan tertutup.


"Hmmm kamu memang cantik Za"puji Yano menatap intens wajah cantik istrinya yang sudah lelah melayaninya.


Dia pun memeluk Moza dan ikut bergabung tidur dengan Moza.


Keesokan harinya,baik Moza maupun Yano masih diam dibawah selimut,sinar mentari yang menusuk dibalik tirai tak mengusik tidur keduanya.


Sementara itu Emilia dan Albertoo sejak tadi menunggu dua insan yang masih terlelap diruang makan.


"Sebaiknya tuan dan nyonya makan duluan,mungkin tuan dan nona muda masih tidur"ujar Gala yang mengenal kebiasaan Yano.


"Tapi nak Gala Moza pasti kelaparan,apalagi dia sedang mengandung"tutur Emilia mengkhawatirkan cucunya.


"Nyonya tenang saja,soal itu ada pelayan khusus yang membawa makanan kekamar"balas Gala meyakinkan karena tak tega melihat keduanya yang menunggu pasutri yang tentunya masih bermesraab dikamar.


"Iya ma sebaiknya kita makan dulu,toh kalo dibangunin malah ganggu mereka tidur"cela Albertoo yang sejak tadi juga lelah menunggu,dan pastinya sudah kelaparan.

__ADS_1


Gala bernapas lega melihat mertua Yano itu mulai makan,tapi dia mengumpat habis habisan Yano yang melimpahkan tugas itu kepadanya,sedangkan dia bisa bermesraan dengan istrinya.


"Dasar lo Yan,bisa-bisanya membuat mertua lo kelaparan"rutuk Gala dalam hati.


__ADS_2