
Yano yang mulai lelah menangis,akhirnya tertidur disamping Moza dengan menggenggam tangan mungil itu.
Sementara Gala dan Jeff masih berjaga didepan ruangan.Karena waktunya untuk mengganti infus,Mika yaitu sidokter cantik kembali lagi keruangan Moza,dia berpapasan dengan Gala yang ingin beranjal ketoilet.
Brukkk
Gala yang kebelet tak sengaja menabrak Mika yang jalan tertunduk.Tubuh wanita itu hampir terjatuh jika tidak ditahan oleh sebuah tangan kekar yang melingkar dipinggangnya.
Mika yang tak merasakan sakit membuka matanya,dan mendapati aajah pria yang sangat dikenalinya sedang menatapnya dengan intens.
"Gala"
Deg
Suara jantung Gala yang tiba-tiba berdetak dengan kencang didengar oleh Mika.Gala segera membantu wanita itu berdiri,dan memperbaiki jasnya.
"Ternyata kamu tidak lupa sama aku"Gala berusaha terlihat datar saja.
"Wajahmu saja yang tidak kulupai,karena sifatmu ternyata sudah berubah"sindir Mika melengos pergi dari hadapan Gala.
"Dibantuiin tapi tidak tahu terima kasih"gumam Gala tapi didengar oleh Mika.
Gala pun memutuskan ketoilet dengan perasaan dongkol.Mika pun sudah sampai didepan ruangan ICU,untuk mengecek kondisi pasiennya.
__ADS_1
Dia menatap sekelilingnya tak ada wajah pria yang dicarinya,diapun membuka pintu ruangan itu dan disuguhkan pemandangan yang menyayat hatinya.
Dimana Yano tertidur pulas menggenggam tangan Moza,dan tangan nya yang satu memeluk Moza dengan mesra.
"Hufttt tahan Mika,kamu nggak boleh cemburu"dia menyuruh seorang suster untuk membangunkan Yano.
"Akkh maaf sus,saya jadi tertidur"ucap Yano tak enak hati.
"Tidak apa apa pak"
"Ekhem apa anda bisa keluar sebentar karena saya ingin memeriksa istri anda dulu"Mika mengusir Yano secara halus agar dia bisa fokus kembali,pria itu hanya menurut dan keluar tanpa suara.
Setelah Yano keluar barulah Mika mulai memeriksa Moza kembali.Tak butuh waktu lama dia selesai mengganti infus Moza.
"Aku memang tak secantik dn semuda kamu,apakah aku sanggup melihat orang yang kucintai hidup bersama wanita lain?"Mika tertawa dengan berderai air mata mengingat cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
"Aku harap kamu bisa menemukan kebahagiaanmu dengan orang yang tepat"suara Yano mengagetkan wanita itu,dengan segera dia menghapus jejak air matanya.
"Emm kamu ngagetin aja"
"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah,aku harap kamu bisa melupakan aku"ujar Yano mengusap perut buncit istrinya.
"Aku tahu kok Yan,kamu nggak usah khawatir kalo aku hadir lagi dikehidupanmu,karena hari ini adalah hari terakhirku bekerja disini"balas Mika dengan wajah ditekuk,menahan air matanya untuk tidak jatuh.
__ADS_1
"Memangnya kamu mau kemana?"tanya Yano dengan kening mengkerut.
"Aku akan ke Amerika,aku akan menjalankan rumah sakit milik kakekku disana"
"Huftt semoga kamu bisa mendapat penggantiku disana"Yano merasa iba melihat wanita yang sangat mencintainya dulu,tapi dia tidak bisa menerima cinta dari wanita itu.
"Aku harap kamu bahagia dengan istrimu"Mika menegakkan wajahnya berusaha tegar menatap pria yang sangat dirindukannya selama ini,yang terus menghantuinya sepanjang malam.
"Terima kasih Mika"ucap Yano tersenyum tulus,tak disangka wanita itu langsung memeluk Yano dengan erat.
"Mika jangan seperti ini!"Yano merasa terkejut dengan pelukan itu.
"Biarkan sepeeri ini,anggaplah ini sebagai tanda perpisahan kita."Isak Mika dan Yano pun pasrah dan mengelus punggung wanita itu.
Ternyata ada dua orang yang manyaksikan mereka dengan rasa cemburu.Moza yang sudah sadar membuka matanya perlahan dan menatap sekitarnya,tapi dia malah mendapati suami tercintanya berpelukan dengan seorang wanita tepat didepan matanya.
Dadanya begitu sesak,tanpa permisi air matanya jatuh tak tertahankan.
"Kamu memberi banyak kejutaan untukku hari ini mas"gumamnya memejamkan matanya kembali dan berpura-pura belum sadar.
"Mengapa aku harus sadar jika harus melihat kau bersama wanita lain mas,mendingan aku memilih tidur untuk selamanya"lirihnya menahan sesak didadanya.
Bukan hanya Moza yang cemburu,ternyata didepan pintu kaca itu,seorang pria tengah menahan api cemburu melihat orang yang dicintainya memeluk pria lain.
__ADS_1
"Apa tak ada tempat untukku dihatimu Mika?"tanyanya dengan lesu.