
Setelah Moza menjalankan hukumanya,dia pun memutuskan pulang naik angkot,tentu saja ini merupakan kali pertama dia naik angkot.Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh,Moza sampai dirumahnya.Segera Moza masuk ke mansion lalu berlari menuju kamarnya,menghempaskan tubuhnya kekasur yang empuk melepas kelelahannya.
"Aduh cape banget deh!"keluh Moza merasakan tubuhnya yang terasa remuk.
Tak ingin berlama-lama dikasur,Moza masuk kekamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah seharian berjemur dibawah terik matahari,hanya mencuci satu mobil saja.
Dikantor Polisi..
waktu menunjukkan pukul 5 sore,disebuah ruangan seorang pria tampan membereskan ruang kerjanya dan sibuk merapikan berkas-berkas diatas mejanya,siapa lagi kalau bukan Yano.Setelah seharian penuh bekerja Yano memutuskan pulang lebih awal dari teman-temannya.
"Sore kapten,tumben pulang cepat"tegur Gery yang merupakan bawahan sekaligus teman dari Yano.
"Iya nih Ger,soalnya ada urusan sedikit dirumah"alasan Yano karena sebenarnya dia pengen cepat istirahat.
__ADS_1
"Ya udah Ger,sampai jumpa besok ya"tambah Yano sambil melajukan mobilnya.
Tak butuh waktu lama Yano tiba dimansionnya,seorang satpam membukakan gerbang untuknya.Yano memasuki mansion mewahnya yang berlantai dua,dia tinggal bersama kedua orangtuanya,akan tetapi karena semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing mereka jarang berkumpul dirumah.Sehingga keperluan Yano disiapkan oleh para pelayan yang ada dirumahnya,karena Yano merupakan anak yang mandiri,terkadang dia menyiapkan sendiri keperluannya.
Dan kini Yano berada dikamarnya,sebuah kamar berukuran sedang,dilengkapi dengan sebuah meja kerja.Yano membersihkan tubuhnya,setelah itu ia merebahkan tubuhnya sekejap melepas lelah yang menggantung ditubuhnya.
Tiba-tiba saja saat Yano memejamkan matanya,terlintas bayang wajah Moza dikepalanya.
Kemudian Yano berjalan dibalkon kamarnya,menikmati pemandangan langit sore yang memanjakan mata.
"Benar-benar cewek yang aneh"gumam Yano ketika mengingat kelakauan Moza saat mencuci mobilnya.
Flashback Off
__ADS_1
Moza yang bingung dengan hukuman yang diberikan oleh Kapten polisi tersebut,memilih pasrah saja ketimbang hukumannya ditambah.Karena Moza baru pertama kali mencuci mobil tidak tahu apa saja yang digunakan untuk mencuci mobil,dan dari kejauhan dia mendapati sebuah ember,lalu dia berlari kecil kearah ember tersebut.Lalu dia pun kegirangan mendapati sebuah ember berisi air sabun dengan sebuah kain tak berbentuk tanpa Moza sadari air tersebur merupakan bekas air pel,tanpa pikir panjang Moza menggunakan air sabun tersebut untuk mencuci mobil patroli milik Yano.Sementara diseberang sana Yano menahan kekesalannya melihat mobilnya dicuci dengan bekas air pel.Setelah memakan waktu cukup lama Moza selesai mencuci mobilnya.
Moza tersenyum puas karena sudah menyelesaikan hukumannya,meskipun mobilnya bukan tambah bersih malah menjadi kotor.Akan tetapi Moza merasa bangga bisa mencuci mobil tersebut,tak henti-hentinya Moza tersenyum sambil memandangi mobil milik Yano.
"Ngapain dia senyum-senyum sendiri"seru Yano menatap Moza dari kejauhan.Yang ditatap semakin memperlebar senyumnya membuat orang yang menatapnya langsung terpana,seperti saat ini tiba-tiba saja sebuah hembusan angin mengurai pengikat rambut panjang milik Moza,saking senangnya Moza tak menghiraukan rambut panjangnya terurai oleh angin tanpa dia sadari pula,sedari tadi Yano menatapnya tanpa berkedip.Setelah beberapa saat memandangi Moza Yano berlalu begitu saja.
Flasback On
Yano yang mengingat kekonyolan Moza,sejenak tertawa kecil.
"Moza Clarisa Putri,nama yang cantik secantik orangnya sih! "sebuah kalimat pujian untuk Moza lolos begitu saja dari bibir Yano,dia pun terkejut dengan perkataannya sendiri.
"Yano!Ngapain lho mikir cewek aneh itu sih"sesal Yano mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
__ADS_1