
Setelah pulang sekolah Moza dan Manda berjalan beriringan kedepan parkiran,Bagas sudah bersiap untuk mengantar Moza.
"Pak saya mau shopping dulu hari ini sama temanku,jadi bapak pulang saja"kata Moza kepada Bagas yang sibuk melap kaca mobilnya padahal masih mengkilap.
"Tidak bisa nona saya harus mengawal kemanapun nona pergi"tegas Bagas mengehentikan kegiatannya dan menatap Moza dengan dingin,tapi Moza membalas tatapan bengisnya kepada Bagas.
"Za kita ke mall dulu atau cari makan?"tanya Manda yang tadinya berpisah diparkiran dengan Moza,dan tiba -tiba berada disamping Moza.
"Oooh iya gue jadi lupa Manda,ini nih om gue yang duda Man"kata Moza menarik tangan Manda.
"Duda?"tanya Bagas melihat sekitar,yang kini tinggal dirinya lah laki-laki,terus apakah om yang dimaksud Moza adalah dirinya.
"Ooh dari tadi kek Za,mumpung jomblo nih"kata Manda menatap laki-laki dihadapannya,dan mata keduanya saling bersitatap,detik berikutnya Manda membelalakkan matanya mengingat orang yang tengah menatapnya datar.
"Ternyata cowok kaku itu om lo Za"ceplos Manda lengsung mendapat tatapan tajam dari Bagas.
"Cowok kaku,kalian saling kenal"tuding Moza menatap dua orang tersebut satu persatu.
"Enggak"jawab keduanya serempak.
"Terus kenapa bisa lo bilang cowok kaku?"
"Eemm itu kemarin dirumah sakit tuh,gue ketemu sama bapak ini,ternyata dia om nya lo"jawab Manda gelagapan takut melihat raut wajah dari Bagas yang tak bersahabat.
"Mumpung kalian sudah ketemu,mending kalian berjabat tangan dulu"Moza menarik tangan Manda dan Bagas secara bersamaan dan akhirnya keduanya saling berjabat tangan.
__ADS_1
"Om Bagas ini Manda sahabat aku,terus Manda kenalin ini Om Bagas sekaligus duda yang gue maksud."Moza saling mengenalkan dua orang yang masih nyaman dengan tangan yang saling berjabat walaupun suasananya sangat canngung.
Jika Moza dengan tampang tak berdosanya,menganggap Bagas sebagai om nya dan lebih parahnya Bagas adalah seorang duda.Tapi tidak dengan Bagas yang sudah tensi,dia melepaskan jabatan nya dari Manda dan menatap Moza dengan tajam.
"Coba nona ulangi,om nona tidak ada disini ya.Saya hanya body.."Bagas hendak protes dan memberitahu bahwa dirinya adalah bodyguardnya,tapi Moza menginjak kakinya dengan keras.
Awwwwww
Bagas meringis kesakitan mendapat serangan dadakan dari Moza.
"Om Bagas kok kayak kesakitan gitu"tanya Moza dengan tampang tak berdosa
"Iya karena ada semut besar yang nginjak"ringis Bagas menahan sakit sekaligus emosinya.
"Om itu kan om nya Moza,panggil Moza saja ya"pinta Moza dengan muka memelas,lagi-lagi Bagas menghela napasnya dengan jengah berhadapan dengan Moza.
"Za ini beneran om lo atau bodyguard lo sih"tanya Manda
"Ya om gue lah,dia itu cuman mau memperlakukan gue seperti nona mudanya"pamer Moza sambil bergelayut manja secara mendadak dilengan nya Bagas,sedang Bagas yang digandeng seperti itu merasa risih dan mendorong Moza dengan kuat,hingga tubuhnya terhuyung dan untungnya Manda menahannya.
"Eemm maaf non ee Moza,om nggak sengaja soalnya kamu nempel kayak cicak sih"sindir Bagas mengibaskan lengan bajunya seakan akan menghilangkan bekas Moza,dan berlalu masuk kedalam mobil.Manda menatap kearah Moza yang menahan amarahnya,yang ditatap malah balik ninggalin Manda sehingga Manda juga mengekori Moza yang masuk kemobil.
Setelah drama panjang diparkiran,kini mereka pergi ke salah satu mall besar.Moza dan Manda berjalan beriringan,tentu saja Bagas yang menjadi ekor untuk keduanya.Dari pintu masuk saja banyak pasang mata yang melirik kearah mereka,terutama lirikan para kaum hawa kepada Bagas yang terlihat gagah dan tampan.Pasalnya Moza dan Manda masih memakai seragam sekolah masuk kemall,dan Bagas dikira menjadi sugar daddy keduanya.
"Kasihan banget tuh anak jaman sekarang,akibat nggak diperhatiin sama ortu malah cari sugar daddy lagi"bisik salah seorang karyawan mall tersebut,walaupun Moza mendengarnya tapu dia tidak peduli dia memilih acuh saja.Kalo Bagas sendiri menahan kesal dalam hati karena berani-beraninya ada orang yang menghina nona mudanya.
__ADS_1
"Kali ini kalian selamat,atau tidak sudah kurobek mulut kalian"ucap Bagas dan melemparkan tatapan mematikan kepada karyawan tersebut,seketika nyalinya menciut dan bersembunyi dibalik punggung temannya.
"Aduhh ganteng banget tu cowok'bisik beberapa cewek sekaligus pembeli di mall tersebut,yang memuji ketampanan dari Bagas dan didengar oleh Moza dan Manda.
"Ganteng apanya,belum tahu aja mereka kalo nih duda nggak laku-laku"sindir Moza secara langsung,Bagas hanya bisa meninju udara menahan kesal karena kena sasaran dari kebohongan Moza.
Moza dan Manda sibuk memilih beberapa aksesories wanita serta beberapa baju,dan Bagas yang membawa belanjaan mereka.
"Sial banget gue dapat tugas mengawal bocah prik ini"gerutu Bagas dalam hati meratapi nasibnya yang harus menenteng tas belanjaan milik Moza dan Manda yang tak terhitung jumlahnya.Belum lagi kakinya sudah pegal harus mengekori dua wanita yang terus berkeliling tanpa hentinya.
"Nona saya sudah cape banget ,ayo saya antar nona pulang"ajak Bagas dengan wajah memelas.
"Ihhh om ini gimana sih,belum apa-apa udah cape percuma saja punya badan gede"kata Moza menimpali tak merasa kasihan dengan langkah Bagas yang sudah ling lung.
"Za betul loh kata om Bagas, mending kita pulang lagian banyak tuh yang sudah kita beli."Manda membujuk Moza karena jujur sedari tadi dia juga terus memperhatikan Bagas yang kewalahan membawa belanjaan mereka.
"Loh kok lo tiba-tiba perhatian baget sama om Bagas,apa jangan-jangan lo suka ya sama om Bagss"tuding Moza kepada Manda
"Apaaan sih lo Za,masa iya gue sama duda ya nggak berkelas lah ya.Terus yang tua itu bukan tipe gue"elak Manda tak mau Moza menudingnya,mendengar penuturan Manda ada rasa sakit yang menjalar didalam hati Bagas.Bukan karena dikatai duda tapi sakit hati dikatai tua.
"Why Bagas,itu cuman omongan bocil prik "monolog Bagas dalam hati.
Akhirnya ketiganya memutuskan untuk pulang,sepanjang perjalanan Bagas hanya diam memikirkan penuturan dari kedua bocah tersebut yang mengatai dirinya tua.Sedangkan Moza dan Manda sudah molor duluan dikursi penumpang,mungkin karena sudah kecapean makanya mereka tertidur dimobil.
"Astaga mereka berdua enak enakan tidur setelah nyiksa gue seharian"ucap Bagas melirik dua orang yang sedang tidur nyenyak.
__ADS_1