Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Pernikahan


__ADS_3

Disepanjang perjalanan Yano dan Revan berbagi cerita tentang masa lalu mereka.Hingga tak terasa pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat diAmerika,keduanya disambut dengan sunset yang hampir tenggelam.


"Yan apa yang harus aku lakukan sekarang?"tanya Revan setelah mereka sedang dalam perjalanan ke hotel tempat mereka menginap.


"Kamu tenang saja,aku sudah urus semuanya"balas Yano dengan serius,dia memang sengaja membantu Revan tanpa diketahuinya,selama ini dia telah mengetahui semua tentang masa lalu Revan dan Jesika.Sehingga dia berinisiatif untuk membantunya,dan juga dipaksa oleh Moza karena sekarang status mereka adalah kakak dan adik ipar.


"Aku juga belum mempersiapkan rencana untuk datang kesini,aku sebenarnya ingin menemui Jesika secara langsung"ucap Revan sendu,mengingat dirinya yang merasa tak berjuang keras untuk wanitanya.


Yano yang melihat keterpurukan dari adik iparnya itu hanya bisa diam saja,dia pernah mengalami lika liku dalam percintaan sepertinya.


"Kamu tenang saja,malam ini kita bawa Jesika pulang keJakarta."tutur Yano tersenyum devil,membuat Revan langsung sumriah.


"Kamu serius Yan?"tanyanya tak percaya.


"Kamu tenang saja,aku yang urus semuanya."ungkap Yano membuat Revan lega


"Terima kasih Yan"ucapnya tulus.


Disisi lain,tepatnya disebuah ruangan seorang wanita cantik yang sedang dimake oleh seorang MUA,nampak kelihatan sedih berulang kali dia meneteskan air mata sehingga berulang kalipun make up nya diperbaiki.


"Mba ndak usah sedih lagi ya,aku paham kok bagaimana perasaan mba"ucap seorang MUA yang sejak tadi berusaha menenangkan Jesika.


"Heumm makasih ya mba,sebenarnya aku belum siap untuk menikah"Jesika sejak tadi tak tenang,karena sebentar lagi dia akan menjadi istri dari pria yang tak dicintainya.Sudah kesekian kali dia berkorban untuk melindungi orangtuanya hingga harus menikah dengan pria itu.


"Maafkan aku Revan"ucapnya dalam hati dengan menahan sesak didadanya.


Ditengah kesedihannya itu,seorang anak kecil menerobos masuk dan langsung memeluknya.


"Mommy!"panggil anak kecil itu dengan memeluk erat Jesika,membuat wanita itu tersentak kaget.


"Rein,kenapa kamu bisa ada disini?"


"Aku datang bersamanya Jes"seorang wanita cantik muncul dibalik pintu dengan tersenyum melangkah menghampiri Jesika.


"Jenny,kenapa kamu tak mengabari aku sebelum kesini"Jesika seperti panik melihat kedatangan mereka,lalu dia menyuruh MUA nya untuk meninggalkan mereka diruangan tersebut.

__ADS_1


"Jes kamu tenang dulu,aku akan jelaskan semuanya"ucap Jenny yang ternyata sahabat baik dari Jesika.


"Mommy aku rindu banget sama mommy"bocah laki laki itu terus memeluk Jesika,meluapkan rasa rindunya pada wanita itu.


"Mommy juga rindu sama rein,anak mommy ternyata udah besar"Jesika menciumi seluruh wajah bocah laki laki itu,sehingga bocah itu tertawa kegelian.


"Hhhh mommy stop,aku mau tanya dimana daddy Revan?"ceplos Rein membuat Jesika terdiam,membuat Jenny paham akan situasinya.


"Rein mending kamu main dulu,aunty pinjam mommy dulu soalnya aunty mau bicara penting"bujuk Jenny untuk mengalihkan pertanyaan bocah kecil itu,untungnya Rein anak yang penurut sehingga dia beranjak dari pangkuan Jesika lalu memilih bermain mobil mobilan.


"Begini Jes sebenarnya yang minta kami kesini adalah Yano"jujur Jenny membuat Jesika bingung.


"Yano?,kenapa dia nyuruh kamu kesini?"


"Panjang ceritanya Jes"lalu Jenny menceritakan semua kronologi kenapa dia dan Rein muncul dihadapannya,padahal selama ini Jesika sudah melarang keras untuk membawa Rein kemana mana,apalagi sampai bertemu dengan keluarganya terutama orangtuanya.


"Kenapa Yano sampai tahu keberadaanmu"bingung Jesika.


"Dia orang yang berpengaruh Jes,dia punya jaringan di negara luar,tapi kamu tenang saja dia hanya ingin mempertemukan kamu dengan Rein"jelas Jenny dengan serius,namun Jesika masih bingung apa maksud Yano melakukan semua ini.


"Jes aku sama Bara sudah menjaga keamanan Rein sebelum kesini,jadi kamu nggak usah khawatir"Jenny menggenggam tangan Jesika untuk meyakinkannya.


Disaat keduanya tengah berpelukan,tiba-tiba ibunya Jesika muncul,reflek keduanya pun melepas pelukan dan Rein langsung berlari kepelukan Jenny.


"Jes apakah kamu sudah selesai"ibunya muncul dengan wajah sumriah sekaligus heran karena melihat ada wanita cantik yang memangku seorang bocah laki-laki.


"Jesika siapa mereka?"tanya ibunya Jesika menunjuk Jenny dan Rein,membuat jantung Jesika berdebar kencang takut ketahuan sama ibunya.


"Mommy kenalin ini Jenny sahabat aku,ini anaknya"Jesika berusaha menetralkan debaran jantungnya.


"Oooh kenapa kamu nggak bilang kalo mau ngundang teman kamu sih,kenapa nggak dijamu didepan saja ayo nak Jenny tante temani kedepan"ajak ibunya Jesika dengan ramah.


"Mommy biar Jenny temani aku disini,aku ingin melepas rindu dulu"tolak Jesika karena sebenarnya dia ingin melepas rindu dengan Rein putranya.


"Ok tante tinggalin kalian berdua saja"

__ADS_1


Setelah ibunya pergi,barulah Jesika bernapas lega.


"Jen,aku mohon sama kamu jangan biarin Rein melihat proses pernikahan aku dengan Oscar sebentar"pesan Jesika menatap nanar putranya yang kembali asik bermain.


"Iya Jes,nanti aku akan keluar hotel untuk membawanya bermain saja"


Setelah perbincangan mereka,barulah Jesika kembali dimake up dan mengganti baju.Dia lebih tak bisa menahan kesedihannya aaat menatap pantulan dirinya dicermin,dengan berbalut gaun pernikahan itu.


"Mommy cantik sekali,mana papa Revan pasti dia juga ganteng sekali"Rein ikut mendekati Jesika menatap cermin.


Jesika malah tak mampu menjawabnya dan memeluk bocah kecil itu.


Sementara itu Revan dan Yano sudah bersiap meluncur kehotel tempat Jesika akan melangsungkan pernikahannya.


Sepanjang perjalanan,Revan hanya diam saja namun Yano hanya menatapnya dari kaca spion karena dia yang berada dikursi depan.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai,dan banyak tamu undangan yang sudah memenuhi kursi.Mereka disambut hangat oleh para penjaga disana dan mempersilahka masuk.


Revan menatap sekelilingnya,tak ada yang dia kenali dia celingak celinguk mencari sosok yang dicarinya.


"Bersikap tenang saja Van,seolah kamu tamu undangan"tegur Yano dengan berbisik.


Mereka memilih untuk duduk,sambil menikmati pesta,baru saja mereka duduk.Seorang pria dengan stelan jas putih menghamiri meja mereka.


"Tuan Yano Dewantara!"panggilnya dengan menarik salah satu kursi didekat Revan.


"Hey bro,selamat Tuan Oscar atas pernikahannya"ucap Yano menjabat tangan pria itu,Revan hanya diam dengan memasang wajah dinginnya,namun dalam hati ingin menonjok orang disebelahnya ini.


"Hhhhh sebentar lagi untuk ucapannya,wanitaku belum turun dari kayangan"canda Oscar membuat hati Revan geram.


"Tuan Oscar ternyata jujur juga,ooohya kenalin ini adik iparku"Yano memperkenalkan Revan yang diam saja daritadi,dia tahu kalo pria itu sedang menahan emosinya.


"Wahhh kukira dia asistenmu"ejek Oscar dengan sombong menatap remeh Revan,dia mengulurkan tangannya namun Revan nampak acuh lalu berdiri.


"Aku cari udara diluar dulu"setelah itu Revan berlalu pergi,mengacuhkan Oscar yang terlihat emosi karena dia seolah tak mau berjabat tangan dengannya.

__ADS_1


"Sombong juga adik iparmu"Oscar nampak tak suka dengan sikap Revan,namun tak ingin terlihat marah didepan Yano.


"Maaf tuan Oscar,dia memang orangnya tak mau disinggung apalagi soal wanitanya"bisik Yano dengan tersenyum devil,namun Oscar sama sekali tak mengerti ucapannya.


__ADS_2