Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Pulang


__ADS_3

Setelah Yano memakai baju yang dipilih Moza,dia mengajak gadis itu kebalkon.Keduanya duduk bersebelahan dan menciptakan suasana canggung.


"Hayy jagoan daddy apa kabarmu hari ini"Yano mengusir rasa canggung dengan mengalihkan taapannya keperut Moza,sedang Moza hanya diam saja melihat aksi Yano.


"Boleh aku sentuh perutnya?"pinta Yano mendongak menatap Moza yang juga menatapnya,kemudian wanita itu mengangguk setuju.


Perlahan Yano mengelus perutnya dengan lembut.


"Sehat sehat ya jagoan daddy,supaya cepat bertemu mommy dan daddy"Yano terus berinterasi dengan kandungan Moza,membuat Moza tersenyum kecil melihat kebahagiaan dari Yano.


"Iya daddy,tapi daddy janji nggak akan nyakitin mommy lagi"ucap Moza dengan suara seperti anak kecil,mendengar ucapan nya Yano jadi tertunduk ada perasaan bersalah karena sudah membuat istrinya itu menderita.


"Maaf,maaf,dan maaf lagi,aku janji bakal ngelindungin kalian"berulang kali Yano mengucapkan kata maaf,dia memeluk perut Moza dengan mesra,menyesali segala perbuatannya dulu.


"Aku udah maafin kamu mas,apalagi kamu bisa berubah aku yakin kamu punya hati yang tulus"Moza tak bisa membendung rasa harunya,kesabarannya sejak dulu kini terbayarkan.Yano akhirnya bisa berubah dan menerima dirinya sebagai seorang istri yang sah.


"Terima kasih sayang,aku memang nggak salah mencintaimu"ungkap Yano menangkup wajah Moza yang sudah berlinangan air mata.


"Hiks..hiks mas aku pengen dipeluk"Moza terisak sembari meminta dipeluk,saat Yano menghapus jejak air matanya.


"Tanpa kamu minta pun aku dengan senang hati memelukmu my wife"keduanya berpelukan mesra dibalkon kamar Yano.


"Mau dicium juga hah?"goda Yano dengan gerak cepat menciumi seluruh wajah Moza dengan gemas.


"Auww mas geli"rengek Moza tak tahan


Cup


Yano mengecup bibir Moza dengan singkat.


"Jangan panggil mas lagi,sekarang panggil sayang"ralat Moza.


"Enggak mau,aku lebih nyaman panggil mas aja"tolak Moza


"Emang aku mas tukang bakso gitu,justru telingaku yang nggak nyaman dipanggil mas mos mis kek gitu"Yano memasang muka cemberut,dengan pura-pura ngambek membelakangi Moza.


"Nggak usah ngambek sayang,nanti daddy tambah jelek"goda Moza mengelus rambut Yano,dengan menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"Nggak denger"bohong Yano pura-pura nggak dengar.


"Sayang aku pergi kekamarku dulu,soalnya nggak ada yang mau bicara sama aku"Moza pura-pura berdiri untuk balik mengerjai Yano.


"Eit aku hanya bercanda kok"dengan cepat Yano menahan Moza dengan cengar cengir.


"Udah nggak ngambek lagi?"ucap Moza memutar bola matanya.


"Mana bisa aku ngambek dengan istriku yang cantik ini"goda Yano tanpa aba-aba langsung menggendong Moza.


"Mas kamu apa-apaan sih"rengek Moza dengab senyum malu-malu.


"Ratuku harus diistimewakan"Yano tersenyum dan menurunkan Moza diranjang empuknya.


"Mulai sekarang kamu tidur disini,kamarku adalah kamarmu juga"tambah Yano tanpa melepaskan pandangannya kepada Moza.


"Tapi mas._"


Belum sempat Moza meneruskan perkataannya,Yano membungkam bibirnya dengan ciuman lembut.Diserang tiba-tiba oleh Yano membuat Moza mematung tak membalas,tapi perlahan dia mengimbangi ciuman lembut dari suaminya.Semakin lama keduanya terbuai dan semakin menuntut.


Yano menyusuri setiap inci wajah istrinya,memberi tanda kepemilikan dileher mulus istrinya,membuat sang empunya melenguh mendapat sentuhan yang selama ini dia dambakan,karena selama Moza mengandung hormon nya meningkat itulah sebabnya dia tak menolak disentuh Yano.


"Maaf,aku jadi lalai"menyadari aksinya yang sudah terlalu jauh,Yano menjauh dari Moza dan menetralkan rasa yang mulai memanas.


"Nggak usah minta maaf,aku cuman takut terjadi apa apa sama jagoan kita"ucap Moza tersenyum dengan mengelus perutnya,agar Yano tidak merasa bersalah.


"Kamu nggak marah?"tanya Yano memastikan.


"Untuk apa aku marah,kamu juga punya hak atas aku kan mas,jadi nggak usah merasa bersalah gitu"


"Ternyata kamu bukan gadis polos lagi,aku salah menilai kamu Za"ungkap Yano dengan rasa kagum dengan sikap istrinya,yang selama ini dia pikir masih gadis polos dan manja.


"Ini juga berkat kamu,aku bisa tumbuh menjadi gadis dewasa yang kuat dan sabar"balas Moza dengan senyum tulus,membuat Yano tak tahan untuk memeluk gadis yang mampu meruntuhkan hatinya.


Dilain sisi ada yang bahagia,dan dilain sisi situasinya juga berbeda,Revan yang belakangan ini tak pulang kerumah,dan menjaga Jesika diapartemennya tak mengetahui kondisi ayahnya yang kambuh lagi.


Dreet...drettt

__ADS_1


Ponsel Revam berdering,saat dirinya berkutat didepan laptop,dia menghentikan aktivitasnya dan meraih pomselnya dan nampaklah sebuah nama"Dokter Gesrek".


"Ngapain lagi nih dokter gesrek?"


"Hallo,masih hidup lo Jay"


"Nggak usah tanya gue,sekarang juga lo pulang ayahmu kambuh lagi,dan ini semakin parah."


"Apa?,terus kondisinya bagaimana Jay?"


"Gue nggak bisa jelasin lewat telepon,gue minta kamu pulang sekarang juga"


"Tapi Jay"


"Jangan bilang kamu masig menjaga wanita itu,lagian kamu bawa saja dia kerumahmu"


"Bukan gitu Jay._"


Tuttt


Jaya memutuskan sambungannya sepihak,sedang Revan yang mendengar ayahnya kambuh lagi merasa sangat cemas.Dia merasa bersalah karena belakangan ini dia tidak menanyakan kondisi ayahnya,malah sibuk membujuk Jesika yang terus ingin pulang kerumah Yano.Sampai urusan kantornya terbengkalai untung asistennya mampu mengontrolnya.


"Gue harus gimana?,masa iya gue bawa Jesika pulang kerumah?"Revan jadi bingung dengan situasi ini,disatu sisi ayahnya sedang sekarat disisi lain ada Jesika yang harus dia jaga takut wanita itu berbuat hal nekat bila ditinggal sendiri.


"Nggak ada cara lain,terpaksa Jesika ikut pulang saja"putus Revan menuju kekamar yang ditempati Jesika.


"Jesika!"panggil Revan pelan,tapi tak ada sahutan.


"Jes,mau nggak pulang kerumah Yano"pancing Revan dan pintu itu terbuka,muncullah wanita itu dengan tampang lesuhnya.


"Kamu beneran mau antar aku pulang?"tanyanya berubah ceria,dan terpaksa Revan mengangguk bohong,agar Jesika tak menolak kalo dia sebetulnya membawanya kerumahnya.


"Akhirnya gue bebas,Yano I'am coming"Jesika menjadi sangat antusias ketika mendapat angin segar dari Revan,kalo dirinya pulang kerumah Yano.


Dia sudah bersiap dengan memakai baju yang dibeli Revan untuknya,karena kemarin dia diculij hanya pakaian ditubuhnya yang dia bawa.


Tak butuh waktu lama,Jesika sudah tampak segar dan juga ceria,sementara Revan hanya diam saja menatap Jesika yang begitu terobsesi dengan pria yang bernama Yano itu.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat"Revan melangkah lebih dulu keluar apartemen,Jesika mengekor dibelakangnya.Sebelum keluar dia menatap pintu apartemen yang nampak baik-baik saja.


"Kayaknya nggak ada yang beres nih"gumamnya.


__ADS_2