Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Bertemu Lagi


__ADS_3

Setelah sosialisasi selesai,Moza menginggalkan aula dan bergegas kekantin.


"Mba pesan lemon tea satu ya"ucap Moza kepada Mba Yati seorang penjaga kantin.


"kamu pesan apa Manda"tanya Moza kepada Manda yang bengong.


"eem ganggu aja lo Za"kesal Manda menggerutu


Moza mendesis kala mendengar jawaban sahabatnya"emang lo ngapain coba?"


"lo nggak liat apa gue lagi menatap masa depan gue"ujar Amanda tersenyum.


Moza baru menyadari kalau sedari tadi Amanda menatap kearah seorang polisi tampan yang duduk tak jauh dari keduanya,dan dia mengerti siapa yang dimaksud masa depan oleh Amanda.Karena tak ingin sahabat larut dalam hayalannya,Moza segera menarik tangan Manda dan memilih duduk dipojokan hal itu membuat Amanda tambah kesal karena ditarik paksa sama Moza.


"Za ngapain sih tarik-tarik?"tanya Manda dengan muka cemberut.


"Supaya lo nggak berhayal sembarang"ucap Moza menyeruput lemon tea miliknya."alasan lo bilang aja kesal sama tu kapten"tuding Manda


"Ngapain lo bawa-bawa si es batu itu"kata Moza tak ingin membahas sang kapten.


"emang masalah buat lo"Manda menjulurkan lidahnya membuat Moza tambah kesal.Moza yang dibuat kesal langsung badmood dan meninggalkan Manda sendiri.


"eeeh mau kemana lo Za"tahan Manda karena sudah membuat Moza ngambek.


"pengen ke toilet"ketus Moza sambil berlalu

__ADS_1


Manda menghela napas saat punggung Moza menghilang,Manda yang hanya bercanda saja ternyata ditanggap serius oleh Moza,alhasil Manda ditinggal sendiri.Sedangkan Moza sudah berjalan begitu jauh dari kantin ternyata sudah sampai ditoilet dan saking buru-burunya dia tidak sadar ada seseorang didepannya dan dia menabrak orang tersebut.


Braaak


Moza terkungkal kelantai,dan dia meringis kesakitan.


"Maaf Dek,saya nggak sengaja"suara seorang pria meminta maaf kepada Moza,dan membantu Moza berdiri


"iya nggak apa-apa,saya juga minta maaf"balas Moza merapikan bajunya,kemudian dia menatap lelaki dihadapannya,alangkah terkejutnya dia mengetahui siapa yang habis ditabraknya dan lelaki itupun sama terkejutnya.


"Hai pak kita bertemu lagi"ucap Moza basa-basi sambil tersenyum masam.


"Kamu lagi"ucap pria itu yang tak lain adalah Yano


"iya pak senang banget bertemu lagi karena saya harus kena sial lagi"Moza menyindir Yano secara halus.


"Ooh bagaimana kalau kita bertemu terus nona Moza"tantang Yano mendekati Moza.


"eeem good idea"jawab Moza asal-asalan karena posisinya terdesak


"lonceng pulang udah bunyi sa pamit dulu"elak Moza menghindari situasi saat ini.Dia lari terbirit-birit seperti habis melihat setan.


Yano hendak menahan Moza namun dia kalah cepat dengan gerakan Moza.


"Sial gue kalah sama bocah ingusan itu"umpat Yano dengan kesal sambil berlalu dari toilet.

__ADS_1


Moza kini sudah berada diparkiran sambil mengatur nafasnya yang masih memburu,akibat bertemu Yano ditoilet tadi.


"Huuh!sial banget harus ketemu dia terus,kaya hantu aja deh."cicit Moza


"Za lho habis lihat hantu?"tanya Manda mengagetkan Moza


"hantu pala lho,bikin jantungan aja"


"ya gitu aja pake kaget-kagetan"


"abis lho datang kaya hantu aja"balas Moza meninggalkan Manda dan melajukan mobilnya


"Za tungguin gue,ya gue ditinggal deh"keluh Manda menatapi mobil Moza yang sudah menjauh.


Sesampainya dirumah Moza bergegas kekamarnya dan tak menyadari kehadiran orangtuanya yang sedang kedatangan tamu,sehingga Moza berlari kencang ke arah tangga menuju kamarnya.


"Moza sini duduk dulu"tahan mama Emilia yang membuat Moza menghentikan langkahnya dan melihag kearah orangtuanya sambil tersenyum kikuk,saat mendapati tamu dari orangtuanya yaitu ayahnya Yano.


"kamu udah pulang Za"tanya Papanya Yano basa basi


"eeem iya om"jawab Moza menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan mengendap-endap kearah orangtuanya.


Moza hanya tersenyum menyimak pembicaraan tiga orangtua yang dihadapannya,tak lupa pula mereka menggoda Moza dengan menjodohkan Moza dan Yano.


"mana bisa aku berjodoh sama anak om,orang anaknya kaya es batu"gumam Moza dalam hati dengan memasang senyum yang dipaksakan.

__ADS_1


Karena merasa bosan dengan pembicaraan ketiga orang tersebut,Moza pamit kekamar karena dia sudah merasa babak belur dengan godaan dari keduaorangtuanya dan papanya Yano


__ADS_2