Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Tidur kaya kebo


__ADS_3

"Cantik sekali"gumam Yano dengan pelan memuji paras dari wanita disebelahnya,dia lupa akan kekesalnnya kepada Moza dia mendekat kearah Moza dan perlahan-lahan dia merapikan rambut Moza dengan pelan takut Moza terbangun,perlahan Yano membelai wajah Moza dengan lembut,entah apa yang dipikirkannya saat ini hingga dia berani membelai wajah Moza.


"Masum"ujar Moza disela tidurnya.Ternyata dia hanya mengigau,sontak membuat Yano menjauhkan tangannya dari wajah Moza agar tidak dipergok oleh Moza.Yano pun melajukan mobilnya menuju kekediaman Moza.


Akhirnya setelah menempuh waktu yang lama,Yano memarkir mobil Moza diparkiran rumah Moza dengan dibantu oleh satpam dirumah Moza.


Melihat Moza yang tak kunjung bangun,Yano memberanikan dirinya membangunkan Moza.


"Heyyy,bangun udah sampe"pelan-pelan Yano menggoyangkan tubuh Moza


"emmmmm,udah sampe ya"Moza menggeliat sambil menatap Yano.


"iya udah sampe nona manja"sindir Yano dengan wajah datar.


"kaya nggak iklas aja lho ngantar gue"


"abis tidur kaya kebo"


"masa sih padahal gue nggak kaya gitu deh"pikir Moza kesal karena disindir tidur kaya kebo oleh Yano.

__ADS_1


"nyatanya elo susah dibangunin sih!"ketus Yano turun dari mobil,diikuti oleh Moza.Yano melangkah keluar pintu gerbang karena sudah ditunggu oleh supirnya untuk pulang,membuat Moza bingung sendiri dengan Yano yang main pulang aja.


"Pak Kapten mau kemana"tanya Moza menghampiri Yano


"mau pulanglah,lu sendiri mau ngapain"


"emmm terima kasih Pak Kapten sudah mengantar saya"itu saja yang mampu diucapkan Moza kepada Yano.


"sama-sama"jawab Yano singkat sambil berlalu dari hadapan Moza.


"puftt,aneh banget tuh orang"gerutu Moza memasuki rumahnya.


Moza berjalan santai menuju tangga tiba tiba..


"iya pak"jawab Moza menghampiri papanya.


"darimana aja kamu,larut malam begini baru pulang"tanya Alberto menyelediki putrinya


"abis dari rumah Amanda pak,ngerjain tugas sekolah"

__ADS_1


"kata Pak Asep kamu suruh dia ngantar kamu kekantor polisi"tiba-tiba Naina datang dari dapur dengan secangkir kopi.


"eeem itu lho Ma,aku tadi hampirin Amanda dikantor Polisi,karena dia ngantarin makan siang buat kakaknya yang juga seorang polisi,terus aku pulang kerumah Amanda sehabis dari kantor polisi,lalu pulangnya aku ambil mobil dibengkel"bohong Moza kepada Mama dan Papanya.


"Ooh jadi begitu ceritanya,mama kira kamu bohongin Mama sama Papa,ya sudah kamu mandi sana terus makan malam"kata Alberto menatap putrinya dengan tersenyum.


Moza menaiki tangga menuju kamarnya,dia membuka pintu kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya diatas kasur kesayangannya,dia terdiam menatap langit-langit kamarnya,ada sedikit sesal dihatinya telah membohongi kedua orangtua nya


"maafin Moza karena sudah bohong sama Mama dan Papa"sesal Moza dalam hati tanpa dia sadari air matanya menetes dengan sendirinya.


"Za ayo turun kebawah makan malam udah siap"suara Naina menyadarkan Moza,segera dia menghapus air matanya dan mendekat kearah pintu


"Moza udah kenyang ma,tadi udah makan dirumah Amanda"kata Moza menyakinkan mamanya,padahal dia makan dirumah Yano


" ya udah kamu istirahat"


"sip ma"


Moza bergegas kekamar mandi membersihkan tubuhnya yang serasa lengket,beberapa menit gadis cantik itu selesai dengan ritual mandinya.

__ADS_1


Kini Moza sudah lengkap dengan piyama tidurnya,dia merebahkan tubuhnya sejenak,perlahan memejamkan matanya,entah mengapa bayangan Yano melotot kearahnya melintas dikepala Moza


"apa-apaan sih gue,mikirin si es batu"kesal Moza membanting guling disebelahnya,lalu dia menutup matanya dengan selimut agar bisa cepat tidur supaya terhindar dari bayangan Yano yang tiba tiba menghampirinya.


__ADS_2