Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Aku tidak Mengenalmu


__ADS_3

Setelah sampai dikantor Revan disibukkan dengan berbagai laporan yang menumpuk dimejanya.Padahal hari ini dia mau mengurus sesuatu yang penting,namun dia harus melakukan tugas utamanya diperusahaan.


"Mending aku telepon Jesika kekantor aja deh"pikir Revan karena merasa tak bersemangat untuk bekerja hari ini.Dia mengirimkan pesan singkat kepada Jesika,dan setelah dibalas oleh Jesika.Dia menyuruh asistennya untuk menjemput Jesika diapartemen.


Revan tampak mondar mandir menunggu Jesika,padahal dia baru saja bertemu Jesika tapi malahan dia jadi rindu sama wanita itu.


Setelah beberapa menit,orang yang ditunggu datang juga.Wajah Revan langsung berbinar cerah,dan langsung memeluk wanita itu tanpa malu sama sekertarisnya yang masih diruangan itu.


"Aghhhh aku kok jadi rindu terus sama kamu"


"Van jangan gini dong,aku malu akh"


"Palingan dia juga keluar sendiri,biar kan begini sejenak honey"


Asisten Revan yang bernama Mike itu langsung keluar melihat dua insan yang bermesraan dihadapannya itu.


Jesika membiarkan Revan memeluknya,dia mengelus pucuk kepalanya dengan lembut.Dapat dia pastikan mungkin Revan merasa lelah karena terlihat setumpuk dokumen diatas mejanya begitu banyak.


"Ya udah aku temenin kamu kerja hari ini"kata Jesika melepas pelukannya,dan disenyumin oleh Revan.


Akhirnya Revan dapat fokus bekerja,tapi sambil melirik lirik Jesika yang duduk disofa sambil main hp.


Saat jam makan siang,Revan memilih memesan makanan dan makan diruangannya saja bersama Jesika.


"Van kamu biasa makan sendiri dikantor gini?"


"Wait sebelum aku jawab,kamu harus panggil aku sayang!"


"Tapi Van.."


"Eitsss sayang Revan!"ralatnya


"Iya sayang ,kamu biasa makan sendiri dikantor?"


Revan tersenyum dengan panggilan sayang dari Jesika,rasanya tenaganya sudah kembali menjadi 100 persen.Dia duduk disebelah Jesika,dan menyajikan makanan untuk mereka berdua.Dia melarang Jesika untuk melayaninya,karena dia mau melayani Jesika untuk hari ini.


“Aku tak ingat kapan kita terakhir kali makan berdua seperti ini”Jesika tersenyum masam,setiap kali dia berusaha untuk mengingat masa lalunya kepalanya akan terasa sakit.


Revan bisa melihat kesedihan dalam mata waniat itu,dia lalu menagkup wajahnya dan menatapnya dengan hangat.


“Semua tentang kita tidak perlu kamu ingat,namun kamu simpa n dihati saja”tutur revan

__ADS_1


“Apa aku punya penyakit,kenapa aku tidak bisa mengingat apa apa biar hanya tentang kita saja?


“Ahhhh itu....mending kita makan saja sku lapar banget sayang”


Jesika sempat kecewa dengan penuturan Revan karena seperti ada yang disembunyikan oleh pria itu,dia pun tak ingin mengungkit lebih jauh takut Revan tak nyaman apalagi dia banyak kerjaan.Keduanya makan tanpa suara,semua hening dengan pikiran masing masing.


Kemudian setelah selesai makan,Revan kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.Sementara Jesika yang sejak tadi mau kebelet pipis memutuskan untuk pergi ketoilet.


“Kamu mau kemana Jes?”


“Aku mau ketoilet sebentar?


“Masuk keruangan kusaja,disana ada toilet kamu bisa istirahat dulu sembari menunggu aku selesai”tapi Jesika menolak dia memilih untuk mencari toilet diluar,Revan juga tidak bisa memaksakan wanita itu karena Jesika sudah menghilang dari balik pintu.


Jesika berjalan keluar mencari toilet,dia bingung dimana toiletnya dia bolak balik kesana kemari mencari namun tak kunjung ketemu.Dia menyesal sendiri karena menolak tawaran dari Revan.


“Aku kebelet banget,dimana sih toiletnya masa gedung sebesar ini nggak ada toiletnya”rutuknya memegangi perutnya.


Kemudian dia berjalan lagi,tiba tiba dia menabrak seseorang tubuhnya jadi terhuyung.


Brughhhhh........


“Jesika!”panggilnya ,namun Jesika merasa tak mengenali pria itu,dia langsung memperbaiki posisinya yang semula berada dalam pelukan pria itu.


“Maaf,terima kasih sudah menolong saya”ucap Jesika lalu melewati pria itu,namun tak disangka pria itu menahan langkahnya dan memegang tangannya.


“Kamu sudah lupa sama aku hah?”


Pri itu membalikan tubuhnya menatap Jesika,tapi dia sama sekali tak mengenali pria itu,dia mau melepaskan tangannya tapi bukannya dilepas malah pri itu semmakin menggenggam kaut tangannya.


“Saya tak mengenali anda tolong lepaskan saya"jawaban Jesika membuat pria itu tercengang.


"Aku Edwin teman lama kamu Jes,masa kamu udah lupa sih selama ini aku sering menghubungi kamu tapi nomor kamu tidak aktif"jelas pria sambil memegang tangan Jesika.


"Edwin?..mungkin anda salah orang"Jesika menghempaskan tangan pria itu dengan kasar,dan ingin pergi darisana namun pria itu malah memeluknya dari belakang.


"Jes aku rindu banget sama kamu,kenapa kamu lupa sama aku"


Jesika sangat terkejut dengan tindakan pria itu,dia memberontak namun tak membuat pria itu menyerah.


"Heyyy lepaskan aku,kalo tidak aku bakalan teriak"baru saja dia ingin teriak pria bernama Erwin itu dipukuli oleh seseorang dari belakang.

__ADS_1


Ternyata yang memukulinya adalah Revan,dia memukulnya dengan membabi buta.


"Van udah!"teriak Jesika karena Revan terus memukul Edwin dengan sekuat tenaga,apalagi Edwin balas menghajar Revan membuat Jesika semakin panik.


Dia lalu memanggil bantuan,dan tanpa berselang lama ada dua security dan langsung menengahi pertengkaran mereka.Jesika langsung membantu Revan dan memapahnya.


"Huhhh ternyata kamu masih seperti dulu Van"sindir Edwin mengusap darah dibibirnya.


"Aku ingatin sekali lagi jangan pernah kamu ganggu Jesika,dan hari ini terakhir kali kamu menginjak kantorku"kecam Revan dengan sorotan mata tajam,lalu Edwin dibawa oleh dua security tadi.


"Kamu nggak apa-apa Jes,apa ada yang luka hah?"


"Seharusnya aku yang tanya begitu,kamu bikin aku cemas saja Van"


"Aku nggak apa-apa,ini hanya luka kecil"


"Ya sudah aku akan mengobatinya"


Jesika membawa Revan keruangannya,lalu dia menyuruh asisten Revan membawa kotak P3K.


"Auhhh pelan-pelan sayang,sakit banget"ringis Revan memegangi tangan Jesika yang sedang mengobati lukanya.


"Makanya kamu nggak usah kebawa emosi,lagian pria itu seperti orang gila maen peluk peluk orang sembarangan aja"kesalnya mengingat kejadian tadi.


"Kamu sih ngotot banget mah cari toilet diluar,padahal kamu nggak tahu tempat-tempat dikantorku"


"Iya maaf aku yang salah,tapi kamu kayak kenal sama pria yang tadi?"


"Ooh itu dia itu mengalami gangguan jiwa karena istrinya meninggal,jadi setiap kali dia bertemu wanita cantik dia mengira itu istrinya"bohong Revan dengan natural seolah itu hal yang benar.


"Kasihan banget ya,padahal dia masih muda dan ganteng.Aku merasa bersalah sudah membuatnya babak belur karena dipukuli kamu"Jesika malah percaya dengan bualan Revan,sebisa mungkin pria itu menahan tawanya karena ekspresi Jesika yang terlihat iba.


"Emang kamu nggak kasihan sama aku babak belur begini kayak orang gila tadi hah?"Revan pura-pura merasa cemburu dengan membuat wajah cemberut.


"Kamu nggak boleh gitu sama orang sakit,kamu kan masih ada aku kalo dia tidak ada yang merawat"


"Ya sudah kamu saja yang merawatnya,biar aku saja yang mengobati lukaku"ngambek Revan dan mengambil plaster luka ditangan Jesika,dia memalingkan wajahnya ingin tahu reaksi Jesika.


Wanita iu tersenyum kecil dengan tingkah Revan yang imut seperti anak kecil.Dia berpikir lama bagaimana cara membuat Revan luluh.Akhirnya dia menemukan idenya,setelah mengumpulkan keberanian dia melingkarkan tangannya dipinggang Revan ,dan menempelkan dagunya dibahu Revan membuat pria itu harus menelan salivanya dengan susah payah


"Sayang aku rindu banget sama kamu,aku mau tidur bareng lagi sama kamu malam ini"rayu Jesika dengan suara manja,alhasil Revan akhirnya luluh dan membalikan badannya dan langsung mencium bibir Jesika dengan lembut.Sejak tadi dia menahannya,tapi sekarang Jesika pasrah dengan perlakuan Revan.

__ADS_1


__ADS_2